Puisi Tentang Kegalauan "Cinta Menjadi Bangkai"

Admin lorongka.com, andika putra
Cinta Menjadi Bangkai
(andi)

Gelap malam menambah kesunyian. Kibasan angin menambah kebisuan, merasuk, menembus setiap rongga-rongga kehidupan, perlahan merongrong jiwa yang beku.

Debu jalanan menjadi penghapus memori-memori palsu. Harapan, rindu, dan kenangan menjadi saksi sejarah yang telah kau goreskan dalam luka.

Gemerlap bintang membuka tirai kegalauan jiwa, melayang bersama imaji menutup pintu-pintu mimpi yang pernah kau ukir bersama bayanganmu.

Mentari tak lagi mampu menampakkan cahayanya, kini lukisan indah yang pernah kau goreskan dilangit biru ditelan awan hitam kesedihan.

Terang menjadi muram, kehidupan gelap yang tak pernah terjamah kini mulai menjadi topik yang utama, mungkin hidup tak lagi sama.

Waktu demi waktu kian berlalu, kini cinta menjadi bangkai meninggalkan aroma kegalauan yang tak pernah dapat aku pahami. Hidup memang tak sama tapi harapan akan tetap sama walau harapan akan menjadi kenangan.

(Andi, lorongka.com)