Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Puisi - Sayang, Aku Ingin Kita Putus saja

Senin, 23 Oktober 2017 | 19:01 WIB Last Updated 2020-04-24T08:23:22Z
Sayang, Aku Ingin Kita Putus Saja

Rupanya senja tak lagi menampakkan senyum.
Bukan karena malam yang melahap pesonanya.
Merubahnya menjadi gelap dalam hening.
Tapi karena awan mendung telah mencumbuinya dan gerimis sedari pagi.

Pelangi yang dulunya indah bak bidadari.
Kini semuanya tak ada lagi.
Karena mendung telah menggerogoti.
Tentang sayang yang sudah mati.

Kemarin kita tertawa dalam suasana bahagia.
Hari ini kita terpisah dan tak lagi ada tawa.
Cinta dan sayang berubah putus asa.
Meninggalkan sejuta cerita dan luka.

Hari ini yang tinggal hanyalah mimpi.
Berteman dengan sunyi.
Karena pelangi tak lagi seindah bidadari.

Ini bukan karena pesonamu yang memudar.
Tentang indahmu yang tak lagi bersinar.
Atau tentang gincumu yang pasi dan memudar.
Tapi... ini tetang bahagia yang tak lagi kutemukan karena perhatian telah memudar.

Kau harus tau tetang rasaku.
Rasa yang selalu menunggu perhatianmu.
Rasa sayang yang dulu kau berikan padaku.
Tentang cinta yang tumbuh setiap waktu.

Ingatkah kau waktu itu ?
Saat pertama kali kau katakan I Love You.
Kau berjanji untuk aku.
Melelehkan hatiku yang dulu membatu.

Lihatlah di balik awan itu.
Segumpal air mata yang pilu.
Akan mimpiku yang dulu.
Menjadi beku ditelan waktu.

Sayang... hatiku sudah lelah.

Tertatih tanpa kata.
Berjalan di ruang-ruang hampa.
Bersia-sia tanpa bahagia.

Menunggu hanya akan meninggalkan luka.
Tentang rindu dan kata yang tak lagi ada.
Karena cinta hanya akan menderita.

Harapan akan cinta.
Lenyap menyelinap diantara gumparan derita.
Perlahan kan menghilang dibalik dusta.
Merubah sayang menjadi luka.

Sayang....
Ijinkan malam ini aku katakan.
Tentang rasa yang aku rasakan.
Cinta tak dan sayang tak lagi kudapatkan.

Sayang....
Aku ingin kita putus saja.
×
Berita Terbaru Update