LORONG KATA
Tweet Share Share Share Share Share

Tuhan, Tuntun Aku Ke SurgaMu

Tuhan,
Dalam doa aku mengadu
Pada sujud aku memohon
Akan nasib yang sengsara

Tuhan,
Aku menyembah penuh keyakinan
Demi sebuah harapan
Bertemu denganMu di surga keabadian

Tuhan,
Banyak waktu telah berlalu
Aku semakin malu
Lantaran hidup semakin pilu

Tuhan,
Hindarkan aku dari dosa
Tuntun aku dalam doa
Agar hidup lebih berguna

Tuhan,
Sebelum aku binasa
Ijinkan aku mencari pahala
Agar kelak mendapatkan surga

Tuhan,
Satu pintaku
Tuntun aku ke surgaMu
Tweet Share Share Share Share Share

IBU
(AP)

Ibu,
Malam ketika itu
Saat adikku lelap dipangkuanmu
Aku dengar cerita tentang perjuanganmu
Tentang pengorbanan merawat dan melahirkanku

Sembilan bulan menjagaku dalam kandunganmu
Membesarkanku dalam pangkuanmu
Mengorbankan waktu hanya untuk merawatku

Ibu,
Terima kasihku untukmu
Untuk semua doa-doamu
Untuk semua pengorbananmu

Ibu,
Maafkan aku,
Aku masih belum bisa membalas semua kebaikanmu
Mewujudkan semua harapanmu
Tapi ibu, percayalah padaku
Aku sangat menyayangimu

Ibu,
Esok ketika Tuhan menjemputku
Aku akan meminta pada Tuhanku
Agar di Jannahnya aku dapat memelukmu ibu
Tweet Share Share Share Share Share

Tuhan, Ajak Aku Pulang Ke rumahMu
(Andika Putra)

Tuhan,
Padamu, aku ingin mengadu
Bercerita tentangku yang rapuh tanpaMu
Di tempat ini aku mulai merasa gagu

Tuhan,
Jiwaku ini milikMu
Bahkan ragaku ini tercipta karenaMu
Bukan hanya aku, semua atas namaMu

Tuhan,
Ajak aku ke rumahMu
Aku ingin bersandar di bahuMu
Aku lelah dengan ulah ciptaanMu
Mereka merusak, menghancurkan, bahkan bumiku

Tuhan,
Aku ingin mengadu
Jagakan bumiku
Jagalah keteduhan hati para saudaraku
Buat mereka saling merindu dan tidak saling menganggu

Tuhan,
Aku takut dengan murkaMu
Karena ulah para pengganggu
Sadarkan mereka dari belenggu nafsu
Negeriku bosan di hancurkan melulu

Tuhan,
Ajak aku pulang ke rumahMu
Ingin kuceritakan ulah-ulah para pengganggu
Tweet Share Share Share Share Share

Tuhan, Selamat Bermalam Minggu
(Andika Putra)

Tuhan,
Malam ini malam minggu
Masihkah kau membiarkanku menunggu
Aku lelah sepiku menyembilu

Tuhan,
Malam ini malam minggu
Haruskah aku sendiri dulu
Nikmati malam dengan gagu
Karena rindu tak juga ketemu

Tuhan,
Malam ini malam minggu
Izinkan aku bermalam minggu tanpa ragu
Bernyanyi dengan sebuah lagu
Agar esok, berjumpa cinta yang baru

Tuhan,
Berjanjilah padaku
Esok pertemukan aku dengan bidadariku
Ingin kuajak ke pasar bermalam minggu
Agar malam mingguku tidak sepi melulu

Tuhan,
Ingat yah pintaku
Esok aku pasti datang pada-Mu
Menagih semua janjimu

Tuhan,
Janji yah, jangan marah padaku
Karena terlalu banyak yang aku minta dari-Mu

Tuhan,
Selamat Bermalam Minggu
Tweet Share Share Share Share Share

Ayah
(Andika Putra)

Fajar telah datang kembali
Sebelum lelahmu kembali pulih
Kau berangkat lagi
Bahkan sebelum kami bangun pagi

Ayah!!!
Kemarin kau bercerita pada kami
Katamu, kau tak pernah merasa lelah
Tapi, Aku tau kemarin kau sedang berbohong

Ayah!!!
Kapan kau akan jujur pada kami?
Bahkan peluhmu tak pernah kering
Dahimu mengisahkan banyak derita

Ayah!!!
Tubuhmu kini terlihat ringkih
Rambutmu memutih berguguran
Dan kau tetap tersenyum dan tegar

Ayah!!!
Bersabarlah
Aku pasti dewasa
Tidak akan kubiarkan kau lebih lelah lagi
Sudah cukup peluhmu yang tertumpah
Beristrahatlah dimasa tuamu
Beri aku kesempatan tuk menggantimu
Tweet Share Share Share Share Share

Sebuah Usaha Melupakan

Tak pernah kusesali setiap akhir dari perjalan kita yang berakhir dengan tragis, hanya saya aku merencanakan sebuah usaha melupakan

Luka masih perlahan ku sembuhkan, tak pernah aku merasakan bahwa luka ini begitu sakit, malah luka ini kujadikan motivasi untuk melupakan.

Aku tak pernah membencimu,sama sekali tidak,meski luka berkali kali kau torehkan didalam hatiku tapi aku masih saja menganggapmu teman terbaik. Hanya saja, aku berusaha melupakan

Ketika kau beranjak pergi dari hidupku aku menerimanya dengan kebaikan,tak pernah sama sekali kuteteskan air mata ketika kau pergi. Hanya saya, aku berusaha untuk melupakan.

Hanya saja aku berusaha tabah,seorang perempuan juga harus kuat meski di jatuhkan berkali kali di caci berkali kali tapi pantang bagiku menangis hanya karna sebuah penghianatan. Hanya saja, aku berusaha melupakan.

Ketika langkah kakimu semakin jauh, aku meyakinkan diriku bahwa jika kelak kau kembali dan ingin memulainya lagi, maka aku akan mengatakan kepadamu setelah kepergianmu aku mencoba memahami kata "sebuah usaha melupakanmu" bukannya tak ingin lagi berteman baik denganmu,namun perempuan juga harus memegang prinsip.

Aku tak pernah dendam sama sekali tidak, karna aku tau dendam hanya membuatku menjadi wanita yang egois, wanita yang tak pandai menahan amarah, hanya saja aku yang dulu bukan lagi yang sekarang karna aku saat ini telah berhasil mengupayakan kata "sebuah usaha melupakan"

Penulis: Sutratenriawaru
Powered by Blogger.