Doa-doa Orang Miskin - Puisi Burhan SJ

Doa-doa Orang Miskin
(Burhan SJ)

Ketika senja mendadak tertelan bumi, apakah kemiskinan akan lenyap seketika? Tak mungkin.

Lapar dan haus bukan fenomena alam, ia adalah bencana mengerikan akibat ulah para penguasa kejam.

Kusaksikan anak terlantar, pengangguran dan kemiskinan itu menjelma wujud tampak beringas.

Mereka mencari bangkai, meminum darah dan keringat lelahnya sendiri.

Mereka tak lagi kenal kemanusiaan, yang ditau hanya tinggal cari makan dan minum untuk anak generasinya.

Kaum miskin itu, dan kini ia telah lupa makna kemerdekaan. Ia bahkan tak mengingat arti pemerintahan.

Sementara banji dan tanah longsor adalah doa-doanya yang terkabulkan.

Hanyalah kematian yang paling mereka ingat, di benaknya tak ada lagi harap, sebab dusta dan kemunafikan telah mencengkeram segala mimpinya.

Oh, Tuhan...
Sesekali mereka berteriak, apakah aku juga manusia? Lantaran binatang peliharaan dari majikan bijaksana lebih berharga.

Oh, para tokoh bangsa...
Teriakan-teriakannya bergumam, mengumandang, memanggil-manggil para leluhurnya yang gugur di medan perang.

Dan, kita semua akan mati oleh sistem kekuasaan yang tumpul dan buta.