Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Puisi: Demokrasi Yang Galau

Senin, 16 Oktober 2017 | 07:56 WIB Last Updated 2017-10-26T13:42:38Z
Demokrasi Yang Galau
BSJ

Ini luka Sialan, dari demokrasi yang kau telan bulat-bulat. Dan hukum pun kau sedomi lewat angka.

Mata rantai sosial yang semula kau agungkan telah cerai berai, bak air mata duka yang menganga.

Negeri para penyamun. Menebar dusta beriklan janji dan berakhir dalam jeruji, nikmatilah!!!

Pendidikan kau dzolimi, anak miskin kau telantarkan. Lalu memaksaku percaya, aku muak denganmu sayang.

"Maafkan aku yang dulu" katamu, demi berulah lagi. Segalanya kau halalkan kasihku.

Aku mencintaimu lebih dari kalimat. Sementara membencimu adalah perihal setumpuk langit.

Senja beranjak, dan tiba-tiba menuruni bukit lalu menghilang. Dan kau masih saja menebar dusta.

Waktu terus berlalu, aku duduk diam di tepi rindu, dan membiarkan mata melototi bibirmu yang ranum.

Di negeri ini keadilan sudah mati Tuan Putri. Mari kita kabur saja ke luar angkasa.

Menapaki langit, dan menemui kesejahteraan yang abadi. Hingga bercumbu pada kekekalan. BSJ

×
Berita Terbaru Update