Puisi - Luka Dan Kenangan

Andika Putra
Di senja ini, hujan turun lagi.
Membangkitkan kisah yang telah mati.
Dunia serasa penuh mimpi.
Sebab harapan berselimut sunyi.

Dadamu berdarah lagi kawan.
Maaf, aku tak mampu menolongmu.
Sebab yang luka tak mampu kusembuhkan.
Pergilah, lalu rawat lukamu.

Meski langit berubah menjadi gelap.
Mawar berubah menjadi layu.
Tapi tak mengapa.
Mawar itu akan tumbuh.
Karena, kepergianmu sebuah anugrah.
Yang kelak mempertemukanku dengan surga.

Wahai rasa.
Yang dulu sempat kucicipi.
Datanglah dilain kali.
Bukan dihari ini.
Dan bukan dengan dia lagi.