LORONG KATA

GOWA, Lorong Kata - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi sukses gelar seminar akuntansi sebagai rangkaian acara Accounting Fair 2019 yang merupakan perayaan milad jurusan akuntansi yang ke-11. Kamis (14/11/2019)

Seminar ini mengusung tema Merekonstruksi Paradigma Calon Akuntan Berbasis Religius dalam Menghadapi Era SDGs (Sustainable Development Goals ).

Muhammad Wahyuddin Abdullah selaku Wakil Dekan Bidang Akedimik FEBI UIN Alauddin Makassar tampak hadir menjadi sebagai salah satu pemateri dari seminar tersebut.

Peserta dan tamu undangan yang hadir sebanyak 300 orang di luar kepanitiaan. Tamu undangan tersebut merupakan perwakilan dari beberapa kampus besar di Makassar, yaitu Unhas, UNM, dan Patria Arta.

Harjauri Maarifat selaku panitia seminar berharap dengan diadakannya seminar ini, kita selaku calon akuntan harus sadar dan berperan aktif dalam mewujudkan SDGs.

Citizen Reporter : Aryana N.

Lorong Kata - Di tengah padatnya aktivitas warga makassar, khususnya Gowa. Tampak seorang pria tua memakai topi hitam duduk di pinggiran trotoar pintu dua UIN Alauddin Makassar. Disampingnya terdapat kantong hitam besar berisi serta besi yang biasa digunakan untuk memungut sampah.

Beliau bernama Daeng Ngitung (50 tahun). Saat ditemui, Deng Ngitung sedang beristirahat.

"Saya istirahat dulu, karena dari pagi sudah jalan kaki," katanya pada Kamis (14/11/2019).

Sambil istirahat, ia bercerita tentang kesehariannya. Ia mengatakan, selain menjadi pemulung, dia juga kerap jadi buruh bangunan.

Setelah membersihkan rumah, dia mulai keluar bekerja dari pagi hingga petang dengan berjalan kaki di sekitar Samata, Gowa. Paling sering di UIN.

"Kalau berbicara penghasilan dihitung perkilo, satu kilo itu seribu. Kalau saya kadang dapat 20kg, kadang 50kg. Kalau 50kg bisa dapat 100 ribu," ujarnya.

"Kalau buruh bangunan, 6 hari biasa 300 ribu. Itu tanpa makan siang. Biasa kita bawa makan sendiri," tambahnya

Daeng Ngitung merupakan ayah dari tiga orang anak hasil pernikahan dengan istrinya bernama Hasmawati.

Hasmawati bekerja sebagai pembantu di salah satu rumah warga.

"Tapi dia sekarang tidak adami di rumah. Dia pindahmi di Sungguminasa. Natinggalkanka karena dia sudah beli rumah, jadi saya tinggal sendiri. Anakku ikut semua sama mamanya, tapi yang satu sudah berkeluarga jadi dia ikut di suaminya," jelasnya.

Anak yang kedua bernama Fahri, seorang tunawicara yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Hartaco.

"Banyak kenalki dia, biasa juga dipanggil sama temannya kerja di bengkel," ujarnya.

Kalau yang bungsu sudah SMA. Daeng Ngitung mengaku ketiga anaknya kadang datang ke rumah kalau ada waktu.

"Kan anakku laki-laki toh dia kadang datang kerumah. Yang mana na suka toh," ujarnya sambil tersenyum.

Hampir 5 dekade Daeng Ngitung hidup di Makassar menjadi pemulung, tentu tidak mudah baginya.

Sejak muda dia terpaksa bekerja bersama beberapa saudara sebagai buruh bangunan agar dapat menghidupi keluarganya.

"Saya disini dari tahun 70-an. Gaji masih sedikit, sekitar 150 rupiah per hari. Saya kerja karena saya 4 bersaudara itu masih kecil. Ibu sudah meninggal dan bapak ya begitu sudah lengah sama anak. Kita mami sendiri sama saudara kerja-kerja bangunan," tuturnya.

Citizen Reporter: Ratu Zalkiah S

Lorong Kata - Musim pancaroba yang dihadapi Indonesia saat ini memanglah menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Hal ini dikatakan langsung oleh Azriful, SKM., M.kes selaku dosen Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar.

Menurutnya, musim yang tak menentu yang biasanya dari musim kemarau tiba-tiba musim hujan, sebaiknya hindari kontak langsung dengan cuaca.

"Yang pertama, yang harus dilakukan ialah melindungi diri dengan jangan terlalu berlama-lama di luar tanpa menggunakan pengaman, seperti payung," katanya.

Cuaca yang tidak normal, banyak menimbulkan bakteri yang sangat mudah berkembang, sehingga kita juga perlu melakukan perlidungan diri.

"Sedang untuk tetap menjaga stamina agar terhindar dari penyakit, tetap mengonsumsi makanan yang bergizi dan banyak mengandung banyak air, seperti buah-buahan"

Bukan hanya itu akibat dari pancaroba yang menimbulkan penyakit, juga didorong oleh adanya debu yang beterbangan dan sampah-sampah yang ada disekitar. Kamis, 14 November 2019

Citizen Reporter : Andriyani yunas

Lorong Kata - Sebagai bentuk Kepedulian Sosial, HMJ Akuntansi UIN Alauddin Makassar menggelar aksi donor darah untuk memperingati milad Jurusan Akuntansi UINAM yang ke 11 tahun. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Seminar LT. 1 FEBI yang dimulai pukul 09.00 WITA, Kamis 14 November 2019.

Aswandi selaku penanggung jawab pada kegiatan donor darah ini, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Accounting Fair 2019. Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Sebenarnya kegiatan donor darah bukan pertama kalinya di adakan di akuntasi, karena melihat dari bagaimana antusias mahasiswa untuk mendonorkan darahnya itu sangat besar, khususnya di FEBI. Jadi setiap tahun kegiatan ini selalu di masukkan ke dalam perayaan Accounting Fair.” Ujar Aswandi.

Acara tersebut berlangsung meriah karena antusiasme calon pendonor yang tinggi. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata untuk menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya bagi mahasiwa dan civitas akademik. Dan juga sebagai sarana untuk membantu orang lain dalam bidang sosial.

Acara yang diselenggarakan HMJ Akuntansi ini mendapat apresiasi dari civitas akademik. Para pendonor terdiri dari mahasiswa dan beberapa dosen di lingkungan kampus UIN Alauddin Makassar.

“saya pribadi berharap kegiatan donor darah ini selalu ada dalam rangkaian kegiatan Accounting Fair setiap tahunnya, karena nyata outputnya.” Harap Aswandi selaku panitia dari acara tersebut.

Ia juga berharap semoga kedepannya aksi donor darah ini bisa lebih meriah dan jumlah pendonor juga lebih banyak.

Citizen Reporter: Resky Amaliah Shadiq

Lorong Kata - Wakil Dekan (Wadek) III Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Irwanti Said mengungkapkan bahwa mulai tahun depan akan ada kenaikan alokasi anggaran kegiatan mahasiswa.

Irwanti menjelaskan kenaikan anggaran kegiatan mahasiswa ini merupakan kebijakan Wakil Rektor (Warek) II bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan, Wahyuddin

Alasan kenaikan anggaran kegiatan mahasiswa ini berasal dari survei yang dilakukan oleh Warek II yang menilik anggaran mahasiswa disinyalir tidak akan mencukupi untuk kegiatan mahasiswa.

"Ini hasil survei oleh pimpinan, bahwa mahasiswa membutuhkan anggaran yang lebih tapi yang kita berikan secukup-cukupnya saja, dari situ kemudian analisa dari pimpinan mengatakan bisa kok tahun depan kita naikkan. Karena beliau janji jadi saya janji juga kepada kalian," ungkap Irwanti saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 14 November 2019

Meskipun persentase kenaikan belum bisa dipastikan, namun Irwanti berkeyakinan bahwa kebijakan ini bukan hanya janji semata Warek II kepada mahasiswa.

"Saya tidak berani mengatakan berapa persen tapi saya melihat kesungguhan beliau bahwa ternyata untuk kedepan mahasiswa tidak perlu direpotkan lagi mencari dana untuk kegiatan."

" Jadi tergantung bagaimana mereka mempertanggung jawabkan dana tersebut dan membuat laporan yang baik, tapi insaallah kita tunggu saja berapa persentase kenaikannya, saya kira itu akan mencukupi nantinya," lanjutnya.

Selaku Wadek III bidang kemahasiswaan, Irwanti merasa memiliki tanggungjawab dan akan terus mengawal dan mengarahkan mahasiwa dalam pembuatan program kegiatan.

"Kedepan saya akan lebih banyak mendampingi mahasiswa dalam pembuatan program atau kegiatan mereka supaya saya setidaknya bisa mengarahkan tapi bukan berarti menyetir."

Irwanti menambahkan, ia menaruh harapan besar kepada mahasiswa untuk lebih produktif dan kreatif lagi dalam melakukan kegiatan.

"Harapan yang besar kepada mahasiswa untuk lebih banyak melakukan kegiatan yang kreatif tapi tidak memerlukan tenaga dan biaya yang besar, seperti literasi, bedah buku, pelatihan, dan juga termasuk kegiatan pengabdian masyarakat berbagai bentuk, intinya yang bermanfaat bukan cuma bagi pelaksana tapi juga bagi masyarakat sekitar," tutupnya.

Citizen Reporter: Nurdiana

Lorong Kata - “Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi lebih lambat di hampir 90 persen dunia pada 2019,” Begitu ungkapan Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva dalam pertemuan rutin tahunan Bank dunia (Tirto.id, 21/10/2019).

Pada tahun 2020 mendatang, perekonomian dunia internasional akan mengalami resesi, yakni sebuah kondisi di mana perekonomian suatu negara berhenti tumbuh, dan berbalik menurun.

Menteri keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani tak menampik hal itu. Bahkan menurutnya, kontraksi dari beberapa negara telah terlihat, baik itu di Asia, Eropa bahkan sekelas Amerika, dimana basis kapitalisme dunia juga mengalami nasib yang sama.

Perang dagang yang melibatkan duo kapitalis dunia Amerika Serikat (AS) dan Cina, menyumbang andil besar terhadap peristiwa ini.

Berdasarkan analisis IMF, efek kumulatif dari perang dagang antara Cina dan AS telah mengurangi output Produk Domestic Bruto (PDB) global, sebesar USD700 miliar atau sekitar 0,8 persen tahun depan. Walhasil, tragedi resesi tidak dapat dihindari. Sebab ia amat bergantung pada kondisi PDB yang bersahabat.

Membaca sinyal ini sejumlah perusahaan otomotif, komputer hingga perusahaan perintis atau start up melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal kepada sejumlah karyawannya. Demi merampingan biaya operasi serta kelangsungan perusahaan.

HP yang merupakan perusahaan komputer dan printer yang berbasis di Amerika Serikat, memangkas lebih dari 10 persen karyawannya di seluruh dunia, pada awal oktober ini. Sekitar 9 ribu karyawan akan di rumahkan, dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, dari total karyawannya di seluruh dunia 55 ribu orang.

Selain HP, Uber juga tidak jauh berbeda. Perusahaan ini juga akan mem-PHK 85 persen pekerjanya di Amerika Serikat, 10 persen di Asia Pasifik dan 5 persen di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.

Ford dan LG Display juga tidak luput dari terjangan tsunami PHK masal. Sekalipun LG Display tidak menyebutkan spesifikasi angka, namun PHK sukarela akan dilakukan terhadap karyawan yang sudah bekerja lima tahun atau lebih.

Sedangkan Ford yang mengalami kerugian karena lambatnya penjualan produk, tidak hanya sekedar mem-PHK 12 ribu karyawannya, tetapi juga melakukan pemotongan gaji pekerja sebanyak 10 persen. Tujuannya agar perusahaan dapat meraih profit dan produktif (cnbcindonesia.com, 12/10/2019).

Sinyal Buruknya Sistem Ekonomi Dunia

Bergeraknya sejumlah perusahaan ternama dunia, dalam memasifkan aktivitas perumahan pekerja (PHK) adalah alarm bahwa kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Perang dagang antara Cina dan AS telah membawa dampak yang sangat signifikan bagi kelangsungan usaha para pemilik modal di bawah keduanya.

Kendatipun perusahaan start up bukanlah plat perusahaan biasa. Namun, pemecatan karyawan juga tidak bisa dinafikan bahwa itu adalah bagian dari sebuah ketidakberdayaan.

Sistem kapitalisme, sejak lahir hanya dekat dengan para pemilik modal besar saja. Sebab sejak awal ia dipersiapkan untuk mengakomodir segalah kepentingan pihak pembisnis.

Dalam sistem ini pun kuat-kuattan, siapa yang punya modal banyak maka ia akan bertahan dalam kancah pergulatan. Dan barangsiapa yang tidak mengantongi suplai modal yang cukup, siap-siap saja untuk tenggelam dihembas badai resesi.

Kondisi ini menjadi bukti betapa kapitalisme tidak sehebat yang dinarasikan. Amerika Serikat yang merupakan kampium dari sistem ekonomi kapitalisme juga nampak tidak berdaya dalam melindungi rakyatnya untuk tetap eksis di dunia kerja. Lalu bagaimana dengan negara-negara kecil di bawahnya? Tentu akan lebih dramastis nasib yang akan dialaminya.

Inilah sederet fakta dalam sistem kapitalistik. Ketika ekonomi terancam, dengan mudah para pembisnis itu menarik investasinya, lalu memecat pekerjanya, dengan dalih demi kelangsungan hidup perusahaan.

Lihatlah beberapa perusahaan di atas, dimana alasan utama melakukan PHK ialah demi menjaga biaya produksi sampai operasional perusahaan. Mengupah karyawan adalah bagian yang paling merugikan pembisnis dalam sistem yang mengedepankan materi ini.

Padahal PHK adalah jalan awal menuju gerbang pengangguran. Dan ketika ini terjadi, siapa yang dirugikan? Jelas negaralah yang kembali akan dirugikan. Inilah dilematis negara dalam sistem kapital. Bersiap menerima hempasan tsunami PHK. Ibarat sudah jatuh tertimpah tangga pula.

Dalam Islam, negara tidak boleh bergantung pada pemilik modal. Segalah hajat hidup rakyat harus diupayakan sendiri. Membangun sendi kehidupan dan ekonomi dengan hasil alam yang ada. Sekali lagi tidak boleh bergantung pada pihak asing. Sebab negara akan menjadi tidak berdaulat ketika selalu bergantung terhadap para kapitalis. Dampak lainnya ketika urusan rakyat diserahkan pada kepentingan pasar terlihat pada fakta ini (baca : resesi), dimana dengan mudahnya mereka (baca : rakyat) di depak dari dunia kerja karena alasan ada chaos di jantung ekonomi dunia.

Adalah sebuah keharusan bagi pemimpin dalam mengupayakan penghidupan yang layak bagi segenap rakyatnya, tanpa padang kasta juga status dalam masyarakat apakah ia dari golongan terpandang atau bahkan rakyat kebanyakan yang tidak punya modal menggunung.

Karena kelak ia akan bertanggungjawab atas hal itu. Sebagaimana Hadis Nabi Saw yang berbunyi, "Imam (pemimpin) adalah penggembala (ra'in), dan ia bertanggungjawab untuk orang-orang yang digembalakannya" (HR. Bukhari)

Persoalan pelemahan ekonomi yang berujung pada perumahan sejumlah karyawan, adalah sinyal betapa kapitalisme kian jatuh tersungkur tak berdaya. Masihkah ada harapan untuk ia bangkit? Lantas sampai kapan kita harus mengaduh nasib padanya? sistem yanģ hanya ramah pada kalangan borjuis ini. Wallahu’alam

Penulis: Rosmiati
Diberdayakan oleh Blogger.