LORONG KATA

Inilah Aku
(Jenal Ahriyanto)

Inilah aku dengan segala kekuranganku, inilah aku dengan segala keterbatasanku,  dan inilah aku dengan segala yang ada pada diriku.

Aku dalam sadarku, aku dalam mimpiku, dan aku dalam tempurung yang menyelimutiku.

Aku tetaplah aku, dan sampai kapanpun inilah aku
Semua yang aku lakukan bukan suatu “keharusan” tapi “keinginan-ku” untuk menyenangkan hati-mu dan berusaha “melengkapi” hidup-mu

Aku penuh kekurangan dan jauh dari sempurna, karena
Aku terkadang akan penuh dengan keegoisan dan manja berlebih tapi akan aku pastikan sifat itu hanya akan keluar pada waktu dan tempat yang benar tanpa menyusahkan-mu.

Aku tidak pintar berpakaian tapi akan aku pastikan aku mampu menempatkan gaya-ku dengan tepat dan tidak mempermalukan-mu.

Aku tidak pintar mengambil sebuah keputusan tapi akan aku pastikan setiap keputusan yang aku ambil ada diri-mu sebagai pertimbangannya.

Aku selalu penuh kehebohan tapi akan aku pastikan kau tidak akan terganggu dengan kehebohan diri-ku.

Aku tidak pintar mengendalikan emosi dan akan berdebat tapi akan aku pastikan kata-katamu-lah yang akan aku dengar dan akan aku lakukan.

Aku tidak pintar bergaul tapi akan aku pastikan kau tidak akan merasa malu bila aku berdiri disamping-mu.

Semua yang aku lakukan tidak menggunakan kata “tapi” melainkan “walaupun”, karena semua yang aku lakukan hanya berusaha membuat yang terbaik dan menyenangkan-mu.

Apabila semua itu tidak cukup untuk dirimu, tolong hargai usahaku walaupun tidak terlihat oleh matamu dan terasa kurang.

Semua aku lakukan karena aku menyukaimu, karena menyayangimu.

Karena rasa yang aku miliki adalah keinginan berbuat baik kepada orang yang aku sayangi yang harus tampak setiap saat, sepanjang kebersamaan.

Jangan ganti aku atau membandingkan aku dengan yang lain hanya karena kau melihat semua kekuranganku, tapi coba-lah bertahan, hargai setiap kekuranganku karena aku pun menyangi dan menghargai dirimu apa adanya.

Tidak terlintas di otak kecil aku untuk me-request perubahan dari dirimu karena aku menyukai dirimu “sepaket” seperti pertama kali aku mengenalmu.

Jangan bandingkan aku dengan yang lain karena tidak akan pernah sama, karena inilah diriku yang jauh dari kata sempurna tapi selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk diri-mu.

Tolong lihat aku sebagai seseorang, bukan sebagai partnermu, bukan juga orang tuamu, bukan juga sebagai temanmu, tidak juga sebagai sahabatmu atau bahkan sebagai seorang “pria” tapi lihatlah aku sebagai seseorang.

Karena aku adalah seseorang yang jauh dari sempurna, aku penuh kekurangan dan membutuhkan dirimu sebagai pelengkapnya. Hargai kekuranganku karena aku membutuhkanmu.

Di malam yang terbuat dari obat sakit kepala, infus malam dan rasa rindu yang melekat pekat kepadamu.

Kau Dan Alam
Sudir badai

Semua tentangmu adalah kenangan Kenangan tentang heningnya malam, tentang hembusan angin yang menerpa wajahmu atau tentang rasa lelah di tengah-tengah perjalanan pendakian menuju puncak. Semua kenangan itu tersimpan rapih dalam memori ingatanku.

Aku ingin kita saling mengingat,aku ingin kita ada kenangan manis, aku ingin nantinya kita saling merindukan.
Persahabatan di bawah atap yang sama melangkah dengan langkah indah.

Kita adalah para pendaki, para pejuang dan para pejalan. Setiap petualangan yang kita kerjakan bersama mengajarkan kita kepada romantis yang berbeda serta memberikan pengalaman terbaru yang tak dapat ditemui di tempat dataran rendah.

Kita pernah melakukan semuanya bersama-sama. Berjalan di atas track terjal, melewati jalanan berbatu atau sekedar menahan beratnya rasa lapar. Saat melakukan semuanya, disitulah kita sadar akan kebersamaan dan kerja sama tuk mencapai tujuan.

Kau gadis tangguh pecandu ketinggian,
Siang malam kau lalui, Hujan badai tak berarti hanya untuk satu hal yang pasti.
Gunung hutan kan kaudaki, tebing jurang terlewati, gua gelap kau susuri. Semua itu kau lalui bukan untuk cari mati namun suatu hal yang berarti.

Kau gadis penjelajah tetaplah optimis menghadapi tantangan, rintangan dan ocehan mereka. Teruslah berpetualangan mengelilingi bumi ini, bersatu ,dan menyatu dengan alam bebas.

Lorong Kata - Cintailah kehidupan atas apa yang Dianugerahkan tuhan kepadamu Banggalah atas kehidupanmu saat ini Tetaplah melawan dan memberontak

Menarilah diatas kebebasan, tertawalah diatas perdamaian, jangan mau dikuasai mereka yang mengatasnamakan pelindung bersandunglah dimimbar orasi.

Tak apa jika mereka tak menyukai perlawanan kita, tak apa jika badan harus babak belur tidak apa kawan setidaknya berjuang dan tak menjadi pengecut.

Ayo, kawan jangan takut seharusnya kalian berbangga karena telah mampu melakukan perlawanan setidaknya mereka tau bahwa pemberontakan kita adalah suatu bentuk ketidaksetujuan atas apa yang mereka keluarkan.

Asal kalian tau kawan bahwa tak ada kebijakan yang memberaktan rakyat, tak ada kebijakan yang pro rakyat, tidak ada kawan jangan percaya atas apa yang mereka katakan tetaplah waspada dan tetaplah berada digaris terdepan

Tetaplah melawan, tetaplah berteriak atas nama keadilan jangan biarkan keadilan dikebiri buat mereka takut akan perlawanan kita Saat ini reformasi telah dikorupsi.

Jika meraka mengatakan bahwa tindakan kita adalah kejahatan maka katakan lagi, lebih jahat mana aksi kami atau tindakan kalian yang membunuh tanpa di adili?

Lebih kejam mana teriakan kami dengan peluru karet? Ayo jelaskan coba jelaskan agar kami paham bagaimana demokrasi itu sebenarnya?
Coba berikan kami pemahaman yang masuk akal

Mengapa ketika menyampaikan pendapat kita harus dibatasi? Bukankah memberikan pendapat dimuka umum suatu kebebasan? Maka dimana kebebasan itu? Dimana?

Salahkah, jika kami meneriakkan keadilan? Salahkah? Apakah kita harus menjadi penonton dinegara kita sendiri dimana keadilan tak lagi ditegakkan suara suara rakyat tak didengar kami hanya didengar ketika pilkada telah didepan mata

Lalu dimana janji kalian yang ingin mensejahtrakan rakyat? Dimana janji kalian yang siap mendengar krtikan? Dimana kalian yang rindu akan didemo? Dimana? Apakah semuanya telah berubah dengan begjtu cepat?

Kawan, tetaplah melawan
Kawan, tetaplah memberontak
Kawan, jangan takut jangan!
Kawan, jangan pernah lemah tetaplah kuat
Jangan tunjukkan ketakutanmu dihadapan mereka
Jangan takut dengan gas airmata
Tetaplah berada digaris terdepan kawan.

Amorfati tanpa ego fatum, cintailah takdir, mari memerdekakan diri diatas amorfati.
Melawanlah para kamerad

Penulis: Sutratenriawaru

Lorong Kata - Mahasiswa adalah gelar yang dicantumkan pada bangku kuliah dengan sederet aturan dan kontrak. Gelar ini tak semudah membalikkan telapak tangan untuk memikulnya di pundak setiap individu. Ada yang terbatas uang, motivasi rendah, dan lainnya yang membuat pemuda lain tak ingin menyandanga gelar ini. Kata Maha yang hanya diperuntukkan kepada Allah swt sebagai pencipta, namun tertera pula dalam kategori mahasiswa. Karena ia begitu penting dengan tumpukan peran dan critical thinking untuk kemajuan negeri. Sering dikumandangkan mereka sebagai agent of change (agen yang mengubah), social of control, moral of force (kekuatan moral). Mahasiswa selalu mengabadikan dirinya sebagai objek penting dalam perubahan besar.

Saat ini kita disodorkan fakta baru, hampir seluruh media mengakses tindakan mahasiswa yang membuat gempar Indonesia. Aksi yang dilakukan dengan gerakan serentak seluruh mahasiswa di beberapa kota. Dikutip dari Tirto.id bahwa Demo mahasiswa berlanjut di Jakarta dengan melibatkan ribuan massa depan gedung DPRD (24/09/19). Sementara di Makassar dan beberapa kota lainnya terjadi kericuhan tak terhindakan setelah aparat kepolisian menindak pedemo tanpa ampun, korban luka berjatuhan, bahkan puluhan pedemo dirawat di rumah sakit (CNN Indonesia, 30/09/19).

Tuntutan mereka cenderung sama, yakni menolak pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) yang kontroversial di DPR, Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan dan RUU Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), Revisi UU KPK dan lainnnya. Menurut mereka banyak RUU yang kontorversi akibat pembahasannya cenderung kilat, banyak pula pasal-pasal yang bertentangan satu sama lain.

Apakah aksi mahasiswa ini menjadi solusi untuk Indonesia? Berdasarkan fakta yang terjadi bahwa tidak kurang dari ribuan mahasiswa sebagai agen perubah menjadi motor penggerak penolakan RUU. Mereka memiliki semangat juang yang tinggi untuk menjadikan Indonesia lebih baik ke depannya. Namun, dengan serangkaian tetesan keringat mahasiswa, kebijakan negara sangan memilukan, kritikan bagaikan santapan hangat para aparat negara yang siap disantap, bukan sebagai pengubah kebijakan. Para berdasi pura-pura tuli, buta dan bisu dengan aksi yang dipeluhkan oleh para pejuang muda yang mengorbankan banyak hal untuk melontarkan setitik muhasabah untuk negeri.

Ini adalah aksi langganan yang setiap tahun terjadi di Indonesia. Dan tidak mengherankan, jika mahasiswa harus tampil terdepan sebagai pihak pengontrol kebijakan. Sayangnya, banyak mahasiswa yang tidak terlalu memahami bagaimana mengoreksi penguasa dengan kode etik yang benar. Jika ditelisik, masalah tidak akan selesai dengan membakar ban, lempar batu, menutup jalan yang menimbulkan kemacetan, merusak fasilitas umum, hingga beberapa nyawa harus melayang. Mengoreksi penguasa adalah sebuah kewajiban, tetapi harus melihat secara saksama bagaimana tata cara aksi secara damai dan tidak menimbulkan keributan.

Mahasiwa adalah intelektual yang memperjuangkan kebenaran, dan jika ingin menyelesaikan masalah diselesaikan dengan bijak dengan intelektual yang dimilikinya. Mengoreksi dengan cara yang baik, memaparkan fakta kezaliman dan menawarkan solusi yang tidak pragmatis dan solutif. Mahasiwa tak selayaknya menambah beban negara layaknya tindakan preman yang hanya meluapkan emosi tanpa solusi. Efektivitas solusi tak seyogyanya bagaikan sebungkus nasi kotak, setelah habis, dibuang lalu menjadi kotoran. Perjuangan kebenaran bukan hanya menguras keringat untuk dilupakan, tetapi berjuang untuk kepentingan negara.

Dalam pandangan Islam pemuda adalah sosok potensial harapan bangsa, menjadi tulang punggung negara, dan menjadi titik golden age untuk merebut kebenaran dari kezaliman para penguasa. Bagaimana sosok Mushab bin Umair yang berjuang tanpa pamrih, hingga mengislamkan Madinah dalam waktu setahun. Muhammad al-Fatih yang telah mengazzamkan diri sejak kecil sebagai penakluk Konstantinopel. Terbukti umur 22 tahun telah menaklukkan Konstatinopel dalam waktu 54 hari perang. Thariq bin Ziyad yang menaklukkan Andalusia dengan tekad sekuat baja dengan kalimatnya Kita tidak akan mundur, kita datang bukan untuk kembali. Beginilah sosok pemuda yang harus dijadikan role model oleh para mahasiswa hari ini, yang dimana mereka lahir dari cetakan generasi terbaik saat Islam dalam masa keemasan. Sosok pemuda seperti ini tak akan ditemukan dalam sistem yang tidak menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.

Penulis: Ghaziyah Ufairah

Untukmu Para Penghianat
(Muh. Nurhidayat S)

Wahai para pemegang otoritas,
Kau orang yang sangat pandai beretorika.
Hari ini kau hadir dan duduk di bangku kekuasaan,
Itu karena orang-orang percaya denganmu.

Banyak yang ingin berada di posisi itu,
Tapi mereka tidak seberuntung dirimu.
Pujian manis yang selalu digaungkan oleh rakyat
Itu tak terlepas hanya untukmu para penguasa.

Kau yang menjadi orang-orang terpilih,
Jangan pernah memilih-milih.
Ada misi yang harus kau jalani,
Yaitu bagaimana mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Tetapi aku minta ijin untuk mengatakan satu hal,
Khusus untukmu para pemegang otoritas di negeri ini.
Aku hanya ingin berkata,
"Hari ini aku kecewa dan tak percaya lagi dengan dirimu para bandit penguasa".

Kau merusak kepercayaan masyarakat,
Hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompokmu.
Perselingkuhan dengan orang-orang beruang,
Sehingga kau lupa dengan tanggung jawabmu.

Kau sungguh mencekik leher masyarakat,
Dengan kebijakan yang kau keluarkan.
Itu sungguh menggores hati masyarakat,
Dan membuatnya meneteskan air mata.

Tetapi kau harus ketahui,
Bahwa masih banyak yang menyadari perbuatan kejimu.
Mereka tak akan berdiam diri,
Jikalau ada sebuah penindasan dan ketidak adilan.

Gerakan perlawanan akan bermunculan,
Dan tak melihat siapa yang berkuasa.
Mereka rela meneteskan darah,
Bahkan merelakan nyawanya untuk masyarakat.

Mereka selalu diperhadapkan dengan aparatus penguasa,
Tak lain berwatak premanisme.
Satu persatu diantara mereka berjatuhan di jalanan,
Tetapi itu tak mampu untuk membuatnya mundur dalam perjuangan.

Gadis Desa Yang Memikat Hati
(Sudir Badai)

Beribu-ribu burung gelatik,
Hanya satu yang terikat. 
Beribu-ribu cewek cantik,
Hanya kamu yang memikat. 

Bila gelatik mengejar rusa,
Ia hingga di kepala.
Cantik itu sudah biasa,
Sudah cantik dermawan pula.

Mahapatih paduka seri,
Bila berjalan amat gagahnya. 
Wajah putih sangat berseri,
Bagaikan cahaya bulan purnama.

Kancil murung hatinya sedih,
Cari teman hilang kemana.
Sudah wajah sangat putih,
Bibir merah bagai delima.

Merah darah terlihat mata,
Lihat pelangi buat terpana. 
Bibir merah sudah jelita,
Murah senyum tambah mempesona. 

Nama Allah banyak disebut,
Jangan keras lirihkan suara.
Tatapannya sangat lembut,
Tanda gadis berhati sutra.

Mengapa kancil amat bodohnya,
Dengan siput ia berlomba. 
Siapa yang akan jadi jodohnya,
Tentu sangat berbahagia. 

Orang Arab suka onta,
Tahan haus kuat jalannya.
Mengapa aku jatuh cinta,
Salah kamu cantik jelita.

Ada apa di balik paku,
Dua papan saling bertemu. 
Ada apa dengan diriku,
Siang malam memikirkanmu.

Apa namanya batu permata,
Perhiasan orang kaya.
Apakah mulai jatuh cinta,
Kepadamu si cantik jelita.

Badan sakit baiknya ditandu,
Jangan lupa meminum jamu. 
Jauh darimu terasa rindu,
Ingin selalu berada di dekatmu. 
Diberdayakan oleh Blogger.