January 2018 | LORONG KATA
Tweet Share Share Share Share Share

SAJAK SEGUMPAL DARAH DI NEGERI ANARKIS
(BSJ)

Hujan turun lagi, seolah penghapus duka lara yang kian berkarat di depan mata. 

Ini negeri, negerinya para penyamun anggaran. Meringis memanja meminta sumbangan kekenyangan. 

Tak ada lagi sisa sisa harapan. Sudahlah kawan, sudahi impian kita untuk belajar keliling Jawa. 

Hidup mulai lusuh, kusam ditelan masa. Berkeping berlumur darah dan hilang kendali terabaikan penguasa. 

Tiada lagi yang bisa diandalkan, maut di depan mata. Kiri kanan jalanan berserekan mayat tak berdosa dan tak terurus. 

Mereka, para penguasa! 
Tak lagi bisa berbuat apa apa, tanpa rupiah menjanggal kantongnya yang rakus.

Apalah arti keamanan. Hanya menghabiskan anggaran, lantaran perut kosong anak miskin, nyawa pejuang melayang tiba tiba. Semua tak ada yang melirik. 

Semua berlalu, begitu cepat tak ada yang peduli. 

Negeri dongeng. Berebut kursi, hingga hilang akal dan lupa rakyat. Menjadikan pleno, bahkan paripurna sebagai tempat ngawur dan ngamuk-ngamuk. 

Aku tak punya kuasa, apalagi penguasa. Aku hanya seorang diri yang di titip Tuhan untuk menghamba pada kebenaran. 

Bukan kau, bukan dia, terlebih mereka. Tapi ini adalah perlawanan anak bangsa yang kecewa pada penegakan hukum di negerinya yang malang. 

Suap saja mereka, beli saja hukumnya. Maka kau akan selamat, aman sentosa di dunia. 

Ini untuk kau yang lupa diri dan dia sang penyamun, juga mereka para pmbual, sialan!!! 
Tweet Share Share Share Share Share

IA SENJA PUCUK DARI JUNI
(El-Hijer)
Pada setapak angan
yang kutemui dalam sekepak angin 

pecah begitu saja
menyengsara dijiwa
bikin tiap lambai jadi kata

Ia senja melambai
tapi semua cahaya terkulai 

Ia rindu temu 
tapi semua tentang namamu telah usai 

Ia senja ... pucuk dari Juni

Satu-satunya jarak kesebab 
yang menghubungkan ingatan dalam sepi

Kepada yang berlalu terhanyut 
waktu ...

Kepada yang terayun-ayun angin rindu ...

Kepada yang pernah menua tak tersentuh usia ...

Kepada yang berpulang dalam rupa kenangan ...

Kepada yang menemukan luka sebagai takdirnya ...

Kepadamu ... Rindu kembali bersimpuh !!
Tweet Share Share Share Share Share

SESEPUH PENGGEMAR SENJA
(Sahrul Gunawan)

Malam yang kau namakan kegiatan, kini hanyalah sebatas Kenangan...

Dulu hidupmu tenang, diwarnai dengan rimbunnya pepohonan..

Aku melanggar janji yang pernah kau titihkan untukku. Hei par pengangum senja dulu... 

Ketika kau bercerita kau nampak desebelahku.

Menemani para pujangga yang sedang bercerita tentangmu.

Akanka kau lukiskan kembali, masa dimana kau menjadi penikmat senja?

Tuan tanah yang kau agungkan sebagai penyubur tanaman, 
kini hanya menjadi cerita. Atau kisah paling menyeramkan di masa lampau...

Sesepuh Penikmat Senja... 

Akanka kelak kau hadir menemaniku di persimpaingan jalanku lagi?

Akanka kau menagis melihat negrimu yang biadap ini?

Sesepuhku...
Izinkan aku menjadi bagian darimu pada masa yang akan datang
Tepat dimana senja tak lagi berkobar pada tempatnya.

Sesepuh Penikmat Senja...
Kelak namamu akan kuagungkan sebagaimana kau megangungkan senja di sore itu.

Merintih dadaku kesakitan saat  namamu tenggelam bersama senja...

Bergetar bibirku di setiap mengucapkan namamu, pada mereka yang lupa makna kehidupan.


Tweet Share Share Share Share Share

Negeriku yang ramah
kembali menghidupkan malam dengan pesta
dari kontrakan kamar kamar sewa sampai bangunan kelihatan mewah

Lihatlah kotaku mulai dari :
Stadium club, Dragonfly, Red Square Bar,Blowfish, Immigrant, X2 Nightclub, Club 36, Hotel Alexis, Centro, Dan BAT S.
menyediakan ruang BH-BH yang lapar
menyambut Sempak-Sempak yang pemurah

Pelacur-Pelacur kota..
kau tak perlu bersolek terlalu lama
atau terlalu sibuk memilih warna
sebab mata uang hanya tertuju payadura dan paha

Negeriku memang ramah
tak soal kau beragama apa,
kau datang dari negara mana
asal kau punya modal
kau kuangkat jadi raja untuk menambah kas negara biar bisa menganggarkan pembangunan tempat ibadah dipelosok-pelosok desa.

Negeriku betulkah engkau ramah dan pemurah?
atau para pemimpin yang terlanjur mimpi basah?
Powered by Blogger.