Sajak - Malam Yang Dingin Tanpa Kata

www.lorongka.com - image from google
 Malam DinginTanpa Kata
(Citizen Lorong Kata)

Malam ini…
Sengaja aku tak bersuara,
Bukan karena tak mampu bicara,
Atau kehabisan kata.

Aku ingin kau yang memulai,
Tersenyum dan berkata,
Mengusir sepi yang menghinggapi,
Agar rindu segera terobati.

Lihatlah di ujung sana….
Sepasang merpati di atas pohon,
Mereka bercengkrama dan menari,
Ibarat kau dan aku yang lagi terbuai,
Oleh rindu yang tak juga menepi.

Aku selalu teringat,
Dengan senyum manis dan tutur katamu,
Bagaikan mawar mekar ditaman,
Indahnya memberikan kesejukan dan ketenangan.

Langkahku mulai terasa kaku,
Rasanya ingin kuberlama-lama denganmu,
Disaksikan sejuta bintang,
Dan ditemani remang cahaya bulan.

Lihatlah bibir gelas itu,
Terpancar jelas manis senyummu,
Yang kau tumpahkan pada segelas kopi,
Menambah aroma dan nikmat seduhanmu.

Ingin kutahan rembulan,
Agar tak bertandang keperistrahatnnya,
Karena rasanya ingin kuberlama denganmu,
Menikmati segelas seduhan hanya berdua denganmu.