Kamu Yang Dahulu

Jujur, saat ini aku merindukan kamu yang dahulu, kau yang selalu memberikan kabar, selalu menanyakan keadaan. Tapi sekarang kau bukan orang yang sama.

Jujur aku rindu kamu yang dulu, kamu yang sering menelfonku berjam jam, selalu menjadi tempat curhat terbaikku, dan saat ini kau seakan menutup telinga akan semuanya.

Jujur aku rindu kamu yang dulu, kamu yang selalu menyampatkan waktu untuk bertemu denganku selama berjam jam, duduk hingga gigimu terasa kering saat menertawaiku, dan saat ini semuanya berubah sekejap.

Jujur, kukira kau pengecut, menghilang tanpa kabar, menuai teka teki, apakah salahku? Apakah dosaku? Apakah sebegitu menjijikannya diriku dimatamu? Jika kau merasa risih karna aku tidak cantik, katakan, katakan kepadaku bahwa kau bosan bergaul dengan orang jelek.

Jika kau risih karna cerita orang, katakan kepadaku, agar aku tak mencari cari kesalahanku, jika kau risih karna memiliki wanita baru katakan padaku, agar aku stop sampai disini menaruh hati padamu, katakan apa salahku, katakan jika kau lelaki, katakan kepadaku, kau bukan pengecutkan? Kau bukan penjahat wanita kan?

Kau tau, saat ini aku masih bertanya tanya ada apa? Ada apa semua ini? Katakan jika kau mulai bosan, agar aku tau kapan aku harus berhenti mencintaimu.

Satu yang ingin aku tanyakan kepadamu, ibu perempuan kan ? Adikmu perempuankan? Bagaimana perasaanmu jika ayahmu menyakiti ibumu? Meninggalkan ibu secara tiba tiba tanpa sebab dan alasan ? Atau saudara perempuanmu yang di sakiti pria yang dicintainya? Atau jika kau tak memiliki saudara perempuan, sepupu wanitamu, keponakanmu, sahabatmu? Atauka dirimu yang telah mencintai wanita sedalam dalamnya lalu ditinggalkan tanpa sebab dan akibat?

Aku tak pernah meminta tuhan untuk menyapamu dengan karma, karna aku tau jika kau sakit sedikit saja, aku akan merasakan imbasnya.

Karma itu akan menyapa bagi orang orang yang mempermainkan perasaan seseorang, menghidupkan cinta didalam diri seseorang, menghidupkan semangat dalam diri seseorang, lalu tanpa sati alasan kau meninggalkan? Kau bisa saja disebut dengan pendusta!

Berani berkata tapi tak mampu membuktikan!

Kuharap kau bukan dari golongan itu, dan saat ini kukirimkan salamku kepadamu melalui puisiku, katakan jika karma sudah menyapamu!

Oleh: sutratenriawaru