Berusaha untuk menipu namun berakhir pada kegagalan



www.lorongka.com - Diera yang semakin modern dan semakin canggih, aksi penipuanpun semakin marak terjadi dengan memanfaatkan beberapa alat-alat teknologi canggih mereka melancarkan aksi penipuan.


Admin blog ini saja pernah mengalami hal yang sama, bukan satu kali tapi sudah beberapa kali orang pernah mencoba untuk menipu admin blog ini. Dan dari beberapa aksi yang penipu itu lakukan kepada admin blog ini beberapa diantaranya berakhir lucu dan membuat si penipu menjadi kesal.


Saat itu adalah larut malam, sekitar pukul 01.00. Suara hp mulai berdering. Dengan keadaan yang saat itu masih mengetik untuk menyelesaikan tugas kuliah akhirnya saya berdiri dan mengangkat telepon dan berbicara dengan si penipu tersebut.


Saya: Iya halo, selamat malam.


Penipu: Iya selamat malam, saya dari kepolisian, mohon maaf saya menganggu waktunya sebentar pak. (Dengan nada yang agak keras)


Saya: Iya pak silahkan, dan mohon maaf pak, ini ada apa yah pak ?


Penipu: Jadi begini pak, saat ini kami sedang melakukan sidak di beberapa kos-kosan di daerah vetran. (Jawab penipu itu)


Saya: Tapi kaitannya dengan saya apa yah pak ? (Tanya saya kepada penipu tersebut)


Penipu: Nah begini pak, saat ini saya sedang bersama dengan putra anda yang sedang di raziah, dia kedapatan sedang menghisap obat terlarang dengan temannya di sebuah kos-kosan.


Saya: Ooo gitu yah pak. Yah sudah bawa aja dia kekantor bapak.


Penipu: pak, ini anak bapak loh. Bapak tidak mau berusaha membebaskannya.


Saya: Untuk apa pak ? (Tanya saya kepada penipu) sudah, bawa saja ke kantor bapak dan hukum dia sesuai dengan perbuatannya.


Penipu: Begini pak, bapak bicara aja dulu sama anak bapak.


Penipu yang berpura-pura jadi putra saya: Pak, pak. Saya tidak mau di tahan di kantor polisi. Tolong bebaskan saya pak. (Disertai dengan suara tangisan yang sangat keras)


Penipu: Bapak sudah bicara dengan anak bapak kan, nah saya beri bapak kebijakan kalau bapak mau diajak kerja sama, lebih baik bapak sekarang transfer uang ke rekening saya sebesar 2.000.000 kemudian saya akan bebaskan anak bapak.


Saya: Sudah. Dia bersalah kok, jadi tahan aja. Saya nggak mau transfer uang yang kamu minta. (Jawab saya dengan jawaban yang santai)


Penipu: kamu nggak sayang apa dengan anak kamu ? Ini anak kamu nangis-nangis disini loh, masa kamu tega sih dengan anak kamu. Sebelum saya bawa kekantor untuk di proses lebih lanjut lebih baik kamu bebaskan dia.


Saya: Nah itu lebih bagus pak. Bawa saja kekantor dan hukum dia seberat-beratnya. (Dengan nada santai, saya menjawab)


Penipu: Ini anak kamu loh. Kamu ini orang tua macam apa kok nggak mau membebaskan anak kamu. (Jawab penipu itu pada saya dengan suara yang membentak)


Saya: Eh kamu berani bentak saya. Asal kamu tau yah saya ini belum menikah apalagi punya anak. (Jawab saya dengan suara yang balik membentak penipu tersebut.


Mendegar hal itu tiba-tiba si penipu itu langsung mematikan teleponnya. Entah apa yang selanjutnya dia lakukan karena gagal menipu saya, mungkin dia geleng-gegeleng kepala, frustasi, dan sampai-sampai mungkin dia akan membenturkan kepalanya di tembok karena gagal.