Header Ads

Puisi Tentang Kemanusiaan "Nasib Para Jelata"

Andika putra, admin www.lorongka.com
Nasib Para Jelata
(andika putra)

Bangkit menatap cakrawala, dibalik awan terdapat sejuta asa, melawan penindasan dengan suara, meski harus kelaparan disudut kota.

Hanya gitar tua menjadi teman, diantara debu-debu jalanan, berteriak melawan kekerasan, meski nyawa yang jadi taruhan.

Semangat dan harapan menjadi senjata, berdiri dan bersatu dijantung kota, menangih janji untuk nasib para jelata, yang tak kunjung jadi nyata.

Kini janji tinggal menjadi kenangan, rakyat jelata menjadi sasaran, walau harus hidup dalam kemiskinan, menatap penguasa yang hidup dalam kemewahan.

Hanya sampah menjadi makanan, dari sisa para penguasa jalanan, kepercayaan berubah menjadi kekecewaan, karena janji tak pernah kau wujudkan.

Kini hidup bagai tikus-tikus jalanan, yang menjadi sasaran para pemilik kekuasaan, tak ada lagi pengorbanan, karena yang subur adalah pencitraan.

Puisi ini kutujukan untuk para saudaraku, yang tidur berbantal batu, walau kadang makanmu tak menentu, tapi semangatmu tak boleh membatu.
Puisi Tentang Kemanusiaan "Nasib Para Jelata" Puisi Tentang Kemanusiaan "Nasib Para Jelata" Reviewed by LA SAPI on September 17, 2017 Rating: 5

Recent Posts

Humor