Puisi: Mengagumimu Lewat Kopi, Salahkah???

ST. Aisyah Mutmainnah
SYAH, INGATANKU PADA NABI
BSJ

Syah, aku selalu terbagun di tengah malam buta. Dan selalu meraih huruf...

Berharap jemari menyentuh layar dengan kalimat nyenyak di tidurmu, dibuai hening dihibur mimpi...

Syah...
Betul, kini namamu sangat kuhafal. Yang semula kulekatkan erat di benak sebagai penjanggal logika...

Malam semakin membisik untuk bungkam, sementara kata-kata masih bergejolak ingin diletak dengan rapi...

Bintang bernyanyi memberi tanda, rembulan tersipu, kau agak malu. Dan masih terdiam berpejam mata dalam tidur...

Syah...
Aku kira kau sudah terbangun, disapa sajak tak beraturan ini, tanda baca yang semula kubisikkan telah sampai...

Bangunlah, kelopak bunga sudah terbuka, walau kau masih candu pada bantal empuk ditindih rambutmu yang ikal...

Syah...
Bangunlah, dan aku telah tiada. Aku pergi menjauh, membuang diri pada sia sia, dalam ramuan lamunan konyol malam lalu...

Syah...
Aku pergi, mencari sepotong sajak kisah nabi. Dan Aisyah bersamaku, bersemayam di labirin hati yang jauh dari luka.