-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Marga Yang Berbeda

Sabtu, 16 Mei 2020 | 15:21 WIB Last Updated 2020-05-16T07:22:50Z
Marga Yang Berbeda
Sutra Tenri Awaru

Kita sepakat untuk memulai hubungan ini, hubungan yang dibangun dengan demokratis dan kolektif, dibangun dengan komitmen seadanya.

Mulai saling mengenal satu sama lain,
Mulai mengenal hal-hal buruk yang masing-masing dari kita memilikinya

Telfonan berjam-jam
Vc-an berjam -jam
Sampai menyanyi dengan suara seadanya
Agar salah satu di antara kita tertidur dengan lelapnya.

Merayakan hari jadi seadanya
Memiliki tingkah aneh,
Memiliki panggilan kasih sayang yang aneh
Membujukpun dengan cara aneh.

Bersamanya adalah hal yang paling membahagiakan,
Menyusuri malam di tengah hiruk-pikuk kota,
Menikmati senja perlahan hilang
Dan duduk semalaman di bukit
Menatap lampu-lampu rumah dengan melangitkan mimpi semoga nantinya kita tinggal di rumah yang sama.

Berhubungan jarak jauh pun telah kita lalui,
Pertengkaran-pertengkaran kecil
Yang selalu mewarnai hubungan kami,
Bahkan sesekali kami bertengkar hebat,
Karna keseriangan diantara kami tak ada yang mau mengalah dan meluluhkan ego.

Tapi lagi dan lagi kasih sayang yang dipupuk
Setiap harinya mampu mengembalikan emosional kita.

Katamu dulu,
"terobsesi sekalika smaa kita,bahkan foto-foto dan kegiatanata ku save semua,janki tinggalka sayang nah", kata-kata itu hampir ku dengar setiap harinya, ketika kita mulai bertengkar dan mengamuk habis-habisan..

Hubungan kita tidak berjalan secara singkat,
Sudah terhitung setengah tahun kita menjalani kisah ini.

Yang mengharuskan kita membicarakan soal masa depan, soal bagaimana kehidupan kita nantinya.

Namun ada yang berbeda kali ini, obrolan yang biasanya terbilang panjang kini berubah menjadi singkat.

Salah satu orang tua kami memiliki anggapan berbeda, tidak menyukai budaya yang kami anut masing-masing.

Marga kita memang berbeda, mungkin itu salah satu hubungan kita tak teriyakan di antara orang tua kami,

Tapi pak,bu, begini saya mau menjelaskan sedikit tentang kekeliriuan kalian,

Apa yang salah dari cinta kami?
Apa yang salah?
Cinta dan budaya adalah dua hal yang berbeda,
Tolong, jangan menyankut pautkan kami dengan ego dan rasismu,

Budaya ialah budaya
Cinta ialah cinta
Mengapa selalu mengedapnkan keegoisan?
Mengapa selalu kami yang harus menjadi pelampiasan egomu,
Demi terciptanya budaya yang kokoh dan tak pupus kau tega menghancurkan mimpu dua orang insan untuk memadu padu kasih,

Pak, bu, budaya yang seperti itu
Dengan sendirinya akan musnah
Tapi cinta dan ketulusan selalu membuntuti
Setiap insan dimuka bumi ini,
Makanya budaya dan cinta itu adalah 2 aspek yang berbeda

Apa salahnya jika berbaisanan dengan marga lain? Apa salahnya? Dimana letak kesalahnnya? Menerima marga lain tidak akan membuatmu rendah, tidak akan membuat budayamu pupus..

Tapi pak, bu, ada lagi yang ingin kusampaikan
Sekeras apapun kau menolak, sekeras apapun kau membenci tekadku cuma satu, bersama dan berjuang dengan orang yang kami sayang..

Jika budaya menenantang kisah kami, maka kami akan berani menentangnya, kami akan berani terpisah dengan keluarga,

Jika budaya tak meizinkan kami bersama, maka kami memaksakan untuk selalu bersama, meski terhalang restu,

Jika budaya kalian mengharuskan untuk kami pergi, maka kami akan pergi sejauh mungkin dimana budaya dan adat tak terikat, dimana manusia tak dituntut harus mematuhi budaya, dimana manusia hidup rukun tanpa cekcok, dimana orang bebas mencintai tanpa memikirkan marga yang berbeda.
×
Berita Terbaru Update