Inna, Wanita Pemberi Harapan

Inna, Wanita Pemberi Harapan
(Andika Putra)

Kutunggu sesuatu yang tak pasti,
Berharap hal itu dapat kau pahami,
Walau sejak awal telah kumengerti,
Kau tak akan pernah kemari.

Sabarku hingga berjam-jam,
Menunggumu yang begitu kejam,
Walau kuhanya bisa berdiam,
Ditertawai oleh gelapnya malam.

Aku hanya ingin kau tau,
Menunggu adalah perihal rindu,
Hingga penantian berujung bertemu,
Agar harapan tak menuai kata beku.

Malam kian getas,
Debit hujan kian deras,
Cahaya petir layaknya pentas,
Hingga menunggu tak lagi pantas.

Inna..... Itulah namamu,
Wanita pemberi harapan,
Yang membuatku menunggu dalam kegelapan,
Hanya kopi yang menjadi teman,
Ditengah hujan dan sebuah harapan.

Ketahuilah.....
Kopiku ini tak ingin kumenunggu lagi,
Duduk termenung seorang diri,
Batinku berkata kau tak perlu menunggu lagi,
Karena harapan telah merubah rindu menjadi kata benci.