Inna, Wanita Kejam Dalam Penantian

Andika Putra, Founder Lorong Kata
Inna, Wanita Kejam Dalam Penantian
(Dika)

Ketika sang waktu telah berlalu,
Rindupun mulai menggoda,
Menanggapi rasa gelisah,
Akan kah hadirmu menjadi candu,
Dari penantian yang berujung bertemu.

Bersama dinginnya embun pagi,
Dan fajar yang mulai menampakkan diri,
Kukirimkan doa lewat sepucuk surat kerinduan.

Ku panggil namamu Inna,
Wanita pemberi harapan,
Wanita yang begitu kejam,
Wanita dengan sejuta alasan.

Ketahuilah....
Pelangi dilangit senja,
Adalah puisi yang kurangkai indah,
Bertabur sejuta harapan,
Walau tak pernah menemui asa.

Hari ini aku teringat lagi,
Tentang hujan dan sebuah penantian,
Mengajarkanku arti sebuah pengorbanan,
Karena rindu tak selamanya harus berduaan.

Sudah saatnya kupahami,
Tak ada arti sebuah penantian,
Kini rindu tak lagi bersemayam,
Karena benci lalu kusebut kau wanita kejam.