Pacar pertama tapi dengan orang yang salah, sangat lucu


  

www.lorongka.com - Seorang anak yang hanya tinggal berdua dengan neneknya di sebuah desa terpencil yang sangat jauh dari keramaian, bahkan di desa tersebut kebanyakan adalah laki-laki dan nenek-nenek.


Suatu hari nenek tersebut bertanya kepada cucunya bernama gatot yang sudah berusia 27 tahun, perihal apakah cucunya tersebut sudah memiliki pasangan atau calon istri bagi cucunya tersebut yang usianya sudah menginjak umur 27 tahun dan bahkan sudah hampir memasuki usia 28 tahun.


Bukan tanpa alasan si nenek bertanya kepada cucunya tersebut. Nenek itu bertanya kepada cucunya yang pertama karena usia neneknya yang sudah sangat tua sehingga dia ingin melihat cucunya menikah sebelum dia kembali kepada yang pencipta, dan yang kedua adalah usia cucunya tersebut sudah terbilang cukup matang untuk mengarungi bahterai pernikahan.


Saat itu adalah hari minggu, suasananya sudah mulai senja kemudian nenek menghampiri cucunya yang saat itu sedang menyetrika baju kemeja yang hendak akan dipakainya untuk keluar rumah pada hari itu juga.


Nenek: Nak, kamu mau kemana ? (Tanya si nenek kepada cucunya yang sedang menyetrika)


Cucu: Ini nek, saya mau keluar jalan-jalan, boleh yah (jawab cucu terhadap neneknya)


Nenek: Begini nak, nenek mau tanya. Umur nenek kan sudah sangat tua. Kamu sudah punya pacar belum ? Karena yang saya perhatikan semua teman-teman kamu sudah punya pasangannya masing-masing dan tinggal kamu yang belum nak.


Cucu: Sudah punya dong nek, nih saya mau ngapel dulu dirumahnya, masa cucu seganteng ini belum punya pacar (jawab cucu kepada neneknya dengan rasa percaya diri)


Nenek: (terkejut dan bahagia) namanya siapa nak, orang mana ?


Cucu: Ah nenek bertanya seperti itu, satu-satu dong nek biar saya mudah menjawabnya. Jadi gini nek namanya Wenda, tetangga dusun sebelah. (Jawab cucu pada neneknya sambil tersenyum)


Nenek: Wenda anaknya pak slamet yah dusun sebelah. Yang cantik itu, kalau itu sih nenek sering melihatnya dan sepertinya dia juga sopan dan anaknya baik. Kayaknya cocok itu sama kamu. (Sambil tersenyum) ajak-ajak dong main kesini biar nenek makin kenal sama calon mantu nenek.


Cucu: Bukan wenda yang itu nek. (Jawab cucu kepada neneknya dengan wajah mamelas)


Nenek: lalu wenda siapa yang kamu maksud nak ? (tanya nenek kepada cucunya dengan mood yang sudah berubah)


Cucu: itu nek wen... wen... wennnndartno anaknya bu' lilis.


Nenek: tepok jidat sambil loncat dan geleng-gelengkan kepala.