Puisi Tentang Nasib Para Petani - Nasib Petaniku Kini


Nasib Petaniku Kini
(Andika Putra)

Sawah itu mestinya kau bagi, Agar tak segelintir orang yang menguasai, menanak beras menjadi nasi, agar hidup menjadi berarti.

Sawah itu harusnya kau tanami, sebab hidup bukan hanya hari ini, agar esok hidup tidak jadi mimpi, karena sawah berubah jadi cerobong besi.

Aku ingat masa kecilku lagi, tentang menghargai kerja keras para perani, yang bertaruh dengan mentari, menunggu benih menjadi padi.

"Nak, nasinya jangan disisakan nanti petani menangis", cara ibu menghargai petani. Sudah lah bu', lihat sawahku kini, berubah menjadi gedung-gedung tinggi.