Belajar menirukan suara hewan namun kelucuan itupun terjadi


www.lorongka.com - Sekolah adalah lembaga formal sebagai tempat untuk mencari ilmu, sehingga yang dulunya belum di ketahui kini menjadi tau. Sekolah juga menjadi tempat untuk bersosialisasi dengan orang lain dan mendapatkan teman yang baru.

Setiap guru yang ada di sekolah bertugas sebagai pendidik dan menanamkan nilai-nilai moral yang baik bagi setiap murid-muridnya sehingga menjadi anak yang baik dan menjadi anak yang selalu menghargai dan menghormati orang-orang yang ada disekitarnya.

Setiap anak berhak mendapatkan pelajaran yang sama dan kesempatan yang sama tanpa terkecuali. Sehingga seharusnya semua anak yang ada di setiap sekolah mendapatkan kecerdasan yang sama namun faktanya kemampuan dalam menyimak setiap orang berbeda sehingga kemampuan setiap anak yang ada di dalam kelas berbeda-beda.

Begitupun dalam sebuah kelas yang dimana seorang guru memberikan pelajaran kepada siswa dan siswinya dan langsung memberikan praktik kepada siswa-siswinya sesuai dengan yang mereka pahami atau sesuai dengan yang mereka ketahui.

Guru: anak-anak sekarang kita belajar tentang dunia binatang. Ada yang belum tau binatang itu apa ? (Tanya seorang guru pada murid-muridnya)

Murid: tau bu guru (serentak semuanya menjawab sama)

Guru: Sekarang kita praktikkan yah (tanya guru kepada siswa siswinya) sekarang jono kamu peraktikkan suara ayam.

Jono: kukkkuruyuuuuu (bunyi suara si jono yang diminta memperaktikkan suara ayam)

Guru: bagus (memuji jono karena mampu memperaktikkannya) sekarang jojon praktikkan suara sapi.

Jojon: ngoekkkkkk (dengan nada pelan mempraktikkan suara sapi).

Guru: bagus jojo, kamu mampu meniru suara sapi. Nah sekarang giliran jajan untuk mempraktikkan suara kucing.

Jajan: meonggggg. (Dengan nada yang keras dia mempraktikkannya sehingga semua teman-temannya mendengar)

Guru: nak jajan, kamu baik sekali, kamu pintar (memuji si jajan karena kemampuannya yang mampu meniru suara kucin) sekarang nak momon kamu praktikkan suara burung nuri.

Momon: cewek, cewek, nama kamu siapa ?

Guru: (bengong sambil menatap si momon yang seolah menggombalnya) itu suara apa mon ?

Momon: itu suara burung nuri yang ayah saya punya bu guru, jadi setiap pagi, semua cewek yang lewat didepan rumah memanggilnya seperti itu bu guru.

Guru: (sambil terheran heran yang disertai dengan tawa dia melanjutkannya) nah sekarang giliran ongon memperaktikkan suara buaya.

Ongon: (berlari kedepan dan memegang tangan gurunya) hay nama kamu siapa ? Kamu kok cantik gitu yah. Atau mungkin ayah kamu tukang pahat yah, karena kamu telah memahat hatiku dari bentuk batu menjadi bentuk love.

Sontak semua orang tertawa mendengar apa yang dikatakan ongon dan gurunya pun ikut terheran-heran dengan tingkah laku anak didiknya yang tiba-tiba bertingkah aneh dan seolah sedang menggombalnya.

Guru: ongon, itu suara apa ?

Ongon: itu suara buaya darat ibu guru (jawab ongon dengan nada percaya diri)

Guru: (melongok dan semakin heran dengan yang dilakukan si ongon)