Diminta mengulang pelajaran minggu lalu malah murid itu minta dilupakan



www.lorongka.com - Disekolah adalah tempat menuntut ilmu, disekolah adalah tempat mencari teman baru, dan disekolah adalah tempat dimana kita akan belajar besosialisasi dengan orang-orang yang baru.


Biasanya seorang guru di sekolah akan menguji setiap murid atau siswa siswinya mengenai beberapa pelajaran yang sebelumnya mereka telah ajarkan. Hal ini mereka lakukan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman siswa siswinya terhadap pelajaran yang telah mereka berikan.


Di salahsatu sekolah menengah pertama seorang guru perempuan bernama ibu sari, beliau adalah guru yang paling disenangi oleh siswa siswinya. Namun sebelum dia memulai mata pelajaran yang akan di ajarkannya terlebih dia bertanya mengenai pelajaran minggu lalu.


Ibu sari: Selamat pagi anak-anak. (Sapa ibu sari kepada seluruh siswa dan siswinya yang ada di dalam kelas.


Murid: iya selamat pagi ibu guru (jawab semua murid yang ada di dalam kelas tersebut)


Ibu sari: Seperti biasanya, sebelum ibu memulai pelajaran saya ingin bertanya beberapa hal tentang pelajaran minggu lalu yang telah ibu berikan.


Sontak semua murid langsung tenang dan tidak ada satupun murid di dalam kelas itu menunjukkan gerakan dan semuanya hanya diam tanpa kata, mungin mereka mulai takut karena tidak lagi mengingat pelajaran minggu lalu.


Ibu sari: Masih ingat tidak pelajaran minggu lalu yang ibu berikan pada kalian (jawab ibu sari sambil berjalan di depan murid-muridnya)


Mendengar pertanyaan itu, beberapa murid berani mengangkat tangannya dan mengatakan saya ibu guru secara bersamaan.


Ibu sari: Bagus, (memuji murid yang mengangkat tangannya) bagaimana dengan yang lain ? Apa kalian sudah lupa dengan pelajaran yang ibu berikan pada kalian ?


Suasanan menjadi semakin hening karena ternyata beberapa diantara mereka tidak mengulang pelajaran di rumah yang ibu guru mereka berikan. Karena ibu sari merasa heran kenapa muridnya hanya ada lima orang yang mengacukan tangannya sementara di kelas itu ada tiga puluh dua orang, maka ibu sari berusaha meminta budi langsung menerangkan beberapa poin mengenai pelajaran minggu lalu.


Ibu sari: sekaran saya minta agar budi naik kedepan untuk menjelaskan apa yang kamu ketahui tentang pelajaran minggu lalu yang ibu berikan.


Akhirnya budipun naik dan berdiri di depan, alih-alih menjelaskan tentang pelajaran minggu lalu ternyata dia mengatakan sesuatu yang membuat ibu sari menggeleng-gelengkan kepala sambil meloncat-loncat.


Budi: Ibuuuuuu, sudahlah.... yang lalu biarlah berlalu dan usah untuk di ingat lagi. Kata paman saya ke tante saya kalau semakin diingat maka akan semakin menyakitkan jadi lupakan saja yang pernah terjadi.


Ibu sari menjadi bingung dan tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Dia hanya menepok jidat sambil tersenyum mengatakan budi... budi....