Puisi Ngenes "Jomblo Juga Punya Hati"

From MERDEKA
Jomblo Juga Punya Hati
(Andika putra)

Aku ingat di malam minggu kemarin,
Saat cahaya rembulan dan kilau bintang tak lagi muncul,
Rupanya langit sedang mendung nyaris hujan.

Aku duduk dibahu jalan berteman sepi,
Menunggu dirimu yang ingin menjadi kekasih,
Namun sepi tetap tak mau pergi,
Karena yang lewat adalah mereka yang punya kekasih.

Petir mulai menggelegar,
Tetes pertama mulai membasahi pipi,
Rupanya hujan mulai menyapa,
Membasahi seluruh tubuh tanpa sadar,
Sebab hujan hendak menyembunyikan sedih.

Saat itu petir mulai nakal,
Berdansa bertebaran diangkasa,
Seolah mencari perhatian untuk disaksikan,
Namun sayang,
Malam itu semua mata tertuju pada kekasih,
Yang sibuk saling menghangatkan,
Namun diriku masih tetap sendiri,
Diterpa hujan, kedinginan,
Menunggu kekasih datang menghangatkan.

Oh Tuhan !!!
Aku tau perkara itu,
Nenek moyangku dulu juga menjomblo,
Namun dalam lelap Kau mengambil rusuknya,
Lalu kau ubah menjadi hawa.

Tuhan !!!
Aku lupa sudah berapa banyak malam telah kulalui,
Namun mengapa tak jua Kau mengambil rusukku,
Lalu kau ubah menjadi kekasihku,
Yang akan menghilangkan sedih dan sepiku.

Apakah mungkin Kau telah mengambil rusukku,
Lalu kau sembunyikan ditempat yang jauh,
Agar aku tetap menjomblo ?.

Bukankah Kau telah berkata manusia dicipta berpasangan,
Agar mereka tak menjomblo, tumbuh dan berkembang ?.

Tuhan !!!
Bukan aku bosan menjomblo,
Hanya saja aku takut,
Takut pasanganku dinoda orang,
Takut pasanganku dirangkul orang,
Takut pasanganku dicubit orang,
Sebelum aku temukan dirinya dalam persembunyian.

Tuhan !!!
Jauhkan rasa iri di malam minggu,
Agar sedih tak lagi mengundang air mata,
Mereka harus tau, bahwa jomblo juga punya hati.