Header Ads

Puisi - Aku Ingin Jadi Penyamun

Aku Ingin Jadi Penyamun
(BSJ)

Malam tak pernah putus asa menentang kekeringan pembakaran mentari. Wajah semrawut meronta, merengek memanja.

Hening suasana menikam sukma, hilang sadar bungkam di jalanan. Seirama senyap membunuh kalbu.

Aku ingin jadi pecandu, penikmat kopi dan pemberontak paling mengerikan. Aku ingin menggenggam suara sumbang di ujung senapan.

Melepas gumam pada harapan anak negeri yang semula kehilangan harap, terbelenggu mimpi yang sia sia.

Oh, Tuhan!!! Aku ingin bebas, seumpama kopi yang entah pada siapapun boleh melumatnya dengan perasaan.

Sesekali menatap rembulan, mencibir dan bintang ikut menertawakan. Dan kau, sialan. Masih saja mempedayaku dengan keseksian tubuhmu.

Aku ingin merdeka, semacam anak panah memilih menancap dan menembus tepat sasaran. Merdeka, gumamku seusai perang melawan amarah.

Jika pembenaran telah jadi kebenaran mutlak bagi hamba hamba Ilahi yang mengklaim dirinya beriman. Maka, kopi pun tak lagi akan nikmat terasa.
Puisi - Aku Ingin Jadi Penyamun Puisi - Aku Ingin Jadi Penyamun Reviewed by LA SAPI on October 24, 2017 Rating: 5

Recent Posts

Humor