Hindari modus penipuan tapi pemahaman yang kurang, beginilah jadinya


www.lorongka.com - Disebuah desa yang jauh dari keramaian kota, terdapat sebuah rumah yang dihuni oleh dua orang kakak beradik yang hampir setiap harinya saling mengingatkan tentang kebaikan dan saling menjaga.

Kebiasaan saling mengingatkan akan kebaikan dan saling menjaga satu sama lain adalah rutinitas yang selalu mereka lakukan setiap harinya, dan kebiasaan ini berlangsung selama mereka hanya tinggal berdua, karena orang tua mereka sudah tiada.

Suatu ketika, saat adiknya itu pergi berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di kota, terjadi perbincangan yang cukup unik dan menarik, ayo di baca sampai diujung yah biar ngakaknya juga nggak stenga-stengah.

Kakak: kamu mau kemana dek, pagi-pagi begini ? Tumben nggak seperti biasanya.

Adik: biasa kak, mau pergi belanja persiapan selama sebulan. Kakak tau sendiri kan kalau jarak pusat perbelanjaan dengan tempat tinggal kita ini cukup jauh jaraknya.

Kakak: ya sudah, kamu hati-hati yah di jalan. Atau kamu mau kakak temani ?

Adik: nggak usah kak, biar saya aja sendiri yang berangkat. Kakak di rumah aja, biar saya sendiri yang bawa kendaraan kesana.

Kakak: ya sudah, kamu hati hati yah, sekarang banyak modus penipuan, minta nomor telpon lah, minta dianterin lah, minta pin bb lah, minta nomor rekening lah dll.

Adik: iya kak, saya pasti jaga diri kok, kakak tenang aja, doain nggak terjadi apa-apa dengan saya. (Menatap kakaknya dengan senyuman)

Berangkatlah sang adik ke pusat perbelanjaan dan berselang beberapa jam kemudian kemudian, terdengar suara motor dan ternyata yang datang adalah adiknya.

Kakak: kamu sudah pulang dek. Gimana tadi di pasar, ada yang gangguin kamu tidak ?

Adik: iya kak seperti kakak bilang tadi kalau sekarang banyak modus penipuan salahsatunya minta nomor hp lah dan sebagainya. Dan tadi saya beli pulsa di counter, eh malah penjual pulsanya minta nomor hp, yah saya ngga kasih karena tau nggak kak, itu hanya modus dia doang. Mungkin dia kira saya bodoh.
 
Kakak: yah ampun dek dek. Kamu nih gimana sih. Ampun (mulai stresss)