LORONG KATA

Lorong Kata - Sungguh Allah telah menganugerahkan rasa cinta dan kasih sayang dalam lubuk hati manusia yang membuat kehidupan menjadi lebih berwarna. Perasaan suka yang dalam, kasmaran yang bisa bikin merana, rindu yang membuncah, harapan-harapan indah, sedih yang terlalu, cemburu yang bikin galau dan ingatan yang tak pernah lepas dari yang dicintai. Semuanya terangkai dalam kisah kehidupan cinta manusia.

Rasa cinta dan kasih sayang merupakan salah satu manifestasi dari gharizah an-naw' untuk melestarikan keturunan, terwujudnya ketenangan dan terciptanya ketentraman. Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surah Ar Rum ayat 21 : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.”

Cinta yang suci ini tentu saja harus dijaga agar berjalan pada koridor yang benar dan tidak ternoda dengan hal-hal yang berbau maksiat. Islam menetapkan sifat 'iffah', menjaga kehormatan, sebagai suatu kewajiban baik laki-laki maupun perempuan.

Pertama, Allah telah memerintahkan kepada manusia untuk menundukkan pandangan.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Kedua, Islam memerintahkan kepada manusia untuk menutup auratnya. Kaum wanita disyariatkan mengenakan pakaian yang sempurna, yakni pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya, serta mengulurkan pakaian hingga menutup tubuh mereka.

Allah SWT berfirman: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ketiga, Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain selama sehari semalam, kecuali bersama dengan mahramnya. Rasulullah Saw bersabda: “Seorang wanita tidak boleh melakukan safar kecuali bersama mahramnya. Dan lelaki tidak boleh masuk ke rumahnya kecuali ada mahramnya”. Maka seorang sahabat berkata: “wahai Rasulullah, aku berniat untuk berangkat (jihad) perang ini dan itu, sedangkan istriku ingin berhaji”. Nabi bersabda: “temanilah istrimu berhaji” (HR. Bukhari)

Keempat, Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan), kecuali wanita ini bersama mahramnya. Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)

Kelima, Islam melarang wanita untuk keluar dari rumah kecuali suami mengizinkan. Ibnu Umar yang pernah meriwayatkan, suatu hari ada seorang perempuan datang kepada Nabi Saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja hak suami atas istrinya?”

Beliau menjawab, “Hak suami atas istrinya adalah istrinya tidak keluar rumah kecuali atas izinnya; jika tetap keluar rumah maka Allah, malaikat pembawa rahmat, dan malaikat pembawa murka akan melaknatnya sampai ia bertobat dan kembali pulang.” (HR. Ibnu Abu Syaibah)

Keenam, Islam sangat menjaga agar dalam kehidupan khusus hendaknya komunitas wanita terpisah dari komunitas pria. Kaum wanita dibolehkan melakukan aktivitas yang bersifat umum seperti jual beli dan sebagainya. Akan tetapi, begitu ia selesai melakukan aktivitasnya hendaknya ia segera kembali hidup bersama kaum wanita atau mahram-mahramnya.

Ketujuh, Islam sangat menjaga agar hubungan kerjasama antara pria dan wanita hendaknya bersifat umum dalam urusan-urusan muamalat seperti belajar mengajar, jual beli, yang bertujuan untuk menggapai kemaslahatan; bukan hubungan yang bersifat khusus seperti saling mengunjungi antar wanita dengan pria yang bukan mahramnya.

Demikianlah Islam dengan segala kesempurnaan menjaga kehormatan cinta; menjaga interaksi pria dan wanita dalam koridor yang tertata syariah.

Masih adakah rasa yang paling indah kecuali cinta dan benci hanya karena Allah? Cinta untuk meraih keridhoanNya, bukan cinta yang mendatangkan kemurkaanNya.

Penulis: Rubiah Lenrang, Mapilli, 14 Pebruari 2020.

Lorong Kata - Untuk kesekian kalinya, merebaknya kasus bullying begitu menyesakkan hati, bukan saja terjadi pada kalangan mahasiswa, kini bullying sudah sering terjadi di tingkat sekolah, baik atas, menengah maupun dasar, sekolah umum ataupun menyasar ke pondok pesantren.

KPAI mencatat kurun waktu 9 tahun dari 2011 dan 2019 ada 37.381 pengaduan. Untuk bullying baik dipendidikan maupun sosial media mencapai 2.473 laporan.

Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Ada banyak jenis bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar.

Kejadian ini begitu memprihatinkan, karena acap kali sering terjadi di dunia pendidikan, yaitu di sekolah tempat siswa menuntut ilmu. Yang seharusnya mereka mendapatkan perlakuan yang baik, santun dan juga aman.

Hati orang tua mana yang tak sakit, kala mendengar si buah hati mendapatkan perlakuan bully dan tak senonoh, dihatinya menaruh harapan tinggi saat anaknya menuntut ilmu mendapatkan segudang ilmu, bukan makian atau siksaan fisik hingga berujung kematian ataupun trauma berkepanjangan.

Kasus bullying ini tak pernah tuntas diselesaikan, terkadang hanya diselesaikan cukup sampai kata damai diantara kedua belah pihak, sangsi berikutnya adalah pengeluaran siswa oleh pihak sekolah. Namun jarang sekali penyelesaian kasus bullying hingga ke ranah hukum dengan sangsi dimasukkan ke dalam penjara.

Mengapa kasus bullying seperti tak bergeming?, kejadian ini terus berulang tanpa henti, seakan memang dibiarkan terjadi, tanpa ada campur tangan pihak lembaga atau sekolah untuk tegas menindak. Islam jelas memperingatkan kita tentang perkara bullying, baik secara fisik maupun verbal. Dalam firman Allah Ta'ala dalam QS. Al Mujadalah : 11

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Sudah semestinya pemerintah turun tangan menyelesaikan kasus bullying ini secara massif disemua level dunia pendidikan, agar tidak terjadi lagi korban-korban berikutnya. Negeri ini harus mampu keluar dari seluruh masalah yang ada, terutama fokus kepada penyelesaiannya. Dan kali ini generasi muda menuntut perhatian keseriusan penanganannya. Wallahu'alam bishowwab.

Penulis: Didi Diah ( Praktisi Pendidikan )

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia" (Soekarno, Presiden Pertama RI).

Lorong Kata - Memang keberadaan pemuda menempati tempat krusial dalam peradaban dunia. Namun, masa kini sudah berbeda, para pemuda hanya menjadi generasi tak berguna dan generasi bobrok di Indonesia.

Generasi era sekarang yang disebut sebut sebagai generasi jaman now lebih suka memainkan aplikasi tak berguna seperti game online, tik tok, dan lain sebagainya. Seperti yang baru baru ini terjadi. Gadis remaja berusia 14 tahun dari China meninggal dunia karena mengikuti tutorial memasak popcorn di youtube. Salah satu temannya harus menjalani oprasi plastik karena luka bakar yang cukup serius. Mereka mengikuti tutorial memasak popcorn menggunakan botol soda bekas dan alat pembakar alkohol, namun sayang mereka keliru dalam mengikuti langkah langkah sehingga menimbulkan ledakan ( suara.com )

Sungguh sangat miris!! Selain itu, banyak kasus yang masih tertutup. Jauh dari injakan orang dan masyarakat. Dua remaja di Bekasi, Jawa Barat mengalami gangguan jiwa akibat bermain game online ( cnnindonesia.com )

Selain itu, ada kisah yang berasal dari Negeri Tirai Bambu. Seorang balita berusia dua tahun yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, dilaporkan mengalami luka serius.

Bocah malang ini cedera akibat ulah konyol sang ayah yang melakukan gerakan berbahaya yang ia lihat di Tik Tok. Tanpa sengaja ia menjatuhkan buah hatinya ketika ia mencoba membalikkan tubuh sang anak 180 derajat. ( liputan6.com )

Generasi Gawai, Mengapa Terjadi?

Menyayat hati!! Generasi Indonesia semakin jauh dari harapan. Ketika generasi yang diharapkan dapat merubah dunia, kini hanya angan belaka. Anak anak Indonesia berubah menjadi generasi bobrok tak bermoral. Tragedi ini terjadi karena beberapa hal.

Pertama, kurangnya ketegasan hukum. Dalam hal moral seharusnya pemerintah menyaring sesuatu yang tidak baik untuk generasi penerus. Ketegasan hukum yang ada di Indonesia kurang memfilter kedatangan hal hal yang merusak moral. Sehingga aplikasi yang dianggap remeh lama lama merusak moral generasi.

Kedua, iman yang lemah. Keimanan seseorang akan menunjukan suatu kepribadian. Ketika iman lemah, sedang berada di posisi futur, hal hal yang tak bermanfaat akan selalu menyelimuti. Entah hal yang sepele atau sampai hal yang menjerumus dalam kemaksiatan. Menggunakan tik tok memang tak apa, namun akan membuat kebablasan lewati batas. Menghilangkan citra kaum muslim yang sejatinya terjaga dan selalu beriman kepada-Nya.

Ketiga, lenyapnya rasa malu. Rasa malu pada diri akan melindungi diri generasi bangsa. Rasa malu ini sangat penting untuk dijaga. Alih alih berganti, semakin jaman berubah, rasa malu pun kian menghilang. Berjoget sana, joget sini, sudah biasa. Rasa malu menjadi lemah berkurang. Tak ada lagi rasa malu!! Bak ditelan bumi. Tak patut!

Keempat, gerak lambat sang pemerintah. Untuk mengatasi hal yang seperti ini, tak cukup hanya dari ranah diri dan masyarakat. Pemerintah adalah pendukung untuk kemajuan kemajuan yang diimpikan. Namun sayangnya, pemerintah acuh tak acuh dalam menangani. Lambatnya gerak pemerintah membuat generasi bangsa bebas berekspresi menjadikan dirinya generasi bobrok yang tak disadari. Pemerintah lalai dengan tugas yang harus diembannya, hingga tak bisa mengurusi kasus generasi bangsa.

Racikan Solusi Sejati

Penanganan sangat penting untuk dilakukan. Lindungi generasi dari hal hal yang tak bermanfaat. Meningkatkan keimanan adalah salah satu cara yang efektif selain meningkatkan rasa malu dalam diri. Selain itu, hukum harus ditegakkan, jangan sampai negara kebobolan hingga menyebabkan generasi menjadi bobrok.

Peran pemerintah juga sangat penting. Tugas pemerintah tak hanya mengurusi politik, ekonomi, sosial budaya, namun tugas pemerintah juga melindungi generasi penerus bangsa. Ketika generasi tak bisa lagi mengubah dunia, lalu siapa yang akan menggantikannya. Pemerintah harus menjaga generasi dari hal yang tak berguna. Menjadikan generasi beretika, berpendidikan, dan berintelektual, bukan generasi hura hura berjoget tak ada malunya.

Bahkan dalam islam pun sangat diperhatikan. Sedari kecil anak anak akan disibukkan dengan hal hal yang positif seperti menghafal Al-Qur'an, belajar dan sebagainnya. Sehingga setelah menginjak masa dewasa tumbuh kepribadian berdasar islam.

Ketika tidak menyibukkan diri dalam kebenaran, pasti sibuk dalam kebatilan. Karena itu selain kehidupan yang bersih, berbagai tayangan, tontonan dan aktivitas yang bisa menyibukkan generasi dalam kebatilan harus dihentikan. Mungkin awalnya mubah, tetapi lama lama kemubahan tersebut melalaikan, bahkan menyibukkannya dalam kebatilan.

Nabi Muhammad SAW bersabda "min husni islam al-mar'i tarkuhu ma la ya'nihi" yang artinya di antara ciri baiknya keislaman seseorang, ketika dia bisa meninggalkan apa yang tidak ada manfaatnya bagi dirinya.

Boleh jadi sesuatu yang tidak bermanfaat itu mubah, tetapi sia sia. Tenaga , waktu, pikiran bahkan harta sekalipun hilang dengan percuma. Agar manusia tidak terperosok kedalam hal yang sia sia, maka mereka harus disibukkan dengan ketaatan. Baik dengan membaca, belajar, berkumpul dengan orang orang salih salihah mendengarkan tilawah dan sebagainya.

Mereka harus benar benar menyibukkan diri dalam ketaatan. Hanya dengan islamlah generasi yang ada tak akan menjadi generasi bobrok. Generasi yang berada di bawah naungan islam akan terpelihara dan menjadi sosok generasi muda sejati.

Oleh karena itu, untuk menangani masalah ini harus dengan islam. Islam harus di tegakkan di negeri ini. Maka akan terwujudlah generasi intelektual, genersai bermoral yang memiliki ketaatan tinggi. Bukan generasi bobrok bermoral rendah, berjoget sana sini tanpa rasa malu dalam diri. Wallahu a'lam bishowab

Penulis: Viola Exsa Pradhesta

Lorong Kata - Wabah penyakit menular baru kembali menghantui dunia. Dalam dua pekan terakhir ini, dunia kembali gelisah. Sebabnya tidak lain adalah wabah virus Corona, tepatnya di Kota Wuhan, Cina. Kasus ini pertama kali diumumkan pada 31 Desember 2019. Sejak pengumumannya, kematian akibat virus Corona di Cina telah mencapai 425 orang. Hingga saat ini, jumlah yang telah dikonfirmasi oleh Cina mencapai 20.438. Namun demikian, banyak yang meyakini, jumlah yang sebenarnya jauh lebih banyak, alsannya tidak lain karena Cina cenderung tertutup menyampaikan info yang sebenarnya.

Yang pasti, penyebaran wabah ini telah menjangkau 25 negara : mulai dari Amerika Serikat, Australia, Filipina, Finlandia, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Prancis, Rusia, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab (Cnbindonesia.com, 4/2/2020)

Sebelumnya pun, Presiden Cina Xi Jinping menyatakan bahwa negaranya dalam kondisi genting. Pada Sabtu (25/1), Xi mengadakan pertemuan politbiro guna membahas langkah-langkah penanganan wabah. Cina telah mengisolasi Wuhan. Hal itu dilakukan guna mencegah virus kian mewabah. Otoritas kesehatan pun sedang membangun dua rumah sakit baru di kota tersebut. Sebanyak 2.300 ranjang dipersiapkan untuk merawat pasien. (Republika.co.id)

Pemerintah Lamban Cegah Masuknya Virus

Setelah kejadian di Kota Wuhan, penyebaran virus corona diantisipasi oleh banyak negara di dunia. Sebuah pernyataan di laman web resmi konsulat Perancis di Wuhan mengatakan bahwa Perancis sedang mempertimbangkan dan menyiapkan layanan bus yang memungkinkan warga Perancis, pasangan, dan anak-anak mereka meninggalkan Wuhan. Surat kabar Wall Street melaporkan pada Sabtu (25/1/2020), sikap yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah AS merencanakan penerbangan carter pada Minggu (26/1/2020) untuk membawa warga negara dan diplomatnya kembali dari kota Wuhan di Cina. (suarasurabaya.net)

Ketika banyak negara waspada dan melakukan tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona, berbeda halnya dengan pemerintah Indonesia yang tidak segera mengambil tindakan pencegahan total dengan kebijakan travel warning atau larangan masuknya turis Cina.

Hingga Kamis (23/1/2020), Kementerian Kesehatan tidak akan menutup akses atau melakukan pembatasan perjalanan dari dan ke daratan Cina melalui jalur udara, laut, dan darat.

Sebagai gantinya, Kementerian Kesehatan hanya mengeluarkan anjuran perjalanan (travel advisory) guna meminimalisir dampak wabah tersebut."Kita tidak melakukan restriksi, pembatasan perjalanan orang, karena bisnis bisa merugi, ekonomi bisa berhenti," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I, Bandara Soekarno-Hatta, dr. Anas Ma'aruf di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (22/1/2020) malam. (m.harianjogja.com).

Pernyataan seperti ini menunjukkan bagaimana prioritas negara yang seharusnya menjadi benteng utama perlindungan rakyatnya. Kesehatan harusnya menjadi salah satu prioritas yang harus diperhatikan pemerintah, bukan justru abai dan memberi kelonggaran peluang masuknya virus. Hal ini juga menunjukan bahwa pemerintah lebih memikirkan untung rugi bisnis dibanding perlindungan total terhadap rakyat.

Boleh jadi, meski tidak kita harapkan, Virus Corona juga bisa menjangkau negeri ini. Apalagi di Singapura, seorang WNI positif terjangkit Virus Corona (Kompas.com, 4/2/2020). Sayangnya, Pemerintah Indonesia cenderung lamban. Hingga Rabu (29/1/2020), Pemerintah baru memiliki opsi untuk mengevakuasi WNI di Provinsi Hubei yang berjumlah 243 orang itu. Begitu pula untuk urusan logistik. Baru akan dicarikan solusi 4-5 hari setelahnya. Yang aneh, Menteri Kesehatan Terawan Agung Putranto hanya mengimbau WNI, terutama yang berada di Wuhan, agar tidak stres. Dia menyebut Virus Corona bersifat swasirna. Artinya, pasien terjangkit Corona bisa sembuh sendiri bila kondisi tubuhnya cukup baik.

Penyebaran Virus Corona yang makin meluas juga tak membuat Pemerintah membatasi wisatawan Cina ke Indonesia. Terbukti, Pemerintah hanya menutup penerbangan langsung ke Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei. Namun sebenarnya, pembatalan tersebut terjadi karena ekses kebijakan isolasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Cina, selanjutnya diikuti oleh maskapai penerbangan, bukan berawal dari Kementerian Perhubungan sendiri.

Yang lebih aneh, Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo mengatakan, tahun lalu terdapat sebanyak kurang lebih 1,9 juta wisatawan dari Cina. Meski begitu, hingga saat ini pihaknya masih dalam proses perhitungan berapa potensi devisa jika wisatawan dari Cina berkurang. Padahal di media sosial banyak netizen meminta Pemerintah untuk sementara menolak kedatangan warga Cina ke Indonesia karena khawatir penularan Virus Corona. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Achmad Yurianto, malah meyakinkan bahwa virus bisa dicegah tanpa harus ada penolakan.

Islam Solusi Wabah Penyakit

Islam selalu menunjukkan keunggulannya sebagai agama sekaligus ideologi yang lengkap. Islam mengatur semua hal dan memberikan solusi atas segenap persoalan. Islam memiliki kekayaan konsep dan pemikiran cemerlang yang bersifat praktis. Terpancar dari akidah Islam yang sahih dan berasal dari kebenaran Alquran dan Sunah serta apa yang ditunjukkan oleh keduanya. Bahkan telah teruji kemampuannya di seluruh penjuru dunia selama berabad-abad.

Islam telah menegaskan, bahwa pemimpin dan negara menjalankan fungsinya sebagai junnah (tameng) yang menjaga umat dari segala bentuk ancaman dan marabahaya.Pemerintah juga sebagai pelayan umat. Memberikan pelayanan terbaik untuk umat. Sehingga masyarakat hidup tenteram, aman dan sejahtera dalam naungannya. Negara melayani sepenuh hati berdasarkan hukum syara' bukan berdasarkan untung rugi. Penguasa pun punya peran sentral untuk menjaga kesehatan warganya. Apalagi saat terjadi wabah penyakit menular. Tentu rakyat butuh perlindungan optimal dari penguasanya. Penguasa tidak boleh abai.

Sejarah telah membuktikan, islam telah lebih dulu dari masyarakat modern membangun ide karantina untuk mengatasi wabah penyakit menular.Dalam sejarah, wabah penyakit menular pernah terjadi pada masa Rasulullah saw. Wabah itu ialah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Untuk mengatasi wabah tersebut, salah satu upaya Rasulullah saw. adalah menerapkan karantina atau isolasi terhadap penderita. Ketika itu Rasulullah saw. memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat para penderita kusta tersebut. Beliau bersabda:

“Janganlah kalian terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta” (HR al-Bukhari).

Dengan demikian, metode karantina sudah diterapkan sejak zaman Rasulullah saw. untuk mencegah wabah penyakit menular menjalar ke wilayah lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Rasul saw. membangun tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah. Peringatan kehati-hatian pada penyakit kusta juga dikenal luas pada masa hidup Rasulullah saw. Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Jauhilah orang yang terkena kusta, seperti kamu menjauhi singa.” (HR al-Bukhari).

Rasulullah saw. juga pernah memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar. Beliau bersabda:

Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninginggalkan tempat itu (HR al-Bukhari).

Dikutip dalam buku berjudul, Rahasia Sehat Ala Rasulullah saw.: Belajar Hidup Melalui Hadis-hadis Nabi karya Nabil Thawil, pada zaman Rasulullah saw., jika ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha’un, beliau memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus. Jauh dari pemukiman penduduk. Ketika diisolasi, penderita diperiksa secara detail. Lalu dilakukan langkah-langkah pengobatan dengan pantauan ketat. Para penderita baru boleh meninggalkan ruang isolasi ketika dinyatakan sudah sembuh total.

Pada masa Kekhalifahan Umar bin al-Khaththab juga pernah terjadi wabah penyakit menular. Diriwayatkan:

Khalifah Umar pernah keluar untuk melakukan perjalanan menuju Syam. Saat sampai di wilayah bernama Sargh, beliau mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengabari Umar bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meningggalkan tempat itu.” (HR al-Bukhari).

Riwayat ini juga dinukil oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Al-Bidayah wa al-Nihayah. Menurut Imam al-Waqidi saat terjadi wabah Tha’un yang melanda seluruh negeri Syam, wabah ini telah memakan korban 25.000 jiwa lebih. Bahkan di antara para sahabat ada yang terkena wabah ini. Mereka adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, al-Harits bin Hisyam, Syarahbil bin Hasanah, Fadhl bin Abbas, Muadz bin Jabal, Yazid bin Abi Sufyan dan Abu Jandal bin Suhail.Demikianlah, sejarah Islam.

Begitu pun masyarakat yang terkena wabah tersebut untuk tidak meninggalkan atau keluar dari wilayahnya. Ini merupakan cara mengisolasi agar wabah penyakit tersebut tidak menular ke daerah lain.Karena itu, jika ada wabah khilafah akan mengarantina tempat itu dan mengirim obat-obatan dan kebutuhan kesehatan, logistik lainnya segera.Para ilmuwan di bawah khilafah akan didorong untuk menemukan obat dan perawatan baru melalui penelitian dan pengembangan. Inisiatif cepat akan diambil untuk menemukan obat tanpa mencari keuntungan.
Negara Khilafah akan memastikan perawatan kesehatan terbaik dan gratis untuk setiap warga negara terlepas dari kaya dan miskin, ras atau agama, mereka menikmati perawatan kesehatan berstandar tinggi bersama.Melalui kembalinya khilafah, orang dapat diselamatkan dari wabah seperti wabah virus corona ini, karena dalam sistem ini, khalifah akan mengambil tanggung jawab setiap orang di pundaknya sebagai kewajiban dari syariat demi mencari keridaan Allah Swt.Dia akan selalu khawatir jika mengabaikan tanggung jawab ini karena takut menghadapi pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah Swt. Rasulullah (saw) bersabda.

“Siapa pun yang bertanggung jawab atas urusan umat Islam, dan menarik diri tanpa menyelesaikan kebutuhan, kemiskinan, dan keinginan mereka, Allah menarik diri-Nya pada Hari Pengadilan dari kebutuhan, keinginan, dan kemiskinannya.” (HR Abu Daud). Wallahu a’lam bi shawwab.


Penulis: Ratna (Tenaga Pendidik)

Lorong Kata - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan bahwa meniru sistem pemerintahan Nabi Muhammad Saw haram hukumnya. Ia menegaskan hal itu pada Diskusi Panel Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia di Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (25/1).

Menurut Mahfud, pemerintahan Nabi Muhammad menggunakan sistem legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Semua peran itu berada dalam diri Nabi Muhammad Saw sendiri. Nabi berhak dan boleh memerankan ketiga-tiganya karena dibimbing langsung oleh Allah Swt. (nu.or.id, 25/1/2020).

Pernyataan Mahfud MD tersebut mendapatkan sorotan publik terutama dari umat Islam. Mahfud juga menjelaskan agama melarang untuk mendirikan negara seperti yang didirikan nabi. Sebab, negara yang didirikan nabi merupakan teokrasi di mana Nabi memiliki tiga kekuasaan sekaligus yaitu legislatif, yudikatif, dan eksekutif.

Sorotan salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat Anton Tabah, mengaku heran dengan Mahfud yang tidak jera-jeranya keseleo lidah. Dia pun meminta mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu segera memperbanyak doa. “Mahfud MD sering sekali keseleo lidah,” ujar Anton Tabah saat dihubungi redaksi, Minggu (26/1). Purnawirawan jenderal bintang dua polisi itu lantas menyinggung pernyataan Mahfud yang pernah mengatakan perda syariah radikal. Berdasarkan amatannya saat masih di kepolisian, kehadiran perda-perda syariah justru membantu tugas mengatur miras dan sebagainya. (politik.rmol.id, 2020/01/26).

Pernyataan menko Polhukam bahwa haram mencontoh Negara Rasulullah adalah pernyataan berbahaya yang bisa mencederai/merusak iman seorang muslim.

Begitu juga ketika Mahfud Menyatakan bahwa umat diperintahkan mendirikan Negara Islami bukan Negara Islam. Lalu Mahfud kemudian menyebutkan bahwa Jepang dan New Zealand pun adalah negara Islami karena menerapkan nilai-nilai Islami seperti taat hukum, sportif, tepat waktu, antikorupsi, dan sifat-sifat lainnya yang diajarkan ajaran Islam. Jelas ini juga pandangan menyesatkan, yang tidak memiliki landasan dalil syar’i. Pernyataan tersebut justru adalah pandangan sekuler yang mengkerat-kerat ajaran Islam, yang pada akhirnya ajaran Islam hanya diambil berdasarkan kecocokan hawa nafsu.

Jika cocok akan diambil, jika tidak maka akan ditinggalkan bahkan diharamkan dengan alasan karena saat ini tidak ada lagi manusia sempurna seperti Rasulullah Saw. Bagaimana mungkin pernyataan pak Mahfud MD tersebut bisa dibenarkan, padahal pasca meninggalnya Rasulullah Saw, para sahabat yang mulia terus melanjutkan pemerintahan yang telah dibangun Rasulullah Saw. Sampai-sampai untuk itu, mereka sempat menunda pemakaman jenazah Rasulullah Saw, padahal segera memakamkan jenazah adalah perintah dalam Islam, apalagi ini adalah jenazah Rasulullah.

Penerapan sistem sekuler menjerat setiap muslim untuk berfikir sekuler dan menentang ketaatan sempurna pada syariat. Melalui sistem sekuler, Islam sebagai sistem hidup yang sempurna, dikebiri sehingga sekedar diambil ajaran ibadah ritualnya dan mengambil nilai-nilai ahlaqiyahnya semata. Ini jelas bertentangan dengan perintah Allah dalam surah Al Baqorah ayat 208: "“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".

Kita perhatikan ayat ini, setelah Allah ta’ala mengajak para hamba-Nya yang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan dan melaksanakan ajaran-Nya tanpa mengesampingkan ajaran yang lain, maka Allah ta’ala memperingatkan hamba-Nya agar tidak mengikuti langkah syaithan.

Perlu dipahami bahwa mencontoh/ittiba semua perilaku rasul termasuk dalam membentuk Negara Islam adalah bukti sempurnanya iman setiap muslim. Allah sendirilah yang telah memerintahkan kepada seluruh umat Islam yang beriman kepada risalah Nabi Muhammad Saw agar menjadikan beliau sebagai suri tauladan. Hal ini termaktub dalam surah Al Ahzab ayat 21: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". Dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat yang mulia ini merupakan dalil pokok yang paling besar, yang menganjurkan kepada kita agar meniru Rasulullah Saw. dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya.

Dalam surah yang lain Allah berfirman: "Maka demi Tuhan-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

[an Nisaa’ : 65]. Diantara ciri-ciri orang yang beriman, mereka tidak merasa keberatan (kesempitan) terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menerima keputusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan lapang dada. Wallahu 'alam bishowwab

Penulis: Ummu Salman (IRT)

Suatu Malam di Masa Depan
Taqim Klok

Malam ini terasa sangat panjang
Entahlah?
Sepi membuatku mengingat banyak hal
Lembaran-lembaran masa lalu yang tak tertuliskan tiba tiba terbaca oleh ingatan
Begitu banyak cerita yang membekas pada kerutan wajah pada kantong mata yang mulai membesar
Dibalik ingatan masa lalu
Ada kesedihan yang tak bisa ku ceritakan
Tentang juga kebahagiaan yang tak bisa ku bagikan
Jika malam ini terjadi reuni masa lalu
Maka biarlah ku tulis kisah ini menjadi sebuah keabadian
Yang takan mati ketika ia menua dan takan hilang meski telah tiada.
Diberdayakan oleh Blogger.