LORONG KATA

Lorong Kata --- Dear seluruh pengemudi di Bumi. Sudahkah kamu membeli asuransi untuk kendaraanmu? Jika belum, maka pesanku segerakan agar kamu bisa berkendara tanpa cemas.

Di indonesia, masih banyak orang yang beranggapan bahwa asuransi adalah sesuatu hal yang tabu. Persoalan klaim yang berbelit, tidak sesuai dengan tawaran, inkar janji, dan yang lebih mengerikan lagi jika merambat pada persoalan akidah. Tetapi, sebelum itu lebih baik hilangkan prasangka burukmu. Sebab, asuransi adalah sesuatu yang menyenangkan dan menguntungkan, bukan sesuatu yang menyeramkan seperti yang kamu pikirkan.

Sebenarnya, memiliki asuransi adalah suatu hal yang sudah sangat tepat. Karena pada dasarnya semua orang membutuhkan proteksi baik untuk dirinya maupun untuk properti yang di miliki.

Salah satu contoh, memberikan proteksi lengkap untuk berkendara dengan nyaman yaitu dengan membeli asuransi untuk kendaraan. Sebab asuransi yang dibeli dapat menanggung biaya-biaya yang timbul jika terjadi sesuatu dengan kendaraan kita kelak. (hah, kita?)

Bisa dipastikan hari ini kendaraan kita masih aman-aman saja. Namun, apakah kamu bisa memberikan jaminan selamanya akan seperti itu? Tentu tidak bukan? Oleh karenanya asuransi itu penting. Dunia penuh ketidakpastian Tuan-tuan, hari ini masih bisa jalan-jalan dengan mobil baru, esok pagi mungkin masuk rumah sakit karena mata bengkak menangisi kendaraan kita yang sudah ringsek. Ngeri nggak sih?

Bukan bermaksud menakut-nakuti. Begini, orang yang sayang terhadap kendaraannya pasti akan menjaganya dengan baik. Jadi, kalau sayang terhadap kendaraan kita maka lindungi dengan membeli asuransi di MSIG Online adalah hal yang sudah sangat tepat. Loh, kok kayak agen asuransi yah, hehehe.

Pertanyaannya, kemana harus Beli Asuransi Mobil yang aman dan terpercaya?

Asuransi yang terpercaya salah satunya adalah MSIG Online merupakan bagian dari PT Asuransi MSIG Indonesia, salah satu perusahaan asuransi umum patungan terbesar di Indonesia yang juga anggota dari grup asuransi umum terbesar di Jepang. Telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 40 tahun dan berkembang terus-menerus sepanjang tahun.

Dengan asuransi MSIG Online, kita akan merasakan Proses yang praktis, aman dan cepat dapat menjadi pilihan tepat bagi kita yang menginginkan proteksi lengkap saat berkendara. Karena dengan Asuransi Kendaraan MSIG, Berkendara Tanpa Cemas.

Yang tidak kalah penting lagi. Membeli Asuransi Kendaraan bermotor di MSIG Online, Anda dapat mengurangi resiko yang akan terjadi seperti resiko kerusakan pada unit kendaraan, tuntutan pihak ketiga, kecelakaan pribadi dan masih banyak lagi resiko lainnya.

Asuransi MSIG memberikan jaminan penggantian kepada tertanggung terhadap kerugian atau kerusakan atas kendaraan bermotor yang dipertanggungkan yang disebabkan oleh:
  1. Kecelakaan, tabrakan/benturan, perbuatan jahat oleh orang lain, pencurian, kebakaran, dan sambaran petir.
  2. Sebab-sebab selama penyeberangan dengan kapal feri.
  3. Kerusakan terhadap roda, ketika menyebabkan kerusakan pada kendaraan akibat kecelakaan.
  4. Biaya yang wajar yang dikeluarkan, seperti biaya penderekan akibat kecelakaan, maksimum 0,50% dari jumlah pertanggungan.
Apa sih jaminan setelah membeli asuransi MSIG?

Berikut yang dijamin oleh asuransi MSIG setelah membelinya.

Jaminan Dasar
1. Risiko Gabungan/Komprehensif
Polis gabungan/Komprehensif menjamin kerugian dan atau kerusakan atas kendaraan bermotor oleh:
  • Kerusakan Rangka. Menjamin kerugian dan atau kerusakan, total maupun sebagian, atas kendaraan bermotor akibat risiko-risiko yang disebutkan di atas.
  • Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga. Penggantian terhadap kepentingan keuangan atas tanggung jawabnya menurut hukum untuk segala kerusakan yang disebabkan oleh atau dalam hubungannya dengan kendaraan bermotor terhadap pihak ketiga.
2. Kerugain Total/ Total Loss Only (T.L.O)
Hanya menjamin:
  • Kerusakan atau kerugian dimana biaya perbaikan sama dengan atau lebih dari 75% dari harga sebenarnya dari kendaraan bermotor atau
  • Hilang karena dicuri dan tidak ditemukan dalam waktu 60 (enam puluh) hari sejak terjadinya pencurian.
Perluasan Jaminan
  • Kecelakaan Diri terhadap Penumpang Kendaraan Bermotor. Menjamin kematian dan cacat tetap akibat kecelakaan terhadap penumpang kendaraan bermotor.
  • Kecelakaan Diri terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor. Menjamin kematian dan cacat tetap akibat kecelakaan terhadap pengemudi kendaraan bermotor.
  • Pemogokan, Kerusuhan, Huru hara, Teroris dan Sabotase (S.R.C.C.T.S).
Keren bukan!!! Pertanyaan selanjutnya, Gimana sih cara membeli Asuransi Kendaraan bermotor di MSIG Online?

Yuk simak gambar dibawah ini. Beberapa langkah atau cara membeli asuransi kendaraan bermotor MSIG Online, tapi sebelum itu buka dulu website MSIGOnline.co.id di sana anda juga akan mendapatkan panduan mengenai cara membeli asuransi dengan cara kurang lebih seperti di bawah.
Ingat yah, asuransi itu sangat penting untuk memberikan perlindungan bagi kendaraan kita. Membeli asuransi bukan berarti mendoakan agar terjadi apa-apa terhadap kendaraan kita, namun membeli asuransi adalah salah satu cara memberikan proteksi terhadap keamanan kendaraan kita.

Bagi kalian yang belum memiliki asuransi, maka pesan saya segerakan untuk Beli Asuransi Mobil dan berkendaralah dengan pelan, jangan ngebut-ngebutan lagi agar terhindar dari bahaya. Asuransi Kendaraan MSIG, Berkendara Tanpa Cemas

Fina, fina, fina kekasihku yang teramat cantik, bibirnya semerah mawar merah, pipinya yang mengemaskan, rambutnya yang begitu lembut, sikapnya yang keibu ibuan yang membuatku tertarik kepada finaku, tapi kisah cintaku dengan finaku begitu banyak rintangan, aku yang keluar kota menjalankan tugas sedangkan finaku dikampung..

Setelah beberapa tahun kami berpacaran akhirnya aku memiliki tekad untuk mempersunting finaku agar dapat kubawa kemana mana dan aku tak takut untuk kehilangan dia, kubulatkan tekadku untuk memperkenalkan finaku kepada orang tuaku.

Alhamdulillah atta dan ammaku menyetujuiku dnegan finaku, ahh tak tenanglah daku ingin mempersuntingnya, tibalah hari dimana hari yang kutunggu tunggu.

Atta dan ammaku kerumah finaku untuk melamarnya, namun siapa sangka atta dan ammaku berubah haluang, mereka hanya mengatakan sampai kapanpun atta dan amma tidak akan menyetujui kau menikah dengan gadis atah.

Hancurlah hatiku sehancur hancurnya, apakah hanya perbedaan kasta aku tak dapat mempersunting finaku? Ada apa dengan kasta? Ada apa dengan puang dan atah? Yang kutau fina gadis yang kucintai gadis yang kudambakan, apa salah finaku?

Finaku wanita baik baik bukan wanita kekota kotaan, akhirnya kuberanikan diri kerumah puangku ku tanyakan kepada dia kenapa aku tak dapat mempersunting finaku?

Ternyata dahulu kakek dari finaku adalah pembantu dari puangku, nenek dari fina adalah pelayan atta nenekku, lalu kutanyakan kenapa?

Mengapa perbedaan kasta masih menjadi penghalang? Puangku menjawabnya"akan sangat rendah jika puang menikah dengan atah, atah dimata keluarga kita adalah babuh yang tidak mempunyai hak sama sekali, hidupnya tergantung dengan puangnya, atah tidak memiliki harga diri, kasta atah begitu rendah dimata keluargamu nak" hancur hatiku fina hancur, mengapa kasta masih saja bertindak dengan semenah menah? Mengapa fina?

Finaku..
Jika budaya memisahkan kita maka akan kulawan budaya itu, fina jika takdir tidak memihak kita maka akan kulawan takdir itu..

Mengapa fina, mengapa harus kau? Mengapa harus kau yang menjadi atah ?
Finaku sayang, budaya terlalu mengekang kita, budaya terlalu sulit untuk kita lawan, mengapa harus membeda bedakan manusia satu dengan manusia lainnya? Dimata tuhan atah dan puang sama sama saja..

Fina apakah aku harus melanggar budayaku untuk membukitkan ketulusan cintaku kepadamu? Haruska aku melawannya untukmu ?

Haruska aku terkena kutukan agar dapat bersamamu? Haruska aku menghilangkan status ke puanganku untuk menikahimu?

Fina demi cintaku padamu maka cinta atah dan puang akan terjadi, meskipun aku harus meniduri atahku sendiri, meskipun aku harus memiliki anak dari atahku sendiri, itu tidak apa apa fina, akan kubawa kau keluar dari budayaku, akan kubuat kau bahagia dengan kisah cinta kita yang terhalang oleh kasta, akan ku buat kau bahagia seumur hidupku meskipun kau adalah ATAHKU!

Penulis: Sutra Tenri Awaru

OPINI, Sebatang rokok secangkir kopi hitam siap seduh, itu teman baikku ketika duduk di sebuah kursi di sudut kamar dengan lampu redup kekurangan daya.

Ingin rasanya aku merebah, menghentikan segala langkah membuang resah gelisah, tapi aku tak bisa.

Hampir tidak aku sadari malam ternyata mampu menyimpan banyak keindahan, bemula dari bintang-bintang yang gemerlapan menyapa di tengah kegelapan.

Ketika nafsu dan cinta datang menggoda, namun, hati ini masih terbelenggu akan sebuah tanya.

Apakah itu engkau wahai sang angin malam ?

Apakah engkau sudah mengantarkan pemimpin yang idaman ?

Ohh.. Khayalku terlampau tinggi, Pemimpin yang idaman yang mencintai dan merindu senyum bahagia rakyatnya sulit di temui.

karena di tanah kelahiranku sendiri, bumi panrita kitta Sinjai, akupun masih ragu akan keberpihakannya.

Di sebuah pagi pada Senin,15 April 2019 tinggal dua hari lagi pemilu, juga telah diberitakan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan persandian melaksanakan sosialisasi Kabupaten Sinjai menuju satu data. 

Membaca berita tersebut, mungkin saja dengan menuju satu data ini membawa kita menjadi satu rasa. 

Satu rasa dengan menikmati jalan yang mulus, satu rasa menikmati terangnya cahaya lampu di malam hari. 

Ini adalah rinduku yang selalu kutitipkan kepada angin malam yang selalu menyapaku di kala sepi, dan khawatirku jika rinduku ini tak berujung.

Aku jadi teringat beberapa hari yang lalu. Tepatnya, 7 April 2019 satu hari sebelum adanya aksi demonstrasi mahasiswa dan pemuda yang menuntut transparansi pengelolaan Tahura Abdul Latif Sinjai Borong.

Ketika itu aku berkunjung ke kediaman keluarga di Desa Bonto Katute, Sinjai Borong

Jalan penghubung Kecamatan Sinjai Tengah dengan kecamatan Sinjai Borong  membuat laju motor saya terhenti. 

Miris dan ngeri, jalan bebatuan dan licin ketika musim hujan serta jalan cor yang rusak parah tidak kalah oleh jalan di Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, yang memaksaku untuk berani melewatinya.

Padahal jalan turungan baji adalah alternatif yanh mestinya menjadi bagian dari pembahasan pemerintah daerah.

Tapi kita kembali bertanya, pembangunan itu siapa? Mengapa pemimpin begitu kaku, semisal untuk membangun jalan, padahal pemimpin adalah untuk rakyat. Kini rinduku nyaris gagal paham pada kenyataan.

Ingin rasanya mengalungkan rindu dalam resah sebab bebatuan yang licin kini membuatku menderita.

Kini, pesta demokrasi tinggal 2 hari lagi, kita semua pasti berharap agar pesta demokrasi ini dapat berjalan lancar.  

Siapa pun dia yang terpilih, itulah yang perlu kita beri ruang dan kita awasi untuk memimpin rakyat ke depan.

Tentunya, dia harus cerdas mengurus rakyat kecil, pandai menyatukan data dan rasa, tidak hanya pandai mengatur mutasi yang memiliki kepentingan dengan skema pemikiran yang bisa sama atau berbeda demi langgengnya kekuasaan.

Kopi hitam pekat yang menemani sepi malam berujung pada tegukan terakhir, serta eindu yang larut, lalu aku teguk kembali dan seperti ingin menyudahi namun tak mampu mengakhiri.

Penulis : Pacul.

OPINI, Demokrasi tidak bermoral, mungkin itulah julukan yang patut dan layak disematkan kepada Pemilu 17 April 2019 ini. 

Berbagai bentuk kecurangan dan kekuasaan, uang dan hoaks menjadi kekuatan utama memenangkan kontestasi politik.

Maka kita telah kehilangan ruang dan kesempatan untuk memilih dan mendapatkan pemimpin yang sesuai kehendak dasar demokrasi yang bernurani.

Kekuasaan seharusnya dapat menjadi alat untuk memberikan kepastian dan keadilan bagi rakyat. Namun, pada prakteknya dapat saja terjadi anomali, di mana kekuasaan dijadikan sebagai alat untuk melakukan penindasan.

Namun jika iya maka akan sangat bergantung pada siapa yang berkuasa dan siapa yang menjalankannya. 

Pemilu kali ini telah menjadi ancaman perpecahan bagi bangsa jika sentimen primordialisme dan pemaksaan kekuasaan terjadi di banyak daerah. 

Misalnya, di beberapa daerah di Indonesia baru-baru ini diberitakan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam berkampanye. 

Selain menjadi perbincangan hangat di media massa, beberapa pasangan calon (Paslon) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pun banyak yang memiliki hubungan dekat dengan beberapa pemerintah daerah di Indonesia.

Lalu yang dikawatirkan apabila Pemerintah Daerah tidak netral menyikapi hal ini, tentunya sangat mudah menggunakan kekuasaannya untuk mempengaruhi dan memenangkan salah satu paslon.

Jika hal ini dibiarkan maka niscaya bibit disintegrasi bangsa akan tumbuh subur karena pihak yang kalah akan merasa bahwa ketidakadilan dari kekuasaan yang berkolaborasi dengan uang dan hoaks telah mengamputasi demokrasi.

Lantas untuk apa lagi ada demokrasi, ketika penguasa dengan kekuasaan, uang dan hoaks bisa menentukan siapa yang akan memimpin suara pada, 17 April mendatang.

Tanpa sikap netral Pemerintah maka ancaman konflik dan kesengsaraan akan sulit dicegah, jika pemerintah dan elit bangsa justru bangga menggunakan sentimen kekuasaan untuk memenangkan kontestasi demokrasi ini.

Maka akan menjadi sebuah keniscayaan benturan akan terjadi dan korbannya adalah rakyat.

Tentunya hal ini butuh perhatian serius dari pemerintah agar bisa lebih bijak menentukan sikap di dalam demokrasi.

Kita semua pasti berharap agar pesta demokrasiini dapat berjalan lancar. Selain itu, tidak ada bentrok antara masyarakat sipil dan tidak ada yang dirugikan setelah pesta demokrasi ini berakhir. 

Pemimpin yang kita nantikan pasti akan hadir dengan aktualisasi diri yang mantap, maka siapa pun dia yang terpilih, itulah yang perlu kita beri ruang dan kita awasi untuk memimpin rakyat kedepan.

Penulis : Pacul

Wahyudin Hidayat
Lorong Kata --- Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sedangkan tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.

Namun nilai pendidikan saat ini mulai luntur dengan adanya intervensi dari berbagai pihak sehingga membuat adanya tekanan yang membuat hati ini risau dan gelisah.

Apalagi pada saat menjelang pesta demokrasi ini terlalu banyak fakta di lapangan untuk memenangkan calon dan konsestan tertentu melalui cara yang tak meskinya dilakukan. Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan para ASN tetapi mahasiswa pun sangat merasakannya.

Pada sejatinya mahasiswa merupakan agen of change tetapi itu telah dicederai dengan adanya surat keputusan PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan Nomor 14/KEP/II.0/D/2018 tentang instruksi mendukung calon anggota DPD RI tertentu. Dalam instruksi tersebut telah mencederai gerakan mahasiswa saat ini. Karena sejatinya mahasiswa adalah agen of change bukan agen of caleg.

Dengan adanya instruksi PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan membuat perguruan tinggi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan menjadikan kampus sebagai salah satu tempat untuk berkampanye, yang mengakibatkan kampus tak lagi ilmiah.

Bahkan himbauan PP MUHAMMADIYAH Nomor 02/INS/L0/E/2019 Tentang menjaga netralitas persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah. Menginstruksikan di poin ke dua yang bertuliskan menjaga netralitas institusi persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah termasuk perguruan tinggi serta kantor kantor Muhammadiyah dari segala bentuk kampanye dan kegiatan dukung mendukung terhadap pasangan calon dan konsestan manapun atau kegiatan politik praktis lainnya dalam kegiatan pemilu 2019.

Namun PW MUHAMMADIYAH Sulawesi Selatan telah menghiraukan instruksi tersebut. Dalam hal ini bisa kita lihat didalam kampus Muhammadiyah telah terjadi berbagai kampanye kampanye politik, terkhusus kampus Muhammadiyah yang ada di kab.Sinjai akan melakukan agenda pembekalan, strategi,dan tata cara pemilihan DPD RI yang akan dilaksanakan 08 April 2019 di Auditorium IAIM Sinjai lantai 3.

Dengan adanya hal tersebut perlu nya panwaslu melakukan tindakan nyata dan cepat

Penulis Wahyudin Hidayat, Aktivis DPC SEMMI SINJAI

SINJAI, Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Sinjai Melawan, kembali menggelar aksi Kamisan jilid IV di jalan Persatuan Raya, kecamatan Sinjai Utara, kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kamis, (4/4/2019).

Aksi tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Koalisi untuk solidaritas cabut Surat Keputusan (SK) Drop Out (DO) 4 Mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai.

Selain itu, kata Fitra selaku jenderal lapangan, bahwa pihaknya menuntut agar dibuka ruang demokrasi dan berharap terwujudnya transparansi anggaran dan informasi kampus.

"Kami mengecam kepada pendidikan tinggi, khususnya IAIM Sinjai untuk menjadikan pendidikan sebagai alternatif bagi masyarakat miskin dan marjinal," tegasnya.

Dalam aksi Kamisan tersebut juga menyuarakan berbagai isu nasional terkait kekerasan akademik di beberapa kampus di Indonesia.

"Selain kami mengecam IAIM Sinjai, kami juga menyuarakan terkait kekerasan akademik, salah satunya di Universitas Andi Djemma (UNANDA) dan Universitas Sumatera Utara (USU)" tegasnya.

Menurut Fitra, aksinya akan terus berlanjut sampai kasus kekerasan akademik di kampus terselesaikan.

REDAKSI

Powered by Blogger.