Semoga Perempuan Itu Ibu Dari Anak-anakku Kelak

KISAH, Lorong Kata --- Husnin Mubaraq adalah nama lengkap yang kumiliki. Aku lahir ditahun 1996, saat itu merupakan tahun bergejolak di republik ini dengan ditandai runtuhnya orde baru. Sebuah kebanggan tersendiri atas kelahiranku didunia ini dengan disambut teriakan dari seluruh Pemuda dan Mahasiswa diseluruh nusantara yang menginginkan kekuasaan dimasa itu harus dilengserkan.

Dalam proses perjalanannya hingga ditahun 1998 penguasa Orde Baru yakni Presiden Soeharto mengumumkan secara terbuka atas pengunduran dirinya dikarenakan situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang tidak bisa lagi dikontrol dan kita memasuki era Reformasi. Era dimana yang kita harapkan adalah sebuah perubahan dibangsa ini namun faktanya sangat jauh dari harapan rakya Indonesia.

Oh iya saya akan kembali kepembahasan awal tentang aku. Kalau masalah kegagahan aku tidak ganteng dan juga tidak jelek, boleh dibilang aku ini berwajah sedang. Aku tidak memiliki cita-cita terlalu tinggi,ada pun hal yang ku impikan selama ini adalah ingin bertemu dengan seseorang yang paling kukagumi.

Dia itu "Perempuanku" dan ia adalah "Permataku yang hilang" (istilah ini kutemukan difilm yang berjudul "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck"). Doa yang selalu ku panjatkan kepada Tuhanku ialah "Jika memang benar Perempuan itu adalah ibu dari anak-anakku kelak,maka tolong kembalikan padaku, dan jika bukan,tolong lindungi dia disetiap senti langkahnya".

Semalam aku sempat bermimpi bertemu kawan lamaku. Kami pun berbincang-bincang banyak saling melepas rindu, entah kenapa dia tiba-tiba bertanya tentang "Perempuan" yang kurahasiakan itu diruang hatiku paling jauh. Aku terpaku didalam mimpi. Pada hal, aku belum mampu memberitahu siapa pun tentang dia sebuah kisah yang tak sampai. Biarlah waktu yang akan menjawabnya dan cukuplah namanya abadi bersama kisahku.

Dan tiba-tiba saja aku terbangun dari suara ngorok senior di organisasiku yang tidur disebelahku. Pada hal aku belum mengeluarkan sapatah kata pada teman yang ada dalam mimpiku itu. Tapi sudahlah itu cuma mimpi kok ditambah diriku juga masih mengantuk dan aku pun kembali melanjutkan tidur.

Tiba-tiba saja terdengar suara yang begitu merdu sepertinya aku mengenal suara itu, dan aku pernah mendengarnya. Tapi dimana?, suara itu begitu akrab dihatiku, aku lupa. Aku kemudian memperhatikan orang yang lagi tidur disebelahku, siapa tahu suaranya, Ternyata bukan, kulihat mulutnya tidak bersuara yang terlihat hanya air liur mengalir dan berjatuhan, dalam hatiku bilang ih rantasana ini orang. Lama-kelamaan terdengar semakin jelas sambil berucap " tidurlah engkau sebab ada rindu yang harus ditidurkan".

Tuhan kalimat itu begitu tajam , membebaskan ingatanku masa lalu yang sengaja kupenjarakan. Katakan padanya bahwa aku menunggu begitu lama, aku tak sanggup menjadi Adam yang menanti Hawa jutaan tahun lamanya.

Penulis: Husnin Mubaraq