Dapat hukuman dari guru tapi malah gembira dan bangga


www.lorongka.com -  Sekolah merupakan tempat belajar atau tempat menimba ilmu. Disekolah, hampir setiap pertengahan semister atau akhir semester kita selalu di berikan ulangan untuk mengetahui kemampuan siswa siswi dalam mencernah setiap mata pelajaran.

Ada begitu banyak jenis mata pelajaran yang selalu kita pelajari di sekolah, ada matematika, ipa, ips, dan termasuk kesenian. Nah salahsatu mata pelajaran yang pada umumnya disukai oleh siswa siswi adalah mata pelajaran keterampilan menggambar.

Menggambar sebagai mata pelajaran yang paling disukai karena dengan mata pelajaran tersebut kita bisa mengekspresikan pikiran kita yang dituangkan kedalam selembar kertas. Dengan menggambar kita bisa bermain dengan banyak warna sesuai dengan keinginan.

Suatu hari, seorang guru memberikan tugas menggambar di dalam kelas, namun salahsatu anak berbeda dari yang lainnya. Jika yang lainnya sibuk menggambar, tetapi yang satu orang tersebut tampak hanya diam dan berpikir. Dan rupanya dia bingung harus menggambat apa, akhirnya guru itu menghampirinya. Dan karena tidak ingin kena marah akhirnya dia mencari alasan.

Guru: Jono, bagaimana dengan gambar kamu ? Sudah selesai belum ? Dari tadi ibu perhatikan kamu hanya diam.

Jono: Gambar saya sudah selesai ibu guru. (Tanya jono kepada gurunya)

Guru: Nah loh, kamu gambar apa jonooo ? Kok cepat amat, yang lain aja belum ada yang selesai.

Jono: Saya gambar sapi makan rumput ibu guru.

Guru: Sini gambarnya ibu lihat. Loh, loh mana rumputnya no' ? Katanya sapi makan rumput tapi rumputnya nggak ada.

Jono: Yah ibu, kan rumputnya sudah habis dimakan sapi, jdi nggak saya gambar karena habis.

Guru: Kalau gitu mana sapinya yang sudah makan rumput no' ? Kok nggak ada juga sih. Kamu jangan bilang belum selesai yah, nanti ibu jewer kamu.

Jono: Yah ibu ini gimana sih. Kalau rumputnya habis, untuk apa sapinya diam disitu. Yah pasti sudah kabur sapinya lah bu guru karena rumputnya sudah habis. Pastinya sapi itu cari rumput yang lain dan bukan di tempat jono menggambar.

Guru: (Tepuk jidat sambil geleng-geleng) sekarang kamu berdiri di depan kelas sampai pulang sekolah.

Jono: Asikkk. Berdiri di dekat kursi ibu guru. Sering-sering yah bu guru minta saya berdiri biar dekat ibu terus.