LORONG KATA
Tweet Share Share Share Share Share

Mulutmu Harimaumu
GadisManis

Sungguh biada mulut mulut yang hanya tau mencaci orang

Sungguh jahanam mulut mulut yang hanya tau menghina orang, sungguh miris!

Seolah olah dialah yang paling benar dalam bertindak, seolah olah dialah yang paling suci, namun sayang seribu kali sayang ternyata dia lebih munafik dari perkiraan semesta, sungguh menjijikkan ketika dia mengaku di telantarkan, namun sejatinya dia adalah makhluk yang paling munafik di antara ribuan orang yang dihina dan dicacinya!
Sungguh kasihan!

Bibirnyapun berubah menjadi hitam akibat rengekan, matanya sembab akibat tangisan buayanya, namun Alhasil diapun terjebak dengan sikap sok polosnya, dan pada akhirnya iya jatuh kelubang yang menutup mulutnya untuk tidak terus Menfitnah manusia...

Sungguh, Mulutmu harimaumu
Tweet Share Share Share Share Share

Entah Zaman Apa Sekarang Ini
sutratenriawaru

Entah zaman apa sekarang ini, negara identik dengan kebungkaman..

Entah zaman apa sekarang ini, negara penuh dengan tikus tikus berdasi..

Entah zaman apa sekarang ini, negara tidak lagi memerhatikan keadilan..

Entah zaman apa sekarang ini,semuanya hanya berceritakan tentang uang dan uang, mereka yang tak memiliki harta yang cukup hanya menganga dan semakin tertindas..

Entah zaman apa sekarang ini,dimana pemegang jabatan merasa memiliki hak untuk semuanya, bekerjapun tak akan lulus jika bukan orang dalam yang mengurus..

Entah zaman apa sekarang ini,semua orang berkuasa menghalalkan segala cara untuk tetap menjabat..

Haaa...pusing, pusing, pusing..
Tweet Share Share Share Share Share

LEPAS
sutratenriawaru

Sesuatu yang lepas tak mungkin kembali utuh seperti dulu..

Sesuatu yang lepas tak mungkin bisa kembali lagi..

Sesuatu yang lepas akan terus lenyap, akan terus hilang sampai lepas tak tau arah untuk kembali utuh..

Tapi, tapi orang yang ditinggalkan akan lepas, masih merasa bahwa lepas masih bersama dan tak akan pernah pergi..

Sulit yah, mengembalikan sesuatu yang lepas, bahkan ketika kukejarpun, lepas tak akan menunjukkan wujudnya karna lepas telah pergi dan mustahil untuk bisa kembali lagi dengan utuh..
Tweet Share Share Share Share Share

OPINI --- Mahasiswa merupakan kaum intelektual dan sebagai tulang punggung bangsa ini. Di era milineal ini sebagian besar mahasiswa apatis terhadap sumpahnya sendiri.

Fakta di lapangan mahasiswa lebih memilih diam tak berorganisasi walaupun ikut berorganisasi tetapi hanya ikut ikutan namun tak berpartisipasi dalam perubahan bangsa ini.

Dalam sumpah mahasiswa poin pertama mengatakan kami mahasiswa Indonesia bersumpah bertanah air satu tanah air tanpa penindasan. Dengan melihat realitas saat ini,masih banyak terjadi penindasan di bangsa yang tercinta ini,Namun sebagian besar mahasiswa lebih memilih diam dan mengikuti arus kaum Borjuis yang monopoli SDA dengan menerapkan sistem kapitalisme nya.

Poin kedua sumpah mahasiswa yaitu bersumpah berbangsa satu bangsa yang takluk terhadap keadilan,Namun fakta di lapangan masih banyak ketidak Adilan di negeri ini,kita bisa melihat hukum tumpul keatas tetapi tajam kebawah. Fakta nya para koruptor di potong masa tahanannya bahkan bisa mengikuti calon legislatif padahal mereka sudah menipu jutaan rakyat,entah apa yang dipermainkan sehingga melakukan itu.

Mari berpikir logis seorang nenek mencuri makanan demi kebutuhan nya tetap saja dihukum. Tetapi perlu kita ketahui historis pencurian makanan tersebut, karena disini ketidakadilan nya para penguasa sehingga masih banyak rakyat miskin kota yang kelaparan. Dimana peran mahasiswa dalam melihat kondisi ini?

Poin ketiga mahasiswa bersumpah bahasa tanpa kebohongan. Mari melihat sebagian mahasiswa tidak berani menyuarakan kebenaran, entah apa alasannya. Namun itu merupakan penghianatan terhadap pendahulu kita yang rela mati demi kebenaran.

Wahai mahasiswa ayo bangkit dari tidurmu jangan biarkan kaum intelektual terlena dengan kondisi sekarang bahkan jangan bersikap apatis atau hipokrit.

"Manusia yang paling mulia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya"

Penulis : Sudirman
Tweet Share Share Share Share Share

OPINI --- Pentingnya membangun partisipasi masyarakat dalam membangun kampung/ Mungkinkah pemuda kembali ke Kampung.

Secara sederhana konsep partisipasi terkait
Dengan keterlibatan suatu pihak dalam suatu kegiatan. Selama ini tingkat partisipasi masyarakat tetap dipertahankan Sampai saat ini, misal sifat gotong royong (aseddi sedding)
Saya selaku pemuda desa tompobulu mengapresiasi kepada Tokoh masyarakat, toko pemuda, tokoh adat dan tokoh wanita Atas kontribusinya dalam meningkatkan persatuan Dan kesatuan dikampung kami. 
Sehingga sampai saat ini masih dapat dipertahankan. Jadi sedikit harapan saya kepada pera pemuda yang sudah kuliah diluar (kota) dan Dari ilmu yg didapatkan di bangku kuliah dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.
Walaupun euforia terhadap kota memang tak dapat dihindari. Namun bagi saya tempat yang terbaik bagi mereka itu adalah kembali ke Desa, kenapa! Karena di Desa banyak peluang usaha yang belum diketahui masyarakat adapun peluang dibidang yang lain yang belum sama sekali tersentuh. Jadi harapan satu satunya adalah ada pada pemuda untuk menciptakan suasana baru.

Penulis: Rustan Ansar
Tweet Share Share Share Share Share

Perubahan
Sutra tenri awaru

Hidup adalah serangkaian kata yang mempunyai arti.
Kata yang disusun sehingga menjadi kalimat, begitu juga kehidupan.

Terkadang terjatuh adalah hal yang paling ditakuti kenapa tidak? Terjatuh adalah masalah bagi mereka yang tak tau definisi dari bangkit dan lemah akan kondisi. Namun terjatuh juga bisa menjadi sebuah alasan untuk kembali ke kehidupan.

Aku tak punya alasan untuk menyerah, karna hidup tak butuh orang orang yang cengeng, tak peduli dengan rengekan rengekan palsu. Manusia bisa dikatakan dewasa jika telah memiliki masalah, dan diuji dengan kesabaran yang dimilikinya, terkadang air mata adalah hal terpenting yang menemani masa lalu yang begitu kelam. Tetapi air mata tidak akan membuat kita menemukan jalan yang kita cari.

Bangkitlah!
Lalu berjalan kedepan namun jangan melupakan masa lalu.
Angkatlah kepalamu namun jangan lupa untuk tunduk kepada sang Pemberi Hidup.
Tertawalah tetapi jangan sampai air matamu habis.
Powered by Blogger.