Ketahuan ingin menipu sehingga berakhir dengan kegagalan


www.lorongka.com - Mendengar aksi penipuan adalah suatu hal yang biasa-biasa saja, karena hampir setiap hari kita selalu mendengar bahkan melihat berita-berita tentang kejadian atau peristiwa penipuan.


Ada banyak cara bagi para penipu untuk melancarkan aksinya terutama dengan menggunakan beberapa teknologi seperti kommputer, internet dan handphone. Dengan alat-alat itu, para penipu menjalankan aksi jahatnya untuk menipu orang lain.


Beberapa kali saya juga pernah mengalami tindakan percobaan penipuan salahsatunya adalah percobaan penipuan dengan modus memenangkan hadiah yang tidak tanggung-tanggung yaitu memenangkan sebuah mobil mewah.


Saat itu hari sudah mulai senja dan saya sedang duduk di halaman rumah menikmati pemandangan dan langit yang mulai berwarna jingga, tiba-tiba terdengan suara handphon sya berdering, kemudian saya mengangkat telepon tersebut.


Saya: halo selamat sore. (Sambil mendekapkan handphone ketelinga)


Penipu: selamat sore pak, maaf ini atas nama siapa ? (Tanya penipu kepada saya).


Saya: Iya, saya dengan Andi, maaf ini dengan siapa yah ?


Penipu: jadi begini pak, selamat karena nomor anda terpilih dari ribuan nomor yang kemarin malam kami undi dan dari ribuan itu nomor bapaklah yang paling beruntung untuk mendapatkan satu unit mobil dan bisa bapak cek nomor anda di web site kami.


Karena url website yang mereka kirimkan kepada saya adalah url yang tidak profesional sehingga kecurigaan saya mulai muncul dan akhirnya saya mulai bertanya banyak kepada penipu itu untuk membuktikan kebenarannya.


Saya: Ow jadi begitu yah pak, tapi kenapa url yang bapak kirimkan kepada saya tidak profesional yah pak dan satu lagi tampilan web anda juga masih sangat amburadul pak.


Penipu: (tidak bisa menjawab apa yang saya tanyakan perihal web site mereka) maaf pak, supaya hadiah bapak bisa kami proses secepatnya maka kami minta agar bapak mengirimkan uang sejumlah Rp 5.000.000 kerekening kami.


Saya: (rasa curiga saya semakin tinggi) kenapa harus mengirimkan sejumlah uang yang bapak maksud tadi, bukannya ini hadiah yah pak kok saya yang mengirim uang ?


Penipu: uang itu sebagai biaya administrasi untuk balik nama kendaraan dan pengurusan STNK.


Saya: (akhirnya rasa penasaran saya terjawab juga dan ini adalah aksi penipuan) begini saja pak daripada saya yang mengirimkan uang ke bapak lebih baik bapak jual itu hadiah kemudian uangnya dibagi dua sama saya pak. Anda dapat 50% saya 50% bagaimana pak anda setuju ?


Mendengar hal itu penipu tersebut mematikan telepon. Mungkin dia berpikiran ah sepertinya saya salah sasaran.