LORONG KATA
Tweet Share Share Share Share Share

Terhitung hari ini aku membencimu, terhitung hari ini aku akan melupakan semua kenanganmu, semua kebaikanmu. Akan aku lupa semuanya akan aku lupa tenang saja..

Tapi......
Tapi.....
Tapi......
Aku tidak bisa tanpa memikirkanmu dalam semalam, tak bisa tanpa ocehan lucumu, tak bisa tanpa suara falesmu yang menganggu telingaku, tak bisa tanpa bullyanmu, aku tidak bisa..

Wee.. pergilah dari hidupku enyahlah dari setiap pandang kamarku...

Tolongla pergilah, jangan membuatku semakin mencintaimu, jangan mwmbuatku takut kehilanganmu, ayolah pergilah dariku...

Tapi
Tapi
Tapi
Tapi
Aku baru sadar aku tak bisa tanpamu..
Hati ku mohon jangan membuatku semakin munafik, aku mencintainya dan takut kehilangannya, tapi mulutku masih saja pandai berbohong dalam hal memainkan rasa!

sutratenriawaru
Tweet Share Share Share Share Share

Dulu ada siapa dihidupku,semuanya setiap saat menanyakan kabarku..

Dulu ada siapa yang selalu mengocar acir fikiranku saat tak mendengar kabarnya membuatku kesal jika tak mendengar suara bisingnya dalam sehari..

Dulu ada siapa yang selalu membuatku gelisah ketika mulai mengenal wanita baru selain aku..

Dulu ada siapa yang selalu ku kirimi vn suara sumbangku saat menyanyi,kupukuli ketika aku kesal,kumaki ketika aku emosi..

Tapi siapa itu kini pupus,dia bukan lagi siapa yang kukenal dahulu,dia kini hanyalah siapa yang asing!

Siapa pun kau kini aku masih menunggu siapa kamu yang dulu,karna kau tak akan lengkap tanpa ada kata kita kata"siapa hanya membuatmu usang"tapi kata kita akan membuat kau tak akan dipanggil siapa lagi!
Kau adalah siapaku dan aku adalah siapamu,kau adalah dia dan aku adalah orang asingmu..
Tetapi KAU adalah SIAPAKU!

Penulis: Sutratenriawaru
Tweet Share Share Share Share Share

ADA APA
sutratenriawaru

Burung tak lagi bernyanyi dengan merdu..

Ada apa?

Suara tangisan kian menerka nerka,semuanya enggan menampakkan diri..

Ada apa?

Serdipiti yang biasanya muncul di kaca jendelaku kini tak lagi menunjukkan wujudnya..

Ada apa?

Kudengar dari sahabatku katanya bau mayat bertebaran dimana mana,sungguh ada apa dengan bumi pertiwiku,semuanya tampak berserakah..

Ada apa?

Anak bayi yang tak tau menau tentang dosa,mati sia sia ditangan ibunya..

Ada apa?

Rumah rumah roboh,gedung yang berlantai jatuh tampa meninggalkan sepotong dinding yang ada hanya rata ...

Ada apa dengan negriku ini? Ada apa? Apakah alam tak merestui sesuatu?
Mungkin saja,benar alam murka dengan setan setan berwujud manusia!
Mungkin alam berprotes,tetapi manusia tak menyadari protes malah menyalahkan akan hadirnya murka alam!
Tweet Share Share Share Share Share

TANGISAN NONA
"KARENA SSU SAYANG"

Beranjak dari tatapan, seakan termanipulasi oleh ketampanan.

Disertai senyuman hasrat yang terus mengikat,menjadi awal cerita dari kehancuran para nona.

Komunikasi kian berjalan lancar dengan bermodalkan kata yang mengatasnamakan suka, hubungan pun berjalan begitu singkat tanpa adanya negosiasi asmara. Itukah yang namanya cinta ?hhh

Seketika ketidaksadaran mulai terbelenggu oleh bisikan setan yang mengatasnamakan cinta, seketika itu pula nafsu durjana hadir dalam kiat-kiat ketelanjangan dan akhirnya termakan rayuan, yang mengatasnamakan kenikmatan.

Jeritan-jeritan kenikmatan-pun tercipta layaknya melody yang terdengar asyik disertai alunan ketergesa-gesahan bermandikan keringat membasahi tubuh seakan melululantahkan kehormatan yang bertanda akhir dari kehancuran nona.

Yang dulunya suci terpatri, kini tinggal hujatan dusta yang menjalar bagaikan akar.

Setelah dahaga kenikmatan berlalu dan meninggalkan luka,barulah penyesalan itu datang dengan mengatakan "khilaf" sebagai ungkapan pembelaan.

Kini cinta klasik itu hanya membuai tetesan demi tetesan air mata yang mengalir tak terhenti, membasahi wajah seraya imaji menjadi liar tak karuan dan hati terus bertanya-tanya.akankah waktu menyembuhkan luka yang terlanjur menjelma dalam batin ini!!!

Penulis: Ahmad Emank
Tweet Share Share Share Share Share

OPINI --- Bernostalgia dengan peristiwa 28 oktober 1928 dimana pemuda indonesia  berkumpul dalam kongres ke-ll yang diselenggarakan dibatavia( jakarta) selama dua hari dan putusan kongres tersebut melahirkan 3 poin sebagai ikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, yang hingga kini menjadi ajang tradisi tahunan dan sebentar lagi akan diperingati sebagai hari lahirnya SUMPAH PEMUDA.

Semangat yang menggelora,menjujung tinggi nilai nasionalisme adalah bentuk perjuangan dan perlawanan pemuda kontemporer untuk sampai pada khittah indonesia merdeka dari jajahan imperialism yang telah memperbudak dan merampas apa yang menjadi hak para pendahulu kita.

Perjuangan inilah yang seharusnya menjadi acuan revolusi untuk para pemuda-pemudi indonesia yang hidup diera milenial dalam menghadapi berbagai krisis yang telah terjadi dinegara ini sebagai mana yang pemuda kontemporer lakukan. Ini mestinya menjadi bahan kajian para pemuda baik diforum seminar kepemudaan, kebangsaan maupun diskusi lepas untuk mengetahui sejarah secara luas dengan cara bertukar pikiran satu dengan yang lain agar terciptanya ideologi perubahan.

kurangnya intropeksi dan buta akan sejarah telah menjelma menjadi penyakit dalam paradigma berfikir pemuda saaat ini, yang mengakibatkan tidak adanya rasa kepedulian terhapadap krisis yang menimpah bumi nusantara ini.

Dan lupa bahwasanya Negara ini bukan sebagai warisan nenek moyang terdahulu melainkan pinjaman anak cucu yang harus dijagaa dan dilestarikan untuk regenerasi selanjutnya sebagai penyambung tongkat estafet perjuangan dimasa yang akan datang.

Mungkin angan-angan pemuda-pemudi saat ini terkait akan timbulnya rasa kekhawatiran dan ketidakpastiaan dimasa mendatang yang menjadi tanda tanya pada diri pemuda terkait keadaan indonesia yang sedang diambang kehancuran ulah rezim otoriter yang seolah telah lupa akan tanggung jawab dan hanya menjadikan ikrar sumpah jabatan sebagai formalitas yang digaungkannya untuk menjadi payung pelindung kebusukannya.

Seperti yang kita lihat belakangan ini, negara kita terasa tengah terselimuti mendung tebal yang akan melahirkan badai krisis berkepanjangan,seolah nyaris tiada bertepi. Krisis yang menimpah pemuda saat ini bukan lagi sebatas dimensi politik ataupun ekonomi, melainkan moralitas kebangsaan pemuda-pemudi indonesia yang telah hilang akibat globalisme yang semakin ekstrim untuk menjawab tantangan zaman.

permasalahan inilah yang menjadi PR generasi muda diera milenial untuk mejawab tantangan zaman dan menegakkan keseimbangan proporsionalitas pemerintah dalam mengambil suatu kesimpulan terkait permasalahan kelembagaan negaraan yang menyangkut hidup matinya bangsa.

Maka dari itu harus adanya eksistensi pemuda-pemudi indonesia untuk melawan rezim yang telah mengkambing hitamkan nama bangsa, agama, suku dan khilaf akan nilai Bhineka Tunggal Ika yang telah menjadi simbol kesatuaan kita sebai ummat berbangsa. serta pemuda-pemudi indonesia sebagai "agent off change" harus melawan dan menegakkan hukum yang seolah bisu akan keadilan demi terwujudnya negara yang adil,makmur dan sejahtera.

Bahkan telah dijelaskan dalam UU KEPEMUDAAN No.40 thn.2019 pasal 16. bahwasanya pemuda harus lebih pro aktif berperan sebagai kekuatan moral,kontrol sosial,dan agen perubahan dalam aspek pembangunan nasional.

Mengutip suatu perkataan The founding father of indonesia: dia hanya membutuhkan 10 pemuda untuk mengguncangkan dunia. Kata itulah seharusnya menjadi motivasi untuk membangkitkan semangat revolusi kita sebagai pemuda yang hidup diera milenial untuk menegakkan keadilan yang tidak pro terhadap rakyat proletar.

Apabila semangat pemuda-pemudi indonesia saat ini telah hilang untuk menegakkan keadilan serta menyuarakan suara-suara kebenaran, maka bangsa ini akan mudah diperkosa oleh pihak oligarki kapitalisme dan sulit untuk menjadikan negara ini sebagai negara "Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Penulis: Ahmad Sulaiman, Mahasiswa UIN Alauddin
Tweet Share Share Share Share Share

BICARALAH!
Sutratenriawaru

Berbicaralah! katakan kepadaku bahwa kita bukan lagi anak anak yang harus bercerita kepedihan,bukankah kita telah dewasa?

Bukankah kita cukup bisa menangani segala sesuatu dengan dewasa? Lalu jika benar mengapa kau masih saja bersembunyi diantara kepingan katamu?


Jangan pura pura goblok,bicaralah aku akan selalu mendengarmu,memberontaklah,berontakanmu akan selalu kuterima,asalkan kau tak lagi menyembunyikan kata di bawa kepingan bibirmu..


Nyamanka kau dengan hidup yang terus bersembunyi? Seperti kau sangat nyaman dengan hidup sebagai seorang pecundang,bahkan kau tak punya gairah untuk bergaul dengan kawanmu,kau hanya suka bermain di antara pusar pusarmu yang membusuk..

Ayolah,jangan sok lugu seperti itu,katakanlah katakanlah katakanlah bahwa kau mencintaiku,diafragma suaramu masih baikkan? Tolonglah aku katakan hal itu,aku tau kau mencintaiku,tapi kau takut untuk mengungkapkannya,katakanlah kepadaku,ayoo katakan!

Sekali lagi kukatakan BERBICARALAH!
Powered by Blogger.