Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Rindu Tak Bertuan

Kamis, 04 November 2021 | 00:15 WIB Last Updated 2021-11-03T16:53:56Z

Ahmad Hidayat

PUISI, Lorongka.com-
Malam serupa rimba. Bergerak enggan sebab bisa saja tersesat lebih jauh!

Diam seakan sunyi membunuh 

Kian meresahkan desah bulir air yang berjatuhan di ujung daun sampai ikut menetes di pipi.


Gelap tentu saja, sebab jika cahaya yang terlihat itu bisa saja mahluk malam bersiap menerkam.


Kian takut saja, terisak lebih sakit 

Aku hilang lalu asing dalam ingatanmu

Sosokku adalah lupa mu dalam hitungan putaran arloji saja.


Memilih jarak sebab dekatpun Diammu serupa pecahan beling yang lukanya menembus nadi.


Jauh berlarian ke dalam malam hingga larut sampai nyaris aku melarut tanpa mengenal warna.


Gelap hitam banyak yang kenangan utuh yang kusembunyikan di sana.


Asing dalam hitungan jam aku tidak pernah menginginkan mentari menyingsing sebab seharian akan kucari ruang-ruang yang sunyi di gedung-gedung pemiliknya entah siapa juga rindu yang sudah tidak punya siapa-siapa untuk peluk.


Jauh dan menghilang kutinggalkan Rumah lalu kamu membantung keras keras pintunya.


Matikan lampu-lampu kamarmu sebab Kembali kuhanya untuk Rabbku Ia memberi cinta mungkin Ia lupa memberi penawar saat aku menenggak cinta di bibirmu.


Atau aku lupa mabuk berlebihan dilarang keras dalam kitab Agama.


Penulis: Ahmad Hidayat

×
Berita Terbaru Update