Ikhlasku Menjadi Doa Tulus Untukmu - Puisi Sabrina Bachtiar

Ikhlasku Menjadi Doa Tulus Untukmu
Sabrina Bachtiar

Diriku kembali duduk bersimpuh di hadapanmu, Mengingat sakit yang pernah ku alami, Mengingat luka yang masih perih akibat goresan darimu, Diriku lemah ketika mengingatnya. Rapuh ketika terbayang. Seakan hanya dirimu orang yang terbaik.

Hari hari dirimu selalu bersamaku Namun tidak dengan sekarang. Semuanya terasa berbeda. Tawamu yang masih hangat terdengar menjadi sepi terbawa oleh angin. Teguranmu yang amat santun masih teringat ketika diriku salah.

Jujur, perpisahan ini sudah dua tahun silam, Namun bayangan dan senyuman manismu masih tersave rapi di benak dan khayalku, Semuanya masih sama. Diriku masih menyayangimu. Diriku masih gadis mungil yang sering kamu tegur dengan sentuhan kata yang lembut. Diriku rindu akan hal kecil itu

Yahh. Dia bukan kekasihku melaikan saudara ayah yang ku anggap seperti kakak kandung sendiri. Seorang pria titipan tuhan yang sangat ku rindukan.

Namun, tak bisa ku pungkiri. Semuanya sudah hilang. Jiwa yang perih ketika mengingatnya sangatlah rumit untuk beranjak pada langkah yang berbeda. Tak ingin mundurr melainkan kembali bersama.

Hanya kata ikhlas yang bisa mengubahnya. Hanya kata ikhlas yang mampu menggerakkan hidupku untuk melangkah..

Perlu kau ketahui.
Aku sangat menyayangimu