Ayah mencari kesempatan kepada pengasuh anaknya, lucu.




www.lorongka.com - Orang tua adalah segalanya bagi setiap anak, orang tua menjadi tempat berbagi cerita, menjadi panutan bahkan orang tua kadang berperan sebagai seorang teman yang selalu siap untuk diajak bercanda dikala sedang sedih maupun bahagia.

Namun di era yang semakin modern ini, tuntutan hidup menjadi lebih banyak sehingga tidak jarang kedua orang tua harus bekerja untuk memenuhi semua tuntutan hidup yang semakin hari semakin mendesaknya, sehingga mereka berdua harus bekerja diluar rumah.

Menjadi orang tua yang sibuk bekerja diluar rumah membuat waktu mereka untuk mengurus anak hanya sedikit saja sehingga tidak jarang kita menemukan banyak orang tua yang rela menyewa pengasuh bagi anak-anak mereka untuk menjadi orang tua kedua yang akan mengontrol anak-anak mereka.

Disuatu daerah ada seorang ibu dan ayah yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia harus menyewa tenaga pengasuh untuk anak mereka. Suatu hari mereka membuka pendaftaran untuk menjadi pengasuh bagi anak-anak mereka dan dari ratusan pendaftar akhirnya terpilih satu untuk menjadi pengasuh anaknya, setelah itu pengasuh tersebut diperkenalkan kepada anaknya.

Ibu: nak ini pengasuh baru untuk kamu yang akan membantu kamu dan menemani kamu setiap harinya dan saya mau kamu nurut yah sama dia.

Anak: loh kenapa harus ada pengasuh untuk saya bu'?

Ibu: jadi apapun yang nanti kamu butuhkan dialah yang akan membantu kamu dan menemani kamu belajar dan bermain setiap harinya.

Anak: jadi ibu maun ngapain kenapa bukan ibu yang menemani saya ?

Ibu: kan ibu lagi kerja nak jadi ibu hanya bisa menemani kamu saat ibu pulang kerja nanti.

Anak: oh gitu yah bu (sambil menatap mata ibunya dengan penuh harap)

Ibu: ayo salaman dan cium tangannya nak. (Perintah ibu kepada anaknya untuk mencium tangan pengasuh barunya)

Anak: ngga ah bu. (Menolak untuk mencium tangan pengasuhnya)

Ibu: kenapa nak kamu tidak mau mencium tangan pengasuh kamu ?

Anak: ngga mau mencium tangannya bu'. Tadi pagi aja sebelum ayah berangkat kekantor dan ayah mencium tangannya, tapi ayah malah digampar sama dia. Ntar aku juga ikut di gampar lagi. Ngga ah.

Ibu: (melotot dengan wajah yang marah)