-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tawuran Pelajar di Tengah Pandemi

Kamis, 17 September 2020 | 20:09 WIB Last Updated 2020-09-17T12:12:59Z
Nur Ainah (Sampit, Kotawaringin Timur)
LorongKa.com - Miris! Sekaligus mengelus dada. Pelajar yang seharusnya disibukkan dengan pembelajaran dari rumah. Malah terlibat tawuran. Tawuran pelajar terjadi di Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.

Melansir dari SuaraBanten.id, dua kelompok pelajar terlibat tawuran di Jalan Raya Cisoka, Kampung Banoga, Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten pada Senin (7/9/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tawuran tersebut pecah sekitar pukul 15.30 WIB. Keduanya diduga berasal dari SMK Yuppentek 3 Kabupaten Tanggerang dengan SMK Gema Bangsa Cisoka yang berlokasi tak jauh dari tempat tawuran.

Dulhadi salah satu saksi mata menerangkan, pada saat tawuran, warga sekitar yang mendengar keributan langsung mencoba melerai pertikaian. Kedua kelompok pelajar ini kemudian berhamburan setelah warga juga tak kalah ngotot untuk membubarkan aksi tersebut (07/9/2020).

Sungguh memprihatinkan, tawuran antar pelajar ini terjadi ditengah maraknya kasus peningkatan positif corona di negeri ini. Pemerintah mengambil kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Yakni, penerapan pembelajaran yang dilaksanakan di rumah. Namun, sangat disayangkan, para pelajar yang seharusnya fokus belajar malah terlibat tawuran.

Potret ini tentunya sangat mengusik hati kita semua. Padahal kita mengetahui bersama, jika pelajaran merupakan tonggak generasi pemimpin bangsa. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya semua generasi penerus bangsa jika seperti ini.

Dampak Negatif Tawuran

Tawuran adalah perkelahian massal atau perkelahian yang dilaksanakan secara beramai-ramai. Tentu saja kegiatan ini menimbulkan dampak negatif.

Pertama, pelajar serta pihak yang terlibat tawuran akan terlibat pertengkaran dan perkelahian yang bisa mengakibatkan kekerasan pada fisik sehingga bisa mengakibatkan jatuhnya korban. Korban bisa mengalami cidera atau bahkan tewas. Karena ketika terjadi tawuran beberapa pelajar kedapatan membawa senjata tajam.

Kedua, Terjadinya tawuran juga menimbulkan kecemasan baik itu orangtua maupun masyarakat sekitar yang berada di lokasi tawuran.

Ketiga, Terganggunya keamanan lingkungan. Dan bisa menimbulkan kecelakan ditempat kejadian dan rusaknya berbabagi fasilitas umum.

Keempat, tercorengnya nama baik sekolah, keluarga dan lingkungan. Dan hilangnya sikap saling menghargai antar pelajar.

Begitu banyak dampak negatif dari tawuran ini. Meskipun kita telah berupa sebaik mungkin untuk menurunkan tingkat terjadinya tawuran, namun nyatanya kejadian ini masih saja berulang. Melihat dampak yang ditimbulkan. Tentu saja kita tidak menginginkan hal ini terus-terusan terjadi. Oleh karena itu, perlu tindakan untuk menyelesaikan permasalahn ini. Lantas, bagaimana solusi menghindari tawuran?

Islam Memberikan Solusi Menuntaskan Tawuran Melalui Pendekatan Al-Qur’an

Tawuran menjadi salah satu potret buram para remaja. Ada banyak faktor penyebab terjadinya tawuran. Salah satu faktor pemicunya adalah tingkat pemahaman agama yang masih rendah.

JIka penyebab tawuran terjadi karena pemicunya saling ejek, sehingga menimbulkan rasa sakit hati dan dendam. Lalu berkeinginan ingin membalas. Maka Islam memberikan peringatan yang terdapat dalam Al-Quran. Allah berfirman dalam Qur’an surat Al-Hujurat ayat 11:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan janganlah pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan yang lain karena boleh jadi perempuan yang diolok-olok lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok. Dan janganlah saling mencela satu sama lain, dan jangan memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan adalag (panggilan) yang buruk (fasik) sesudah beriman. Dan barang siapa yang tidak bertobat, maka merekaitulah orang-orang yang zalim."

Ayat di atas sudah jelas memberikan petunjuk tentang beberapa hal yang harus dihindari yaitu saling ejek (mengolok-olok) yang bisa menimbulkan pertengkaran atau pertikaian. Jika kita menelusuri masih banyak lagi ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang menghindari pertikaian dan perkelahian.

Islam adalah agama yang mempunyai aturan dalam segala aspek tak terkecuali masalah tawuran ini. Indonesia sendiri adalah Negara dengan mayoritas penduduk muslim. Sebagai daerah mayoritas muslim harusnya pendidikan agama islam terutama penanaman akidah Islam harus digalakan kepada para remaja.

Nilai-nilai Islam dan aturannya harus ditanamkan. Sehingga para remaja, pelajar atau generasi muda menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan Islam sebagai tuntunan. Jika pelajar menjadikan Islam sebagai pedoman kehidupan dan memiliki kepribadian yang Islami dan dengan menjalankan syariat Islam secara kaffah niscaya tidak akan ada lagi tawuran.

Demikianlah, Islam telah memberi solusi atas setiap permasalahan. Semoga anak-anak dan keluarga kita terhindaran dari pertingkaian dan tawuran. Aamiin.

Penulis: Nur Ainah
×
Berita Terbaru Update