Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Puisi "The Dark Age"

Minggu, 18 Oktober 2020 | 13:14 WIB Last Updated 2020-10-18T05:18:17Z

The Dark Age

Ummu Syam

 

Lagi-lagi aku tertawan

Di antara daun-daun

Yang diterbangkan angin

Dan sinar mentari yang tak lagi gagah

Mataku tertegun

Menatap garis-garis keangkuhan di langit

Melepas hati yang bergejolak

 

Keadilan yang terkikis

Jiwa yang berduka

Merintih dan kesakitan

Namun, sayup-sayup

Retorika kehidupan tetap harus berbicara

 

Engkaulah terkasih yang sudah lama kami lupakan, sayang

Karena dalam kerapuhan yang jahat

Tumbuh pedang-pedang iblis menyerang

Iman kami goyah, menancapkan kesemrawutan akar-akar kehancuran,

Serumpun kebodohan, kelalaian dan pembangkangan

 

Gelap dan runtuhlah dirimu

Dan kami berdosa

Bagaimana pun,

Engkau tetap hidup dalam tinta emas sejarah

Air mata, jihad fii sabilillah, darah para syuhada

Menjadi saksi bahwa

Engkau sungguh berharga

 

Tapi kini, duri kesengsaraan tumbuh di dalam dada

Khilafah, akankah dirimu terus menjadi kenangan?

×
Berita Terbaru Update