Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Islam Rahmatan Lil'Alamin

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 22:05 WIB Last Updated 2019-08-17T14:05:36Z
Islam adalah agama Rahmatan Lil'Alamin yang mana memberikan Rahmat atas seluruh alam tak hanya manusia, hewan, tumbuhan dan seluruh yang ada di bumi ini akan merasakan Rahmat Islam. Agama yang diturunkan Allah kepada kita melalui utusan-Nya Muhammad SAW telah memberikan petunjuk kepada manusia untuk menjalani kehidupan di dunia yang fana. Seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Qashash ayat 28 :"Dan tidaklah engkau mengharapakan Al-Qur'an diturunkan kepadamu, melainkan sebagai Rahmat dari Rabb-mu".

Begitu pula yang disampaikan oleh ulama Nusantara yang mendunia, Syaikh Nawawi al-Bantani (w. 1316 H): "Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) wahai sebaik-baik makhluk dengan membawa ajaran-ajaran Syariat-Nya, kecuali sebagai Rahmat bagi semesta alam, yakni untuk menjadi Rahmat Kami bagi alam semesta seluruhnya bagi agama ini dan kehidupan dunia."

Islam tak hanya sebagai aqidah bagi Kaum Muslim, akan tetapi juga sebuah ideologi yang memancarkan seperangkat aturan yang lengkap, selain mengatur hubungan pribadi terhadap Tuhan Maha Pencipta. Islam pun mengatur urusan diri sendiri seperti dalam hal akhlak, makanan,minuman dan pakaian. Begitu pula Islam mengatur berbagai aspek kehidupan yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia seperti politik, pemerintahan, pendidikan, sosial, hukum ekonomi serta militer.

Penerapan Islam secara menyeluruh dalam sebuah negara bernama Khilafah terbukti telah mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah. Khilafah mampu menaungi 2/3 dunia dengan Rahmat Islam selama 13 abad lebih. Banyak keberhasilan yang dicapai pada masa kejayaan Islam saat itu dari teknologi yang unggul, para ilmuan yanh hebat, pengaturan ekonomi yang maju, politik yang yang cerdas, pemerintahan yang amanah, hukum yang adil serta militer yang menggetarkan musuh-musuh.

Kekhilafahan yang menerapkan Islam didalamnya dengan sempurna selain mendapatkan berkah dari Allah SWT bagi para penduduk negeri namun juga mampu mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan yang selalu rakyat harapkan. Dengan keberhasilan tersebut menjadikan rakyat mencintai pemimpin dan negara Islam yang menaungi mereka. Sehingga mereka rela berkorban apapun untuk menjaga keutuhan Daulah Khilafah.

Pada kenyataannya sejarah telah berlalu, masa kejayaan Islam telah padam. Justru yang terjadi saat ini ketika negeri-negeei kaum muslimin dijajah dan dikuasai oleh orang-orang kafir yang menganut paham sekuler Kapitalis seolah mendungnya kehidupan begitu pekat menyelimuti. Tak terkecuali negeri ini, yang menjadi negara pengekor negara adidaya yang mengemban Sistem sekuler Kapitalis maka sistem inilah yang telah lama bercokol di negeri ini.

Sehingga yang terjadi saat ini seperti hutang yang terus meningkat, Defisit Neraca perdagangan yang terus melebar, biaya kebutuhan hidup semakin besar, kemiskinan belum dapat teratasi ditambah pengangguran yang terus membayangi generasi negeri, pergaulan bebas semakin tahun semakin menambah catatan hitam negeri ini, keadilan yang terus memudar dan sebagainya merupakan buah dari penerapan sistem sekuler Kapitalis di negeri ini.

Dalang dari permasalah di negeri ini kian dilindungi, justru ajaran Islam yang semakin di kriminalisasi. Kata Khilafah terus diopinikan oleh pejabat negeri bahwa ajaran Islam satu ini akan menganjurkan NKRI, para ulama dan aktivis yang menyuarakannya ikut dipersekusi untuk menahan arus opini khilafah merambah keseluruh negeri.

Rezim saat ini telah memposisikan diri sebagai antek penjajah negeri ini, represif terhadap ajaran Islam yang diakui dalam Undang-undang namun bersikap manis terhadap para penjajah bahkan memuluskan langkah mereka menjarah kekayaan alam negeri. Seperti dilansir dalam Detik.com, Pemerintah tidak menganggap Ijtimak Ulama IV yang salah satu rekomendasinya mewujudkan NKRI syariah sesuai Pancasila. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan yang berlawanan dengan Pancasila harus dilawan.

"Begini, negara kita kan bukan negara Islam. Negara kita ini negara sudah jelas ideologinya, ideologi lain ngga bisa dikembangkan disini. Sepanjang itu berlawanan dengan ideologi Pancasila, ya harus dilawan," ucap Moeldoko.

Seolah syariat Islam terlarang untuk diterapkan di negeri ini padahal telah terbukti bertahan dengan sistem yang ada saat ini telah membuat masyarakat hidup dalam kesengsaraan yang tiada henti. Hanya saja, bagaimanapun kerasnya rezim ini beserta sekutunya menghalangi kebangkitan Islam yang kedua dalam naungan Khilafah hanyak akan menjadi kesia-siaan yang akan disesali dikemudian hari. Bangkitnya Khilafah kedua yang sesuai dengan manhaj kenabian merupakan keniscayaan karena itu adalah janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah SAW.

Penulis: Dina Evalina (Aktivis Dakwah)
×
Berita Terbaru Update