Gadis Desa Yang Memikat Hati

Gadis Desa Yang Memikat Hati
(Sudir Badai)

Beribu-ribu burung gelatik,
Hanya satu yang terikat. 
Beribu-ribu cewek cantik,
Hanya kamu yang memikat. 

Bila gelatik mengejar rusa,
Ia hingga di kepala.
Cantik itu sudah biasa,
Sudah cantik dermawan pula.

Mahapatih paduka seri,
Bila berjalan amat gagahnya. 
Wajah putih sangat berseri,
Bagaikan cahaya bulan purnama.

Kancil murung hatinya sedih,
Cari teman hilang kemana.
Sudah wajah sangat putih,
Bibir merah bagai delima.

Merah darah terlihat mata,
Lihat pelangi buat terpana. 
Bibir merah sudah jelita,
Murah senyum tambah mempesona. 

Nama Allah banyak disebut,
Jangan keras lirihkan suara.
Tatapannya sangat lembut,
Tanda gadis berhati sutra.

Mengapa kancil amat bodohnya,
Dengan siput ia berlomba. 
Siapa yang akan jadi jodohnya,
Tentu sangat berbahagia. 

Orang Arab suka onta,
Tahan haus kuat jalannya.
Mengapa aku jatuh cinta,
Salah kamu cantik jelita.

Ada apa di balik paku,
Dua papan saling bertemu. 
Ada apa dengan diriku,
Siang malam memikirkanmu.

Apa namanya batu permata,
Perhiasan orang kaya.
Apakah mulai jatuh cinta,
Kepadamu si cantik jelita.

Badan sakit baiknya ditandu,
Jangan lupa meminum jamu. 
Jauh darimu terasa rindu,
Ingin selalu berada di dekatmu.