Kisah Haru UK! Bertahan Kuliah Sambil Kerja

MAKASSAR, LK--- Kuliah sambil bekerja memiliki banyak keuntungan bagi kehidupan mahasiswa. Selain mendapat pemasukan tambahan, hal tersebut juga dapat memberikan banyak pengetahuan lebih yang belum tentu didapatkan di kampus. 

Di samping itu, mereka juga akan mendapat berbagai pengalaman kerja yang menarik sekaligus melatih 
kemampuan sosial dan adaptasi dalam menghadapi lingkungan yang berbeda dari kampus. 

Sehingga setelah lulus kuliah sudah memiliki bekal pengalaman bekerja dan dapat menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan baru. 

Banyak mahasiswa beranggapan bahwa kuliah sambil kerja adalah hal yang nyaris tidak mungkin untuk dilakukan. Bagaimana tidak? Seperti yang diketahui secara umun, di bangku perkuliahan membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

Tapi, berbeda dengan salah satu mahasiswi UIN Alauddin Makassar, meskipun memiliki jadwal kuliah yang padat dirinya tetap berusaha membagi waktu untuk bekerja. 

Namanya UK mahasiswi semester lima yang kini berusia 22 tahun. Dirinya bekerja sebagai pengajar calon santri/santriwati untuk membiayai kuliahnya sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya, tanpa membuat akademiknya bermasalah.

Meskipun UK bekerja sebagai pengajar ia tak pernah ketinggalan kuliahnya. Di semester dua UK baru berfikir mencari pekerjaan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga biaya kuliahnya.

''Waktu itu saya ditawari oleh teman alumni saya untuk ikut mengajar, dan di situlah saya tertarik mengambil pekerjaan itu," katanya.

UK yang kerjanya sebagai pengajar dengan gaji seadanya, digunakan untuk bayar kuliah dan kebutuhan sehari-harinya.

Dengan ini UK mengaku tetap menjaga kuliahnya agar tidak terganggu, ia juga merasa bersyukur karena masih bisa membagi waktu kerja dan akademiknya. 

Laporan: Hasriani