Membangun Kesadaran Dan Menutup Jalan Adu Domba

OPINI, Lorong Kata --- Isu radikalisme dan terorisme menjadi topik utama dalam dalam setiap pengkajian keilmuan. Bukan tanpa alasan isu ini berkembang pesat tapi landasan peristiwa-peristiwa menggelitik yang mewarnai dunia keberagaman dinegara ini. Pengkajian yang berkembang mengalami multitafsir, sehingga kekokohan pendirian sangat dibutuhkan dalam memahami isu yang berkembang.

Perang kepercayaan menjadi sasaran utama perkembangan isu. banyak pihak yang menyayangkan justifikasi islam sebagai dalang dari pengeboman disurabaya, mungkin terkesan diskriminatif tapi itulah yang terjadi. Ketika kepentingan berjalan diatas kekuasaan maka tidak ada lagi pertimbangan dalam mewujudkan keegoan.

Skenario coba dijalankan dengan tujuan adu domba kepercayaan sehingga membuat kaum awam leluasa membuat kesimpulan. Bagi orang yang dalam proses menghadirkan kesadaran akan menilai ini adalah sebuah jebakan.

Sangat tidak adil ketika kita langsung membuat kesimpulan dengan menyatakan dan mengikutsertakan islam sebagai dalang. Namun, hanya akan menimpulkan perpecahan diantara 1 kepercayaan. Pada dasarnya semua agama tidak ada yang menghendaki terjadinya pembunuhan bahkan manusia tidak beragama pun (atheis) memiliki pandangan demikian.

Yang lebih ironis lagi ketika pakaian (syar’i) disangkut pautkan dengan terorisme. Sungguh suatu pembatasan yang tidak masuk akal. Menutup aurat adalah sebuah kewajiban dan pakaian syar’I adalah pilihan.

Sebagai kaum intelektual sungguh sangat lucu ketika kita mudah terjebak tanpa mempelajari terlebih dahulu. Mereka menyusun skenario bukan tanpa alasan dan tujuan, bisa jadi peristiwa-peristiwa terjadi hanya untuk menjatuhkan pihak yang tidak sepaham.

Penulis: Faisal