Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Rezim Joko Widodo Terancam?

Senin, 04 Mei 2020 | 10:03 WIB Last Updated 2020-05-07T05:04:20Z
Muh.Nurhidayat.S (Kader Gerakan Rakyat Dan Mahasiswa Indonesia Atau Disingkat Gerak Misi)
"Definisi Penghianat Yaitu Sampah Yang Tidak Bisa di Daur Ulang"
(Muh.Nurhidayat.S)

Alarmis di dalam diri manusia akan selalu aktif untuk memberikan peringatan bahwa ada peristiwa kemanusiaan yang terjadi dan harus segera di selesaikan. Media sosial adalah salah satu saran untuk menyampaikan informasi-informasi penting, baik dalam skala negara Indonesia atau bahkan skala internasional. Tetapi kita akan menyoal pada kondisi intra negara kita saat ini karena terdapat issu hangat yang menimbulkan diskrepansi antara pemerintah dengan masyarakat.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa seorang menusia ketika usai melihat suatu peristiwa, pengetahuan itu akan tersimpan dalam memorinya. Seperti halnya hari ini masyarakat di berbagai daerah menyaksikan secara terang terangan tentang kondisi seseorang ketika terjangkit Virus Corona. Pengetahuannya itu lah yang akan menjadi stimulasi sehingga menimbulkan disforia dalam dirinya.

Beberapa informasi yang beredar di media sosial bahwa 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT. VDNI (Virtus Dragon Nickel Industry) dan PT. Obsidian Stainless Steel rencana akan didatangkan ke Sulawesi Tenggara (SULTRA). Isu ini kemudian berkembang dan menjadi pembahasan yang cukup hangat karena indonesia sampai hari ini berada dalam lingkaran pandemic Corona Virus. Situasi yang terjadi di tengah masyarakat amat sangat sensitif ketika ada orang asing yang masuk di Indonesia apalagi masyarakat asli Negara China.

Tetapi, bukan berarti membeda bedakan antara masyarakat A dan B atau Anti Asing, melainkan karena pengetahuan yang sudah di serap masyarakat bahwa awal kemunculan Corona virus ini bermula di negara China. Jadi tidak menjadi soal ketika masyarakat berperang melawan pandemik Corona Virus dengan cara menolak orang asing untuk masuk di Indonesia sampai dengan situasi dinyatakan sudah membaik atau cukup stabil.

Namun, yang menjadi soal hari ini yaitu informasi tentang pemerintah pusat memberikan izin kepada tenaga kerja asing yang berjumlah 500 orang asal Tiongkok untuk masuk di Indonesia. Alasannya memberikan izin yaitu bahwa para TKA ini akan melewati mekanisme protokol Covid-19 secara ketat. Kalaupun semisal informasi tersebut benar adanya, Presiden Jokowi Dodo memperlihatkan sikap ketidak tegasan dalam memimpin suatu negara karena ini bukan persoalan melalui pemeriksaan yang cukup ketat atau tidak, melainkan persoalan potensi besar timbulnya kerusuhan di daerah yang akan dituju.

Landasan dari argumen saya sehingga mengatakan bahwa berpotensi besar akan menimbulkan kerusuhan yaitu pertama karena melihat aksi unjuk rasa masyarakat yang cukup tidak kondusif di depan kantor imigrasi kendari terkait dengan kedatangan 49 tenaga kerja asing asal Tiongkok. Kedua yaitu kita lihat pemberitaan CNBC Indonesia di akun Youtube nya pada tanggal 09 april 2020.

Dialog singkat antara Aline Wiratmaja dengan John D. Saragih selaku Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri (P3HI) Kemnaker terkait PHK di tengah Wabah Corona Virus. Kemnaker mencatat jumlah perusahaan dalam sector formal yaitu berjumlah 41.876 dan memiliki tenaga kerja yang berjumlah 1.052.216. Kemudian perusahaan dalam sector informal berjumlah sekitar 36.298 perusahaan dan jumlah tenaga kerja yaitu 274.851 yang dirumahkan.

Jadi, total akumulasi karyawan yang mendapatkan PHK (pemutusan Hubungan Kerja) yaitu berjumlah 1.427.067 per 07 april 2020. Artinya bahwa akan menimbulkan kecemburuan sosial antara para tenaga kerja. Kita lihat saja jumlah tenaga kerja yang di PHK dalam wabah ini, kemudian ada isu lagi bahwa Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok akan masuk indonesia. Nah yang saya mau terangkan bahwa orang yang mendapatkan PHK dari perusahaan kemungkinan besar akan merasakan kecemburuan sosial ketika ada pekerja dari luar indonesia yang di berikan izin masuk untuk bekerja yang pada dasarnya kondisi indonesia belum dinyatakan stabil atau bersih dari wabah corona virus.

Kemudian terakhir yang saya akan jadikan landasan. Kita lihat, Mulai dari Gubernur Sulawesi tenggara, DPRD dan bahkan dari kalangan masyarakat sekitar menyatukan suara serta spirit perlawanan untuk menolak tentang rencana kedatangan para tenaga kerja asing yang berasal dari China untuk memasuki daerahnya. Lebih mengerikan lagi pada saat beredarnya informasi tentang pengakuan Ketua DPRD Sulawesi tenggara bahwa dirinya akan memimpin aksi demonstrasi nantinya ketika benar para TKA asal Tiongkok di datangkan. Ketika ketua DPRD Sultra konsisten dengan pengakuannya, yakin dan percaya saja bahwa masyarakat juga akan turut andil dalam aksi demonstrasi yang akan di lakukan.

Ketika kita meneropong lebih jauh, bukan hanya warga Sulawesi Tenggara yang akan melakukan aksi demonstrasi. Seperti yang saya terangkan pada paragraph awal bahwa ada alarmis dalam diri manusia, jadi masyarakan di luar dari Sulawesi tenggara berpotensi juga akan melakukan aksi demonstrasi di daerahnya masing masing tentang penolakan kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok ke Sulawesi Tenggara. Dalam melihat kondisi tersebut, kita sudah bisa membayangkan situasi apa yang akan terjadi nantinya.

Melalui alasan dalam bentuk apapun ketika tetap memaksakan untuk mendatangkan atau memberi izin bagi para TKA asal Tiongkok sebelum Negara Indonesia dinyatakan sudah stabil atau bersih dari Wabah Corona Virus, bukan hanya ketidak tegasan yang akan di pertontonkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, Jokowi Dodo sebagai orang orang nomer satu di indonesia juga mempresentasikan dirinya bahwa tidak layak untuk di sebut sebagai seorang pemimpin ideal. Hal itu juga akan membuat kepercayaan masyarakat sedikit demi sedikit terkikis sehingga mengakibatkan rezimnya terancam.

Dalam keadaan seperti ini, secara pribadi saya juga mengindikasi bahwa kemungkinan besar terdapat diplomatik antar elite kekuasaan Indonesia dengan Negara China. Kita buatkan sebuah simulasi agar supaya dapat mengetahui diplomatik seperti apa yang saya maksud.

"China dianggap sebagai pembuat wabah Corona Virus dan Indonesia adalah negara yang merasakan dampak dari virus tersebut seperti harus mengeluarkan anggaran besar dalam penanganan. Namun anggaran yang dimiliki oleh Indonesia tidak mencukupi sehingga harus mengutang ke negara lain. Datanglah China menawarkan untuk memberikan pinjaman untuk Indonesia tetapi harus ada syarat yang di sepakati. Syaratnya adalah jangan menghalangi warga negara China untuk memasuki Indonesia. Mau tidak mau Indonesia harus menerimanya karena ia membutuhkan anggaran yang cukup banyak dan ketika ia tidak menerimanya maka para rakyat Indonesia yang di himbau untuk berada di rumah akan mendesaknya"

Itu hanyalah sebuah simulasi. Tetapi ketika para tenaga kerja asing tetap di loloskan sebelum situasi Indonesia stabil, berarti indikasi saya semakin kuat bahwa elite Kekuasaan melakukan diplomatik dengan negara lainnya.

Penulis: Muh.Nurhidayat.S (Kader Gerakan Rakyat Dan Mahasiswa Indonesia Atau Disingkat Gerak Misi)
×
Berita Terbaru Update