Kalian Lebih Sibuk Belanja Baju Baru Dan Bahan-Bahan Kue

KISAH, Lorong Kata --- Disaat hari pertama mau puasa kalian sibuk dipasar mencari segala persiapan untuk kalian beli lalu disantap lalu menyantapnya diwaktu sahur tiba.adapun daftar belanja yang sering dibeli emmak-emmak pada umumnya menjelang ramadhan misalnya; ayam, ikan, sayuran, sirup, cendol dan masih banyak lagi yang tak bisa kusebutkan satu persatu. aku pun kurang mengerti soal itu karena aku bukan emmak-emmak yang banyak waktu luangnya kepasar.

Kalau soal harga itu masalah enteng yang penting sahurnya bisa pesta makanan begitu pula saat berbuka puasa semua makanan ada dimeja, dari jenis minuman dingin dan panas sampai makanan nabati mau pun vegetarian. wah kerennya,kita bisa pesta pora kawan, mungkin saja hal ini terlah terstigma dipikiran anak-anak kecil sekarang bahwa bulan puasa adalah bulan penuh makanan dan minuman enak bukan lagi bulan penuh berkah..hehehe....ngerinya ini hegemoni kapitalisme,lewat iklan-iklan di TV mendidik kita menjadi manusia konsumtif dan dia membunuh kesadaran berpikir ini.

Dihari-hari pertama pun aku melihat kalian memenuhi mesjid dan memadati saf-saf didalam mesjid dari shalat wajib sampai sunnah kalian khusyu begitu pun ketika mendengarkan ceramah terlihat kalau kalian sedang fokus,seolah-olah telah menyesali perbuatan-perbuatan buruk yang pernah dilakukan.

Akan tetapi pada hari-hari selanjutnya tempat-tempat ibadah semakin sepi dan orang-orang mulai kurang yang datang.dalam hati kecilku bilang kemana mereka ya..mesjid-mesjid yang semakin hari semakin terlihat sunyi begitu pula dengan penceramahnya sudah kurang bersemangat menceritakan surga dan neraka akan tetapi diwaktu yang bersamaan tempat-tempat perbelanjaan penuh dengan orang-orang yang berdatangan, penjual makanan,kue dan minuman juga tidak pernah sepi justru semakin padat. ternyata oh ternyata kalian sibuk berbelanja.

Yang paling kuherankan lagi ketika dimedia sosial, kalian bilang sedang tarwih, doa-doamu kalian tulis begitu panjang mudaha-mudahan saja Tuhan membacanya namun disaat kulewat depan kafe kalian tidak berada dimesjid tapi sedang nongki-nongki disitu pada hal status baru satu menit kalian tulis dimana orang belum balik dari tarwih..hemmmm terciduk, kalian sedang belanja dikafe.

Hebat kan, mesin kapitalisme bekerja cukup sistematik, bagaimana tidak Ramadhan sebagai bulan kemenangan ummat Islam dijadikan lahan untuk melakukan akumulasi modal dengan berbagai cara dilakukan agar kita terpengaruh dengan tawaran-tawan kapitalisme. diakhir-diakhir puasa kalian pun sibuk bicara soal baju baru, kalian bilang akan pergi berbelanja baju baru untuk dipakai dihari lebaran, kalian bilang akan menghabiskan uang dipasar untuk membeli bahan-bahan kue.

Kalian sibuk berbelanja...............
kalian sibuk kepasar
kalian sibuk ditoko-toko baju
saya pun bertanya, apakah ramadhan bicara soal baju baju baru dan bahan-bahan kue dan tidak bicara lagi soal Wahablun minallah dan wahablun minannas.

Disini aku mulai khawatir dengan peradaban ini sebab manusia telah menghambaakan dirinya kepada yang bernama kapitalisme
Penulis: Husnin Mubaraq
Tulisan kecil ini kupersembahkan buat pujaan hatiku "Perempuanku"

Ahad, 03 Juni 2018