-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aku

Sabtu, 04 April 2020 | 13:29 WIB Last Updated 2020-04-04T05:29:15Z
Lorong Kata - Aku cuma wanita yang biasa sedang belajar menjadi seorang wanita muslimah, terkadang lisan sering menyakiti sulit untuk dikendalikan, terkadang lalai dalam urusan ilmu pengetahuan tentang agama, ataupun selalu lalai dalam urusan ibadah.

Seringkali aku berfikir apakah diriku pantas mencium wanginya surga kelak, sedangkan diriku begitu hina dibalut dengan begitu banyak dosa.

Setiap seseorang ia berhak berubah masa kelam menjadi masa cerah, namun semua itu butuh proses dan beberapa tahap agar kita bisa melewatinya, belajar untuk bisa kendalikan emosi, atau tutur kata lewat lisan dan perbaiki perbuatan dengan akhlak yang berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Jika mereka bisa taat kepada Allah, otomatis kita pun bisa seperti mereka, Istiqomah itu tidak sulit apabila kita bisa menjalaninya dengan sungguh-sungguh.

Mungkin sebagian dari mereka, apabila kita menjadi seseorang yang lebih baik, terkadang cibiran itu muncul, maklum satu keburukan itu selalu dianggap munafik, sekalipun seribu kebaikan tidak dianggap ada.

Mereka akan ungkit keburukan dimasa kelam, yang pernah kita lakukan, seandainya diungkit tak akan bisa kembali seperti dulu, karena kita telah dimasa cerah untuk memperbaiki diri secara tahap.

Mungkin sebagian dari mereka mengira begitu mudah seseorang yang berubah dari masa kelam menuju masa cerah, padahal begitu sulit beberapa tahap harus kita lewati, rintangan harus dijalani, beberapa hal maksiat pun harus kita hindari, mereka hanya bisa melihat dari sisi buruknya tapi, mereka tidak melihat sisi berjuang kita meraih apa yang ingin kita berubah menjadi seseorang yang lebih baik walau kita pernah menjadi wanita munafik.

Mereka mengira ketika kita telah berubah menjadi lebih baik, di mata mereka kita, so suci, so alim, cibiran terus datang sampai dibully.

Apakah mereka yang pernah melakukan kesalahan dan keburukan harus kita hakimi?

Jawabannya adalah "tidak usah kita hakimi, justru kita dukung mereka supaya mereka menjadi seseorang yang lebih baik dari kita, kita memberi dukungan agar kita bisa selalu bersama dgn dia, dibimbing, dirangkul bukan dijauhin, bahkan dicaci maki"

Apakah kamu merasa sempurna dari mereka, sedangkan kamu pun pernah seperti itu?

Jangan merasa paling pintar menasehati orang lain, apabila kita dulu pernah seperti itu.

Kita harus sadar bahwa kita hanya seseorang manusia yang pendosa, namun kita berusaha menjadi manusia yang bisa taat kepada-Nya, berbuat baik walau kita memang tak baik, setidaknya berusaha menjadi orang baik.

Penulis: Nurul Durotul Jannah
×
Berita Terbaru Update