Buanglah Ampas Kopi Yang Masih Terselip Diantara Lidahmu - Puisi Sutra Tenri Awaru

Buanglah ampas kopi yang masih terselip diantara lidahmu
(Sutra Tenri Awaru)

Kau tau tidak? Aku sangat ingin menjadi puntung puntung rokokmu, kau mau tau alasannya? Sebab puntung rokokmu jauh lebih dekat kepadamu dibandingkan aku.

Kau tau tidak? Mengapa aku ingin menjadi ampas kopimu? Sebab ampas kopi yang selalu menemanimu setiap harinya, objekmu yang selalu kau jadikan aspirasi. Jangan buang aku seperti ini, pentingkan aku, hargai keberadaanku.

Kau tau bedanya rindu dengan rokok? Rindu selalu saja menjadi candu ketika tak ada temu, lalu rokok akan selalu menyakitkan rahangmu, karena rokok tidak menyayangimu seperti aku yang selalu saja setia menyayangimu.

Kau tau bedanya kopi dengan cinta? Cinta selalu hadir di pelupuk sukmaku, cinta selalu menjadi tamengku untuk berkuat lalu bagaimana dengan kopi?

Kopi hanya mampu membuat lidahmu keruh dengan ampasnya, kopi hanya mampu memberimu inspirasi dengan sekejap lalu bagaimana pilih aku atau rokokmu atau kopi pekatmu?