September 2017 | LORONG KATA
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
www.lorongka.com --- Anda termasuk penikmat kopi maka saya pastikan anda memiliki sejuta kata yang luar biasa untuk si hitam pekat nan nikmat ini.
 
Kopi memang merupakan minuman dengan aroma khas yang luar biasa. Nah kali ini ada sebuah puisi tetang filosofi kopi yang patut untuk anda baca.

RINDU DALAM SECANGKIR KOPI

Ketika rindu tak jua menepi.
Seketika otak pun butuh inspirasi.
Maka hanya kopi yang menjadi teman hingga larut pagi.

Terhirup aroma rindu dari secangkir kopi.
Akan nikmatnya kisah yang belum juga usai.
Dan kutitip tanya pada tiap tetes kopi.

Ada cerita dibalik secangkir kopi.
Yang pernah kau tuai.
Dalam secangkir aroma kopi.

Kutatap kopi tak seindah kemarin.
Manisnyapun tak senikmat kemarin.
Apakah mungkin manisnya telah tumpah kepelukan yang lain.

Kini kau lepas meninggalkan candu sepi.
Yang terhempas dalam lautan sepi.
Bagai hempasan ampas kopi.

Kini rindu masih terasa dalam secangkir kopi.
Terbuai dalam aroma mimpi.
Hingga ku tak tau harus berbuat apa lagi.

Kini kupahami cinta dari secangkir kopi.
Akan aroma nikmat yang tiada henti.
Meski terasa pahit tetapi menyimpan kenikmatan yang tak tertandingi.
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
www.lorongka.com --- Mungkin saat ini anda lagi galau dalam kesendirian, karena itulah alasan kenapa anda tersesat dalam puisi galau yang kali ini saya bagikan.

Sekarang bukan lagi saatnya untuk bergalau karena di bawah ini sudah saya siapkan puisi untuk mengusir kegalauan anda hingga galau itu tak lagi mampu tuk kembali. Silahkan di baca hingga akhir dan jangan lupa like fanpage dan share artikelnya.

SUNYI DALAM KESENDIRIAN

Sepi itu adalah kesendirian.
Berteman dengan sunyi.
Berselimutkan kelam.
Bagai sangkar tak bertuan.

Sunyi membuatku rindu.
Akan dirimu yang menjauh.
Meninggalkan sepenggal kisah.
Akan cerita yang belum juga usai.

Kini kuterpaku dalam kesunyian.
Berlari tanpa arah.
Hingga kutersesat jauh.
Dalam pelarian yang tak ada ujungnya.

Hujan tak mampu lagi tertahan diantara mega.
Jatuh bagai badai membawa maut.
Hingga membasahi pipi.
Dan bibir pun bungkam dari kata.

Tak mampu lagi kurajut kata.
Untuk dirimu yang indah.
Karena kau telah pergi.
Meninggalkan luka dan seribu mimpi.

Kini kuhanya berkata.
Jika kau tak ingin kumiliki.
Maka jangan datang membawa mimpi.
Dan sejuta senyum namun hanya ilusi.

Karena tak mampu kuartikan rasa ini.
Terlihat jelas dihadanku.
Saat hati ingin memiliki.
Namun ragamu kini menjauhi.
Tweet Share Share Share Share Share

www.lorongka.com --- Selamat datang di LORONG KATA kali ini admin akan berbagi tetang puisi paling romantis, jadi jangan kuharap jangan berhenti membacanya hingga ujung.

Ok, tidak perlu terlalu lama berbasa basi sekarang langsung aja simak puisi romantis di bawah ini dan jagan lupa dibaca hingga akhir yah sob dan jangan lupa klik like fanpage kami di Cerita Lucu Dapat Ilmu.
Image from google
RASA YANG TAK DAPAT KU ARTIKAN
Ada sesuatu yang terasa beda.
Dikala senja menyapa sang mentari.
Ada sesuatu yang terasa beda.
Dikala angin sedang mencumbui dedaunan.

Ada rasa yang menggejolak di dalam hati.
Ada rindu yang tak bisa tertahan.
Ada senyum yang tak bisa kuartikan.
Ada bahagia yang tak mampu kupahami.

Mungkinkah ini cinta.
Ketika detak jantung tak lagi beraturan.
Mungkinkah ini sayang.
Ketika rindu tak lagi mampu ku bendung.

Seakan pelangi ikut tersenyum.
Mentari pun ikut bahagia.
Burung-burung ikut bersorak.
Ketika rasa ini semakin menggejolak.

Apakah ini hanya rasaku saja.
Ketika ragaku merasa penat akan dunia.
Mengapa rasa cinta ini ada.
Membuat hatiku terus membara.
Tweet Share Share Share Share Share

Keindahan sang senja, www.lorongka.com
 BIDADARI SENJA

Gemilau terang di ufuk sana...
Berhiaskan cahaya sang mentari...
Keindahan yang abadi...
Memanjakan setiap pasang mata...

Berhiaskan burung yang beterbangan...
Seakan enggan tuk bertolak...
Dari keindahan yang begitu anggun...
Karena cahayanya yang tak pernah padam...

Kau adalah bidadari senja...
Bersayapkan awan lembut...
Bergaun indah bak pelangi...
Berhiaskan bintang-bintang...

Engkau memang begitu anggun...
Engkau memang begitu mempesona...
Hingga semua mata terpanah...
Hingga semua pandangan tertuju padamu...

Engkau nampak dalam tatapku...
Engkau indah dalam mataku...
Engkau anggun dalam hayalku...
Engkau yang abadi dalam pesonamu...

Cakrawalapun terdiam tanpa kata...
Melihatmu memancarkan cahaya...
Seakan raga enggan tuk melangkah...
Menatapmu menari diatas senja...

Wahai bidadari senja...
Tetaplah anggun diatas sana...
Jangan kau pergi meninggalkan luka...
Karena kuingin selalu tuk bercerita...
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
www.lorongka.com --- Pernah nggak kalian cewek-cewek ketemu dengan cowok yang super play boy. Yang kerjaannya suka godain cewek-cewek.

Nah kalau kalian sering ketemu dengan laki-laki seperti ini maka wajib bagi kalian untuk membaca artikel yang satu ini. O iya kalian kan sementara lagi membacanya. Hehehe.

Cowok yang suka menggoda cewek-cewek biasanya memang sangat menyebalkan namun kalian cewek-cewek tidak boleh kalah dalam menanggapi hal ini biar si cowoknya juga tau diri.

Cowok: hey... boleh kenalan nggak nih ?

Cewek: oh... kenalan yah !!! Boleh.

Cowok: anak mana ?

Cewek: anak ??? Nikah aja belum masa udah punya anak, ada-ada aja nih kamu.

Cowok: ya... nggak gitu, maksud aku kamu tinggalnya dimana ?

Cewek: ya tinggal dirumah lah. Masa mau tinggal di minimarket. Ada-ada aja nih kamu.

Cowok: ya maksudnya rumah kamu ada dimana neng ?

Cewek: ya rumah saya nggak kemana-mana kok, emangnya saya keong laut kemana-mana harus bawa rumahnya.

Cowok: ya udah deh kalo gitu, saya minta nomor hp kamu aja yah.

Cewek: aduh gimana yah.... nomor hp aku cuma ada satu, kalau saya kasi kekamu saya pake apa dong ?

Cowok: maksudnya nomor hp kamu berapa ?

Cewek: dengar nggak sih mas tadi saya bilang nomor hp cuma ada satu, bukan dua.

Cowok: emosi juga saya nih lama-lama. Neng lapangan masih kosong kita berkelahi yuk.

Cewek: hey mas buka lebar-lebar mata kamu jam segini lapangan penuh dengan penonton bola.
Tweet Share Share Share Share Share

LORONG KATA, www.lorongka.com
www.lorongka.com --- Selamat datang di LORONG KATA, kali ini admin akan berbagi cerita tentang bagaimana cara merawat handphone.

Namun tips kali ini nggak serius untuk kalian lakukan karena ini hanya lelucon untuk anda agar bisa tersenyum membacanya dan jangan pernah anda lakukan dirumah.

1. Saat signal handphone anda mulai melemah atau bahkan hilang, agar disarankan untuk tidak menggoyang-goyangnya karena handphone anda bisa saja pusing mual bahkan sampai muntah-muntah.

2. Jangan terlalu keras cara anda menekan tombol handphone anda, karena dia akan kesakitan kecuali kalau handphonenya pegal-pegal.

3. Jangan mencharge handphone anda terlalu lama karena itu akan membuat handphone anda bisa mengalami perut kembung, untung-untung kalau nggak sampai masuk rumah sakit.

4. Sebisa mungkin setiap hari handphone anda di cuci dan dijemur agar bakteri dan virus-virus yang ada di handphone anda bisa hilang.

5. Jangan menyalakan musik dengan volume yang sangat keras atau full volume karena itu bisa membuat handphone anda serak dan suaranya akan hilang.

6. Jangan menginstal aplikasi online yang tidak penting atau istallah aplikasi yang bersubsidi karena itu hanya akan membuat bahan bakar kuota anda cepat habis.

7. Jangan keseringan mengisi pulsa seadanya terlebih pulsa paling murah karena ini akan membuat handphone anda kurang percaya diri. Lebih mahal hanphone anda maka isilah pulsa yang banyak.

8. Apabila anda kesal dan ingin melempar handphone anda maka lemparkanlah tapi ke tempat yang sangat empuk karena ini akan menghindarkan handphone anda dari patah tulang terlebih mengingat biaya perawatan rumah sakit yang sangat mahal.
Tweet Share Share Share Share Share

Senja dibalik pohon www.lorongka.com
 PESONA SANG SENJA

Tatap senja di langit jingga....
Begitu indah dibalik hembusan angin....
Mengecup dedaunan dengan indahnya...
Berhiaskan ranting melambai-lambai....

Menebar warna diufuk sana....
Tersenyum dibalik jingga....
Menatap sang mentari yang lelah....
Setelah seharian memancarkan cahaya....

Senja,,, pesonamu indah berseri....
Berdayangkan burung yang beterbangan....
Menyambut datangnya malam yang penuh mimpi....
Menciptakan cerita yang penuh imaji....

Ingin rasanya kumiliki senja....
Agar cahaya indahmu tak pernah sirna....
Saat senyummu memancarkan pesona....
Membuat mereka terbuai yang menatapnya....

Ingin rasanya kududuk dipangkuan sang awan....
Sambil bercerita kulagukan asa....
Menari dibalik pesonamu yang anggun....
Menyaksikanmu mengantar sang mentari keperistirahatannya....

Senjaku yang anggun....
Tetaplah bersinar dibalik langit jingga....
Dan jangan biarkan gelap menghantui malamku....
Hingga nanti kutidur dalam lelapku yang panjang....
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
LORONG KATA, www.lorongka.com --- dunia yang semakin modern memberi perubahan yang sangat luar biasa tidak hanya dari segi positif tetapi juga dari segi negatif.

Salahsatu contoh dampak negatif yang sering kita saksikan adalah banyaknya anak-anak yang menjadi lebay atau alay. Dan kebanyakan mereka ini adalah kaula muda yang jiwanya masih sangat labil.

Bayangkan saja ketika mereka bertemu dengan teman-temannya yang juga sama-sama alay, pastinya mereka akan ribut, tapi itu tidak terlalu menjadi masalah. Namun coba bayangkan saat mereka bertemu dengan orang tuanya dan alay-nya masih tetap ada.

Mama: putri... kamu kok belum berangkat sekolah nak, nih udah jam berapa loh.

Putri: nggak ah mah, putri berhenti sekolah aja. Udah delapan tahun putri sekolah dan belajar melukis tapi putri tetap nggak bisa lukis cinta dihatinya dia.
 
Mama: putri kamu apa'an sih. Sudah... kamu berangkat sekolah aja sana biar pinter kamu. Sekolah itu untuk masa depan kamu.

Putri: kata siapa mah, toh buktinya delapan tahun sekolah putri tetap nggak nemuin masa depan putri, yang ada mereka semuanya PHP in putri.

Mama: putri... sekarang kamu berangkat sekolah aja biar kamu pintar.

Putri: nggak ah mah, putri mau jadi pencuri aja. Toh pencuri punya masa depan yang cerah.

Mama: kata siapa pencuri punya masa depan yang cerah ? Yang ada itu tindakan tidak benar dan tidak boleh dilakukan.

Putri: kata siapa mah nggak punya masa depan. Ntar kalau sya berhasil mencuri hatinya dan dia bakalan jadi masa depan putri yang cerah.

Mama: sudah lebay-nya dan kamu berangkat aja. Kalau nggak mama akan kurangi uang jajan kamu.

Putri: iya mah, iya mah, putri berangkat sekarang yah. Daa mama.
Tweet Share Share Share Share Share

Admin www.lorongka.com Aidil Al-Fitra
 MENTARI YANG ANGGUN

Mentari yang anggun....
Cahayamu melagukan rindu....
Membangkitkan asa dalam setiap imaji....

Mentari yang anggun....
Sinarmu menjadi semangat dalam tatapku....
Menjadi melodi dibalik hayal sang rembulan....

Mentari yang anggun....
Langit mendungpun begitu indah....
Tatkala sinarmu menembus memberi warna....

Mentari yang anggun....
Ijinkan aku menyapamu....
Walau hanya sekedar fatamorgana....

Mentari yang anggun....
Biarkan aku memelukmu dalam bayang...
Disetiap tumpukan syair yang kurindui....

Mentari yang anggun....
Cahayamu memperindah pagiku....
Sinarmu memanjakan senjaku....

Mentari yang anggun....
Pesonamu tak pernah redup....
Walau pelangi mencoba menghalangi....

Mentari yang anggun...
Indahmu bagai lukisan jingga dalam senja....
Memadu rasa dalam harmoni keagungan....

Mentari yang anggun....
Pesonamu akan selalu memanjakan mata....
Tak pernah padam walau awan gelap mencoba tuk menutupi....
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
LORONG KATA, www.lorongka.com --- kali ini kita akan membahas cara menangkap tikus versi ke II setelah sebelumnya saya memposting cara menangkap tikus dengan bermodalkan kopi.

Kali ini memangkap tikus bukan lagi dengan bermodalkan kopi tapi kali ini kita akan menagkap tikus dengan bermodalkan lombok biji super pedas.

Keberadaan tikus adalah hal yang paling menyebalkan. Keberadaannya adalah sesuatu yang tidak pernah diharapkan atau tidak pernah ditunggu-tunggu.

Tikus itu adalah makhluk paling menyebalkan bagi sebagian orang, entah karena bentuknya yang menjijikan atau karena tikus itu identik dengan kotor.

Kali ini saya akan memberikan tips bagaimana cara menangkap tikus dengan cara sederhana sehingga tikus-tikus tidak lagi berani kembali kerumah kamu.

Pertama-tama anda harus memiliki lombok biji sebanyak mungkin dan yang pasti lombok super pedas. Setelah itu saat anda melihat tikus lalu lalang didepan anda maka usahakan untuk menangkapnya satu ekor.

Setelah berhasil tertangkap maka segeralah sumpel mulut si tikus dengan lombok biji sebanyak mungkin sehingga dia merasa kapok dan kepedasan.

Setelah anda sumpel dengan lombok maka tanyakan padanya agar memberitau semua teman-temannya untuk jangan mendekat kerumah itu karena mereka akan bernasib sama.

Semoga cara ini menjadi cara yang tidak tepat untuk menangkap tikus karena ini hanyalah lelucon dan bagi anda yang membacanya mohon maafkan kami yang penuh dengan canda.
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
LORONG KATA, www.lorongka.com --- Pernah nggak kalian melihat tikus di sekitaran rumah kalian yang mungkin membuat kalian merasa jengkel dengan keberadaanya.

Atau mungkin tidak hanya disekitaran pekarangan rumah tapi bahkan bersarang di dalam rumah. Hal ini tentunya sangat membuat anda merasa jengkel dan ingin mengusirnya bahkan mematikannya.

Keberadaan mereka memang terkadang sangat menyebalkan karena kotorannya, dan juga karena bentuknya yang menjijikkan bagi sebagian orang, nah kali ini saya akan memberikan tips atau cara mengusir tikus dengan mudah dan yang pasti aman.

Anda cukup dengan menyiapkan bubuk kopi karena rupanya kopi sangat berguna untuk menangkap tikus yang membandel di dalam rumah anda.

Setelah kopi anda siapkan pastikan lubang persembunyian tikus anda dan kemudian taburkan bubuk kopi kemulut lubang persembunyian tikus tersebut sekitar 3 sampai 4 sendok kopi.

Setelah anda menaburkan maka tunggu beberapa saat karena setelah tercium bubuk kopi tersebut, kepala si tikus biasanya akan muncul kepermukaan dan bertanya kepada anda "hanya kopi nih, Gula dan air panasnya mana ?"

Nah setelah kepalanya muncul dan bertanya air panas beserta gula maka cepat-cepatlah kamu menyiramnya dengan air panas maka dijamin tikusnya akan mampus.

Karena jika anda tidak cepat menyiramnya dengan air panas biasanya mereka juga akan meminta gorengan. Dan pastikan saat menyiram dengan air panas, tikusnya terkena karena jika tidak mengenai tikusnya maka mereka akan berterima kasih dan mereka meminta tolong mengaduknya dan memintamu membawa gorengan biar lengkap ada kopi dan gorengan.

Selamat mencoba dan semoga anda tidak berhasil. Upsss maksudnya semoga anda berhasil.
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
LORONG KATA, www.lorongka.com --- Dunia modernisasi memang membawa dampak yang sangat luar biasa bagi manusia tidak hanya dari segi positif tetapi tak jarang juga membawa dampak yang negatif.

Salah satu contoh media sosial tak jarang merubah karakter seseorang karena mudahnya orang lain mengunggah konten sehingga orang lain dengan mudah menirunya.

Dimulai dari gaya berbusana, prilaku, sampai kepada gaya bahasa yang sering kita dengar atau dalam kata lain adalah bahasa "alay" namun hal itu masih wajar karena manusia yang melakukannya. Karena seperti yang kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk paling pandai dalam meniru.

Coba bayangkan kalau yang punya media sosial adalah monyet. Sambil gelantungan mereka selfi-selfi lalu di upload di medsos dan di beri caption. Atau mereka saling berbalas chat di medsos.

Monyet 1: monyet dua posisi lagi dimana sekarang bro ?

Monyet 2: lagi gelantungan nih bro di atas pohon beringin.

Monyet 1: dibagian mana bro, aku juga lagi di pohon beringin nih.

Monyet 2: loe tengok kearah atas, gue ada di atas lo. Kan kita barengan tadi naiknya.

Monyet 1: o iya gue lupa bro, sory, sory yah. Gue chat monyet 3 dulu yah posisinya dimana. Monyet 3 posisi loe sekrang ada di mana ?

Monyet 3: ngapain loe chat gue, kan gue skarang yang lagi cariin kutu kamu.

Monyet 1: o iya maaf maaf, monyet 4 posisi sekarang ada dimana ?

Monyet 4: gue lagi di gunung nih bro, lagi pacaran ama yayangnya gue, nikmatin pemandangan. Asik taoooo.

Monyet 1: bentar malam mingguan di hutan yah, gue tunggu ini kalian semua.

Monyet 4: hey hey hey kan kita tinggalnya emang di hutan cin. Emang ada acara apa bentar cin ?

Monyet 1: bentar kita ada acara makan pisang, karena gue lihat pisangnya pak slamet udah matang. Jadi sebelum loe kesini singgah minta pisangnya pak selamet yah dan bawa kesini.

Monyet 4: oke deh cin bentar gue meluncur deh kalo hari udah mulai petang. Daa cin. Jaga diri kamu yah disana jagan tinggi-tinggi kalau manjat entar loe jatuh mampus lagi.
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
LORONG KATA, www.lorongka.com --- Pernah nggak kalian beli makanan di warung-warung makan. Atau mungkin kalian pernah makan di tempat, rasanya pasti enak. Tapi semuanya pasti pernah membeli.

Tapi gimana jadinya kalau yang beli makanan itu adalah orang yang kejiwaannya terganggu dan masuk kewarung makan untuk membeli makanan.

Pembeli: Mba tolong dong saya mau beli makanan.

Penjual: mau pesan yang mana mas ? (Sambil menatap wajah si pembeli)

Pembeli: saya mau ayamnya satu porsi dong mba.

Penjual: mau makan di tempat atau di bungkus mas ?

Pembeli: dibungkus aja mba. (Dengan nada pelan, mata tertuju ke makanan)

Penjual: mau pakai nasi atau nggak mas ?

Pembeli: pakai dong mba, tapi tolong yah mba ayam dan nasinya di pisahin aja, jangan di satuin.

Penjual: kenapa mas ? (Dengan wajah penuh tanya sambil menatap wajah si pembeli)

Pembeli: bahaya mba kalau di satuin ayam ama nasinya. Ntar kalau nasinya di habisin saya mau makan apa mba ?

Penjual: (jengkel, sebel, marah, banting piring, jedotin kepala di tembok sambil loncat-loncat)

Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
LORONG KATA, www.lorongka.COM --- Seperti pada umumnya saat memasuki pelajaran diawal semester, biasanya akan dimulai dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu.

Katanya sih supaya mereka bisa saling mengenal baik siswa dengan siswa yang lainnya maupun siswa dengan guru-guru mereka.

Tidak hanya dimulai dari bertanya namanya tapi kadang dilanjutkan dengan bertanya hobi mereka apa. Dan tidak jarang ada yang memiliki hobi-hobi yang lucu-lucu.

Guru: kamu yang paling didepan nama kamu siapa dan hobi kamu apa ? (Sambil menunjuk salah seorang siswa)

siswa: nama saya Toni pak guru, hobi saya menatap mentari pak.

Guru: wah keren yah hobi kamu, unik sekali. Nah selanjutnya kamu namanya siapa dan hobi apa ?

Siswa: nama saya riko pak guru, kalau hobi saya menatap mentari pak guru.

Guru: sama yah hobinya unik sekali. Sekarang selanjutnya nama kamu siapa dan hobi kamu apa ?

Siswa: nama saya tarno pak guru, dan hobi saya juga senang menatap mentari pak guru.

Guru: wah sama semua yah hobinya jagan-jangan hobinya janjian nih. Sekarang nama kamu siapa ran hobinya apa ?

Siswa: nama saya mentari pak guru dan hobi saya mengenakan rok mini.
 
Guru: (muka memerah mengambil penggaris dan pasang ekspresi marah) pantas aja yah kamu suka lihat mentari, rupanya mentari ini yang kalian suka tatap. (Plak, plak, plak. Sambil memukuli siswa yang bandel-bandel itu)
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
LORONG KATA, www.lorongka.com --- kali ini kita akan belajar nama-nama hewan tapi kali ini kita akan belajar tentang nama-nama hewan aneh yang sering kita dengarkan.

Saya yakin semuanya pasti pernah mendengar nama-nama hewan ini, hanya saja mungkin kita tidak pernah menyadarinya. Nah kali ini saya akan menjelaskan sederet nama-nama hewan aneh yang sering kita dengarkan.

Hewan yang paling pintar selingkuh, (buaya darat) ngeliat yang bening-bening dikit langsung di deketin lama-lama dipacarin.

Hewan super-super genit, (keong racun) kan ada tuh di lagunya, baru kenal udah ngajak tidur.

Hewan yang paling pintar, (kutu buku) gimana nggak pintar kalo dikit-dikit eh baca buku, kemana-mana bawa buku. Dasar kutu buku.

Hewan yang paling teraniaya, (kelinci percobaan) kasihan banget yah dianya, lagi melakukan penelitian malah dia terus yang jadi korban percobaan.

Hewan yang paling kasihan hidupnya, (adu domba) dikit-dikit dia yang diadu, kasihan banget diadu mulu' hidupnya.

Hewan yang hidupnya paling bodoh, (angry bird) mau aja dianya di lempar-lempar, bukannya menolak d lempar malah ketawa kalau di lempar.

Tikus paling kaya dan pandai ngeles, (tikus kantor) perhatikan aja di TV kalau dia lagi di audit ngelesnya paling pintar dan liahat aja kantongnya, tebal banget karena sembunyiin uang rakyat.

Hewan paling senang berkeliaran kalau malam, (kupu-kupu malam) perhatikan, kayaknya masih banyak tuh di pinggir-pinggir jalan dan kadang-kadang stopin om-om yang lagi lewat.

Hewan yang dari dulunya sampai hari ini masih menyebalkan, (kutu kampret) biasa tuh kalo lagi kumpul-kumpul sama teman terus ada yang nyebelin, pasti loe ngatain dasar kutu kamparet.
Tweet Share Share Share Share Share


LORONG KATA, www.lorongka.com -- Pernah nggak kalian bayangin betapa lucunya kalau semua animal berkumpul dan mereka punya media sosial masing-masing.

Salah satu contoh misalnya semua animal berkumpul di facebook, twitter atau instagram dan saling lempar status dan saling komentar status sama lain.

Coba bayangkan saat mereka mengupload photo dan memberikan caption-caption lucu dan di komentari animal lainnya.

(Sapi upload foto di facebook lalu memberi caption) selfi detik-detik menegangkan so besok udah lebaran idul adha, maafin semua kesalahan-kesalahan gue yah teman. (Dikomentari sama hewan lain "yang sabar yah bro, semoga ellu bahagia di alam sana.")

(Kutu upload foto dan di kasi caption) nih lagi di kepala manusia yang penuh dengan ketombe, ada yang pengen bantuin gue nggak ? Gue udah nggak tahan nih bau banget nih kepala. (Dikomentari oleh hewan lain "tungguin gue di situ yah bro nttar gue jemput. Loe sand locations aja biar gue langsung meluncur."

(Ayam upload foto lalu diberi caption) selfi dulu ah biar nggak setres menunggu giliran. Sobat dumay, bsok gue ngga online lagi yah karna gue udah masuk KFC. (Dikomentari sama hewan lain) "wah loe keren, hari ini loe masih d kandang berjibaku dengan kotoran dan sampah, besok loe udah bisa masuk KFC, wah itu keren banget".

(Cumi-cumi updet status) wah seger banget nih habis ngisi tinta jadi gue bisa balapan lagi renang sama hiu. (Dikomentari sama hewan lain) "semoga loe berhasil bro ngalahin hiu, cemungut, cemungut, cemungut kakak."

(Nyamuk update status) wah keren banget nih akhirnya gue berhasil memecahkan rekor penyebar HIV aids terbanyak yaitu sebanyak 10.000 manusia akhirnya meninggal karena HIV aids. (Dikomentari hewan lain) "loe keren banget bisa pecahin rekor, selamat yah dan sukses selalu kamunya"

(Kambing update status) yes yes yes akhirnya besok giliran gue, parjo akhirnya diaqiqah juga. (Dikomentari kambing lain) "bro boleh nggak kita tukaran, udah tiga puluh tahun nih gue nunggu giliran tapi nggak dapat giliran sampai hari ini"

Tweet Share Share Share Share Share

Image from Google
 POTRET ANAK JALANAN

Masihkah ada yang peduli, kepada nasib pemuda masa kini, membanting tulang hanya untuk sesuap nasi, diantara kepungan polusi.

Bergulat dengan matahari, berteman dengan polusi, bergerak tanpa henti, walau terkadang perut tanpa isi.

Walau hari-hari mereka tak seindah pelangi, tapi mereka tak pernah bersedih hati, walau kantong tak setebal pejabat korupsi, tapi mereka tetap berbangga diri.

Terkadang timbul didalam hati, kenapa hidup sekejam ini, kenapa hidup tak pernah memihak kepada kami, dan kenapa nasib kami tak pernah dipeduli.

Inilah nyanyian kami anak jalanan, yang ditinggal oleh jaman, hanya bermodal belas kasihan, karena hidup tak pernah nyaman

Berjuang ditengah kota metropolitan, hanya untuk masa depan, agar tidak ditelan oleh jaman, walau hapan kini tinggal kenangan.
Tweet Share Share Share Share Share

Image from google
 SYAIR DAN DOA UNTUK ROHINGYA
(andika putra)

Masihkah ada hati yang tertinggal, melihat saudara kita di rohingya dipenggal, berlarian tanpa bekal, berharap deritanya tidak kekal.

Hari ini engkau berdarah lagi, karena ketenanganmu kini dizalimi, oleh orang-orang yang tak mempunyai nurani, hanya karena agamamu yang dimusuhi.

Deritamu ini sungguh menyayat hati, kalian terusir dari negeri sendiri, terbunuh dan tak lagi diakui, sementara kini rumahmu dilahap api.

Korban berjatuhan setiap harinya, ribuan orang meregang nyawa, tak kenal muda ataupun tua, dan itulah potret kehidupan muslim rohingya.

Tetap sabarlah menghadapi cobaan ini, karena kelak ketenangan akan kau dapati, walau rintangan harus bisa kau lewati, agar mendapat ketenangan yang abadi.

Tetaplah menjadi pemimpi, kelak derita ini tidak lagi terjadi, tetesan-tetesan darah tak lagi kau dapati, karena ketenangan akan kau nikmati.

Pusi ini kukirimkan untuk muslim rohingya, karena ku tak mampu berbuat apa-apa, hanya syair berisi doa, agar kelak kau bisa terbebas dan tertawa.
Tweet Share Share Share Share Share


Potret Para Koruptor
(andika putra)

Kami memang tak pandai, namun kami punya hati dan harga diri, tak seperti pejabat kami, yang pandai berpesta korupsi.

Perut kami memang tak berisi, tapi hati kami penuh dengan isi yang peduli akan negeri ini, tidak seperti denganmu yang tak punya hati, yang hanya tau memperkaya diri.

Tubuh kami memang kotor, tapi hati kami tidak kotor, tak seperti para koruptor, yang kerjaannya hanya molor.

Kami belum lupa janji yang kau tebar ternyata hanya untuk tahta, kerpercayaan terjual hanya karena harta, tak tau lagi cara peduli sesama, dan membiarkan rakyat menderita.

Mungkin mereka bangga menjadi koruptor, agar nama mereka bisa tersohor, meski dengan cara-cara yang kotor, agar mereka bisa memecahkan rekor.

Inilah potret pejabat negeriku yang luas, dihantui oleh pejabat-pejabat buas, yang punya cara-cara culas, dan tak pernah puas negeriku dikuras.

Puisi ini kutujukan untuk negeri ini, agar kita lebih peduli, supaya tidak ada lagi yang masuk jeruji, dan menjauhkan ego memperkaya diri.
Tweet Share Share Share Share Share





Image, admin www.lorongka.com

 Jeritan Dibalik Janji
(Andika Putra)

Kami bagaikan daun kering diatas air, terbawa arus yang terus mengalir, yang hanya mampu menerima takdir, walau nasib tak pernah terpikir.

Apakah demokrasi hanya untuk para yang berdasi, disaat rakyat menderita dan butuh nasi, yang kami butuhkan bukan janji, tapi kami butuh bukti.

Disaat harga semakin naik, kamipun semakin hari semakin tercekik, bukannya nasib semakin membaik, tapi kemiskinan semakin melonjak naik.

Saat warna pakaian kami semakin pekat, sang penguasapun semakin mengkilat, saat mendapat mandat dari rakyat, tapi nasib kami sedikitpun tak pernah dilihat.

Masih belum terlupa saat pesta demokrasi, kau datang dengan menebar janji, dan kutatap matamu yang penuh dengan ambisi, akan keinginanmu mengejar kursi.

Saat kursi telah kau miliki, janji-janjimu kini telah menjadi basi, disaat kami merintih dan butuh nasi, tapi kini kau malah berpesta korupsi.
Tweet Share Share Share Share Share

Andika Putra, admin www.lorongka.com
 Derita Rakyat Jelata
(andika putra)

Wahai sang pemilik kuasa, tidakkah kau lihat banyak derita, hidup kami sang rakyat jelata, yang selalu bermandikan air mata.

Kami hanya rakyat yang ingin melihat pelangi, walau kadang terhalangi oleh mentari, hidup sejahtera tanpa korupsi, yang tidak hanya tau memperkaya diri.

Kami hanya rakyat jelata yang dipecundangi oleh negeri, dibuai oleh mimpi, dibodohi oleh janji, namun nyatanya hidup bagai dirantai.

Apa gunanya menjadi pemimpi, jika pada akhirnya hanya bisa gigit jari, apa gunanya janji-janji, jika pada akhirnya hanya bisa korupsi.

Alam kami kaya tapi digondoli beramai-ramai, hanya untuk keuntungan pribadi, tanpa peduli nasib kami, yang menderita setiap hari.

Kami rakyat jelata terus menjerit, melihat penguasa dengan perut buncit, hidup memang sangat sulit, diantara para penguasa yang berduit.

Para penguasa meneguk jus buah, sementara rakyat jelata menangis darah, para penguasa dirumah mewah, sementara rakyat jelata diantara sampah.
Tweet Share Share Share Share Share

Andika putra, admin www.lorongka.com
Nasib Para Jelata
(andika putra)

Bangkit menatap cakrawala, dibalik awan terdapat sejuta asa, melawan penindasan dengan suara, meski harus kelaparan disudut kota.

Hanya gitar tua menjadi teman, diantara debu-debu jalanan, berteriak melawan kekerasan, meski nyawa yang jadi taruhan.

Semangat dan harapan menjadi senjata, berdiri dan bersatu dijantung kota, menangih janji untuk nasib para jelata, yang tak kunjung jadi nyata.

Kini janji tinggal menjadi kenangan, rakyat jelata menjadi sasaran, walau harus hidup dalam kemiskinan, menatap penguasa yang hidup dalam kemewahan.

Hanya sampah menjadi makanan, dari sisa para penguasa jalanan, kepercayaan berubah menjadi kekecewaan, karena janji tak pernah kau wujudkan.

Kini hidup bagai tikus-tikus jalanan, yang menjadi sasaran para pemilik kekuasaan, tak ada lagi pengorbanan, karena yang subur adalah pencitraan.

Puisi ini kutujukan untuk para saudaraku, yang tidur berbantal batu, walau kadang makanmu tak menentu, tapi semangatmu tak boleh membatu.
Tweet Share Share Share Share Share

Images from kompasiana
Indah Dalam Perbedaan
(andika putra)

Manusia tercipta serupa tapi tak sama, ada pria dan ada wanita, ada yang muda dan ada yang tua, berbeda bahasa dan juga suku bangsa.

Perbedaan bukan untuk pertikaian, tapi perbedaan untuk persatuan, perbedaan bukan untuk perpecahan, tapi perbedaan untuk keindahan dan kenikmatan.

Keindahan tidak hanya tentang kesamaan, tapi keindahan juga nampak dalam perbedaan, kenikmatan tidak hanya dalam persamaan, tapi kenikmatan juga tentang perbedaan.

Pelangi berwarna tak sama, namun akan tetap indah dipandang mata, bersatu menghiasi cakrawala, dibalik awan yang sedang bercahaya.

Perbedaan tercipta agar kita saling menghargai, perbedaan tercipta agar kita saling menghormati, perbedaan tercipta agar kita saling memahami, perbedaan tercipta agar kita saling melengkapi.

Perbedaan adalah keindahan yang nampak dalam persatuan, perbedaan adalah kenikmatan yang nampak dalam persaudaraan.
Tweet Share Share Share Share Share

Darah Dan Air Mata
(andika putra)

Seperti malam tanpa cahaya, gelap berselimut duka. Seperti duri dalam nadi, perih tanpa henti. Seperti sinar menyengat kulit, perih merintih menjerit.

Nyanyian-nyanyian merdu berganti dengan tangisan, tawa para penduduk berganti dengan kesedihan, teriakan dan kegembiraan anak-anak berganti dengan jeritan.

Mereka bagai perahu tanpa nahkoda, terombang-ambing ditengah lautan tak tau mau kemana, berjalan tanpa arah, tak ada lagi tawa yang ada hanya gelisah.

Mereka diburu bagai hewan pemuas nafsu, tetesan air mata terus mengalir setiap waktu, peluru-peluru bagai hantu melesat tak menentu, percikan darah terus mengalir membentuk danau.

Tak ada lagi rumah tuk bersembunyi, tak ada lagi ruang tuk berlari, tak ada lagi keberanian tuk membela diri, tak ada lagi tawa dalam hati karena semua telah mati, bagai luka dalam air garam perih menyayat hati.

Kami ingin berbuat tapi kami tak bisa apa-apa, kami hanya berdoa agar kamu dijauhkan dari dosa, kami hanya berdoa agar tak ada lagi duka dan nestapa, dan kami hanya berdoa agar kelak tagismu berubah menjadi tawa.
Tweet Share Share Share Share Share

Admin www.lorongka.com
PAK TANI
(Andika Putra)

Ketika gelap malam ditelan sinar sang mentari, petanipun mulai melepas lelah, memasang sejuta asa dipundaknya berharap mimpi jadi nyata.

Saat pagi memancarkan pesonanya, nyanyian burung berlomba-lomba diantara gemericik air, sawah-sawah memancarkan hijaunya menambah asa pak tani akan hasil yang lebih baik.

Terik tak menjadi masalah, hujan tak jadi penghalang, lelah menjadi teman karena mimpi dan tanggungjawab telah bersarang dipundaknya.

Dikala terik terus menerjang, anak-anak melocati sungai dengan riang, ternak-ternak tak lagi tenang, wajah mulai usang, keringat pun terus mengalir sepanjang siang.

Tak ada keluh diantara mentari, tak ada tangis diantara duri, tak ada amarah dalam tari, tak ada sepi yang buatmu berlari, karena kau titip harap pada pelangi.

Malam tiba membawa jiwa dalam sepi, jangkring-jangkrik tak mampu lagi tuk berbisik, hanya lelah yang terus mencabik dibalik rembulan yang terus berbisik akan nasib yang tak kunjung membaik.
Tweet Share Share Share Share Share


Rindu Dalam Semilir Angin Malam
 
Malam datang dengan penuh kebisuan, mengorek kalbu dalam kesunyian, dibalik terpaan angin tersirat seribu tanya akan rindu yang masih melekat dalam hayal.
 
Ketika malam semakin gelap, matapun enggan tuk terpejam. Jangkrik-jangkrik mulai bernyanyi, dibawah sinar sang sang rembulan, rindupun mulai menghampiri.
 
Andai kumampu bernyanyi, kuakan menyanyikan bait-bait rindu yang kusulam dengan indah dan kutitipkan pada semilir angin malam berharap rindu itu sampai padamu.
 
Sinar bintang-bintang semakin menjebakku dalam rindu yang tak bisa ku sembunyikan, dan kuharap bulan dapat memberi sinarnya agar kudapat memeluknya dalam banyangan rindu yang semakin nyata.
 
Hati seakan memberontak dalam belenggu cinta yang tak pernah usai. Gelap malam seolah memberi arti akan rindu yang tak akan pernah bisa terwujud walau malam tak lagi datang.
 
Telah hilang semua kata yang kurajut dengan indah, dan kutersesat dalam asa akan rindu yang semakin menggila dalam buaian malam yang tak pernah membebaskanku akan rindu yang semakin akrab.
 
(Andika putra, WWW.LORONGKA.COM)

Tweet Share Share Share Share Share


Jagalah Aku Untukmu


Wajah alam yang tampak indah kini berubah dan hampir mati, melihat ini seolah jaman tak lagi ingin tau. Kerusakan tak lagi menjadi hal yang tak biasa dan kini burung-burung hanya mampu menjadi penonton.

Manusia kini seakan tak ingin tau. Langit tampak menjadi kosong, kepakan sayap burung tak lagi terlihat, kicauan merdu yang menjadi pengantar pagi kini tak lagi mampu tuk didengarkan.

Kepedulian tak lagi terlihat. Tak sedikit kemajuan seakan mengeruk keindahan alam. Kesadaran tak lagi terlihat, kerusakan semakin parah, yang ada hanya tawa puas sang predator alam.

Alam mulai menangis akibat keidahannya direnggut sang predator. Danau mulai mengering, hijau tak lagi nampak, dan kini pemanasan global tak lagi mampu kau indahkan.

Petani tak lagi mampu tersenyum, sawah mulai mengering, padi-padi mulai layu, bahkan pergantian musimpun tak lagi menentu. Jangkrik dan katak akan mati, para penggembala tak lagi melihat hijaunya rumput dan sapi-sapi hanya bisa makan tanah.

Ini bukan kesalahan alam, ini bukan kesalahan para petani, dan ini bukan kesalahan hewan-hewan, tapi ini kesalahan para predator alam yang tak lagi memiliki sisi kepedulian namun yang ada hanya ego untuk menghancurkan alam.

Polusi bukan lagi hal yang tak biasa, kelaparan kini menjadi hal yang biasa, rasa haus kini menjadi teman yang siap menghantui. Semua itu karena keseimbangan alam yang tak lagi terjaga.

Mari kita hilangkan sifat ego dan kita tunjukkan sifat peduli akan alam, jangan biarkan sang predator alam menghancurkan alam kita, dan berikan yang terbaik pada alam agar kelak cucu-cucu kita dapat menikmati indahnya alam kita.

(Andika Putra, WWW.LORONGKA.COM)

Tweet Share Share Share Share Share


Aroma Cinta Dalam Diam

Kau hadir diantara cahaya bintang-bintang, bersinar dengan indah, bercahaya dengan terang, sampai mata tak lagi mampu berpaling dari keindahan cahayamu.

Kau hadir dengan sejuta kelembutan, memberi warna baru dalam hidup, menyembuhkan luka masa lalu dan memberi cinta dalam hidup yang lebih baik.

Kau hadir diantara telaga penghapus dahaga, memberi kesejukan dalam jiwa, menghapus dahaga akan cinta yang telah lama aku nantikan, dan kau bagaikan telaga penghapus sepi.

Kau adalah cinta yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Kau adalah keindahan diantara semua bunga, dan kau adalah kebahagiaan yang akan hidup abadi dalam cinta.

Kau yang selalu hadir dalam setiap mimpi hingga kumerajut asa dalam hidup. Apakah ini cinta atau kutukan, sehingga bayangmu tak lagi mampu hilang dari khayalku..

Kau yang telah menebar cinta, sehingga kulupa akan rasa pahitnya hidup dan kuterbuai dalam manisnya madu. Melayang dalam khayal dan kulupa akan caranya menapakkan kaki dalam hidup yang penuh dengan bebatuan.

Kau hadir dengan memberi kebungkaman sehingga rasa ini tak lagi mampu kuungkapkan dengan kata, hanya bait-bait puisi yang kutorehkan dalam kertas berharap kau dapat membacanya dan mengerti akan rasaku.

(Andika putra, WWW.LORONGKA.com)

Tweet Share Share Share Share Share

Kematian Semakin Dekat
 
Ijinka, akan kubaringkan raga ini dalam lelap karena raga ini telah dipenuhi dengan salah. Ijinkan, akan kusandarkan raga ini dalam lelap karena raga ini telah dipenuhi dengan dosa.
 
Dalam doa kau minta jannah kepadaNya, namun kau harus sadar bahwa langkahmu selama ini masih jauh dari jannahNya. Langkahmu masih sering menjamahi rongga-rongga kehidupan yang jauh dari perintahNya sehingga kau lupa bagaimana cara meraih jannahNya.
 
Kau tak boleh lupa bahwa suatu saat kau akan terbaring lemah tak berdaya hingga kau tak lagi dapat melarikan diri dari dosa yang telah kau perbuat hingga penyesalan tidak lagi menjadi mungkin.
 
Kau tak boleh lupa bahwa ada masa ketika perjalananmu diiringi dengan air mata, tanah menjadi tempatmu yang abadi dan ulat yang akan menjadi temanmu yang setia hingga tubuhmu hancur tak tersisa.
 
Kau tak boleh lupa bahwa akan ada tempat abadi yang akan kau tuju, tempat terakhir kau akan mempertanggungjawabkan semua perilakumu. Jeritan, tangisan, dan genangan air mata bukan lagi hal mustahil yang akan kau saksikan.
 
Kau tak boleh lupa bahwa dunia hanyalah tempat untuk mempersiapkan bekal kehidupanmu yang abadi, harta, tahta ataupun jabatan tak pantas kau jadikan ambisi, tapi ingat bahwa sang pemberi napaslah yang harus dijadikan ambisi
 
(ANDI -- LORONGKA.COM)

Tweet Share Share Share Share Share

Andika putra, admin lorongka.com
Anak Jalanan

Tawa lepas yang kau tunjukkan, seolah menjadi pertanda akan bahagianya dirimu. Namun taukah kau bahwa dibalik tawa itu menyimpan kesedihan yang teramat.

Apakah kami tidak lagi punya tempat untuk hidup lebih layak, ataukah mata dan hati kalian sudah tertutup untuk memberi ruang kehidupan yang nyaman bagi kami.

Ini bukan mimpi kami dan ini bukan ingin kami. Hanya suara petikan gitar tua yang mampu memahami isi hati kami dalam setiap langkah di sudut-sudut kota tua.

Terpahan debu terbawa angin menjadi makanan bagi kami, keringat menjadi bukti harapan untuk dapat hidup lebih baik, terik sang mentari menjadi cambuk namun tak dapat mematahkan asa.

Polusi tak lagi menjadi masalah, ocehan tak lagi jadi amarah. Karena semua itu telah menjadi teman bagi kami anak-anak jalanan yang haus akan kehidupan yang layak.

Setiap sudut kota telah menjadi rumah bagi kami. Terkadang tumpukan sampah menjadi bantal yang mampu meninabokan mimpi kami. Dan yang tak kalian makan itulah yang menjadi makanan bagi kami. Masih adakah ruang bagi kami untuk hidup lebih layak ?

(Andi, www.lorongka.com)
Tweet Share Share Share Share Share

Admin lorongka.com, andika putra
Ibu

Ibu, kau adalah surga bagi kami anak-anakmu, kau adalah kasih bagi kami anak-anakmu, kau adalah cinta yang tak akan pernah hilang dari kami, dan kau adalah pahlawan bagi kami.

Ibu, jasamu tak akan pernah kami lupa sepanjang masa, jasamu tak akan pernah bisa terbalaskan walau seluruh usiaku kuhabiskan untukmu, dan jasamu tak akan pernah tergantikan hingga maut kami datang menjemput.

Ibu, kumohon biarkan kasihmu itu tetap abadi di dalam hati kami. Biarkan cintamu tetap kami rasakan sepanjang hari, dan biarkan pelukanmu tetap abadi dalam hangat kami.

Ibu, engkau adalah sosok yang tak pernah mengeluh akan perilaku kami, engkau yang tak akan pernah bosan dengan tingkah kami dan engkau yang tak akan pernah membiarkan kami menangis walau setetes.

Ibu, tak pernah kurasakan kasih sayang seperti ini. Dirimu laksana mentari yang selalu memberikan cahaya kehangatan bagi kami, dan dirimu laksana embun yang selalu memberikan kesejukan dihari-hari kami.

Ibu, ku tau bahwa dikelopak matamu kau sembunyikan banyak air mata bagi kami anakmu yang nakal, disetiap perintahmu terkadang kami menolak, dan disetiap nasihatmu kadang kami melawan.

Ibu, kami hanya berharap agar kelak kami dapat membanggakanmu, memuliakanmu, menghapus setiap tetesan air matamu, dan kami berharap dapat merubah sedihmu menjadi tawamu.

Ibu, biarkan surga itu tetap pada telapak kakimu, biarkan biarkan cahayamu tetap terpancar, biarkan sosokmu menjadi panutan, dan biarkan sinarmu tetap menjadi penuntun jalan kami.

(Lorongka.com, andi)

Tweet Share Share Share Share Share

Admin lorongka.com, andika putra
Cinta Menjadi Bangkai
(andi)

Gelap malam menambah kesunyian. Kibasan angin menambah kebisuan, merasuk, menembus setiap rongga-rongga kehidupan, perlahan merongrong jiwa yang beku.

Debu jalanan menjadi penghapus memori-memori palsu. Harapan, rindu, dan kenangan menjadi saksi sejarah yang telah kau goreskan dalam luka.

Gemerlap bintang membuka tirai kegalauan jiwa, melayang bersama imaji menutup pintu-pintu mimpi yang pernah kau ukir bersama bayanganmu.

Mentari tak lagi mampu menampakkan cahayanya, kini lukisan indah yang pernah kau goreskan dilangit biru ditelan awan hitam kesedihan.

Terang menjadi muram, kehidupan gelap yang tak pernah terjamah kini mulai menjadi topik yang utama, mungkin hidup tak lagi sama.

Waktu demi waktu kian berlalu, kini cinta menjadi bangkai meninggalkan aroma kegalauan yang tak pernah dapat aku pahami. Hidup memang tak sama tapi harapan akan tetap sama walau harapan akan menjadi kenangan.

(Andi, lorongka.com)
Tweet Share Share Share Share Share

Admin lorongka.com, andi
Sepucuk Rindu Kutitip Pada Hembusan Angin
(andi)

Setiap hembusan lembut, kutitipkan sejuta cinta akan hadirmu. Setiap hembusan lembut kutitipkan sejuta harapan akan dirimu, membasuh sepi, mengoyak rindu.

Kunyanyikan bait-bait kerinduan dan kutitipkan pada hembusan angin berharap menembus dinding waktu, membangkitkan cinta disetiap lorong-lorong keriduan.

Angin, bawa rinduku bersamamu menuju tempat cintaku berdiam, melayang kearah keabadian cinta yang tak pernah lepas dari genggamanku.

Angin, ajari aku tentang cinta. Angin, ajari aku tentang rindu. Angin, ajari aku tentang kelembutan rasa yang akan selalu bersemayam dalam jiwa yang beku.

Angin, sampaikan padanya tentang kisah yang belum usai, tentang mimpi yang belum terwujud, tentang rindu yang tak bisa ku hilangkan, dan tentang cinta yang masih bersemayam dalam dinding penantian.

Angin, apakah ini rindu yang menggelora. Tolong bisikan padanya tentang rasa, tentang kisah yang masih menggelora di dalam jiwa yang lumpuh tanpanya.

Angin, ajari aku tentangmu, tentang rasa yang tak dapat kulihat, tentang rasa yang tak dapat aku tangkap tapi mampu kurasakan getaranya.

(andi, lorongka.com)
Tweet Share Share Share Share Share

Admin lorongka.com, Andi
TENTANG KAMU
(andi) 

Kamu adalah sosok yang tak akan pernah bisa hilang dari akalku, kamu adalah bayang-bayang yang tak akan pernah hilang dari langkahku, kamu adalah mimpi yang tidak pernah terlupa dalam lelapku, dan kamu adalah rasa yang abadi dalam khayalku..

Kamu tak hanya sekedar mentari yang memberi terang dalam langkahku, kamu tak sekedar pelangi yang memberi warna pada langit, dan kamu tak sekedar udara yang memberi napas dalam hidupku. Tapi kamu adalah bumi tempatku berpijak, tempatku terdiam, dan tempat asaku kusandarkan.

Kamu bukan masalah yang menjeratku dalam duka, memenjarakanku dalam luka, dan menghanyutkanku dalam lautan asa, tapi kamu adalah keidahan yang memberikanku harapan akan gejolak cinta disetiap lamunan tentangmu.

Kamu adalah rasaku yang tak bisa ku hilangkan, kamu adalah rinduku yang tak bisa kusembunyikan, kamu adalah mimpiku yang tak bisa kuhentikan, dan kamu adalah harapanku yang tak hentinya-hentinya kupanjatkan.

Kamu adalah inginku yang terus mengalir dalam alunan kemesraan, kamu adalah inginku yang terus bersemi dalam hembusan napas keindahanmu, dan kamu adalah inginku yang terus mendekap dalam pelukan yang abadi.

(lorongka.com, andi)
Tweet Share Share Share Share Share

Admin www.lorongka.com, andi

Sebutir Asa Dibalik Tetesan Embun

Kala jarak menjadi alasan, maka hanya embun yang menggelayut di rerumputan selalu setia menjadi teman bercanda yang tidak pernah menghianati pagi.

Dalam asa terdapat mimpi serupa embun yang selalu setia mengetuk pintu sang mentari yang lelap dalam buaian malam. Bagun dari mimpi memberi cahaya pada dunia yang penuh asa.

Seperti embun yang selalu menampakkan kesetiaan dalam jernihnya. Mengajakmu menjaga cinta yang bening dalam setiap hembusan napas kesetiaanmu.

Seperti embun. Cintamu begitu murni dan telah mengurungku dalam rasa yang tak dapat ku pahami. Menjadi bumbu dalam setiap langkah yang kutapaki. Tak ada rasa yang lebih dari ini.

Seperti embun. Kau adalah tetesan yang selalu hadir memberi kehidupan dan napas baru bagi jiwa yang telah lama mati. Membangkitkan raga yang telah terpuruk dari sisi gelapnya kehidupan.

(www.lorongka.com, andi)
Tweet Share Share Share Share Share

Andi, Admin www.lorongka.com

Dalam khayalan yang panjang, terdapat satu kisah yang akan ku ungkapkan. Bukan tentang cahaya yang selama ini kurindukan, dan bukan pula senja yang selama ini kutunggui. Tetapi sebuah kisah tentang gelap yang selama ini ku tapaki.

Dalam setiap lorong waktu yang kutapaki terdapat catatan rindu yang menyesakkan, bukan karena kamu tak disini tapi karena senja yang selalu hadir mengingatkan disetiap lamunan.

Aku tak ingin saat kaki tidak lagi mampu melangkah dan tubuh ini mulai membungkuk namun senja itu tetap memberi ingatan yang mampu melumpuhkan tubuh ini.

Aku takut, saat kaki ini kulangkahkan menembus hutan yang penuh dengan harapan, menantang gelap di tengah hutan, namun senja tetap datang mengingatkan sebuah cerita.

Ini bukan inginku atau penyesalanku, ini hanya tentang senja yang selalu hadir memberi ingatan yang tak bisa ku elakkan. Ini bukan karena tingkahmu tapi karena senja yang selalu hadir dalam setiap lamunan.

Karena yang aku tau bahwa senja ini akan tetap hadir memberi cinta disetiap lamunan. Kuharap senja itu akan bermuara pada keabadian denganmu.

(www.lorongka.com, andi)
Powered by Blogger.