Honorer Yang Tidak Diakui "Pengabdian Yang Tiada Arti"

Pengabdian Yang Tiada Arti
(Andika Putra)

Semangat membara di pagi hari, sepercik asa dan sesuap nasi, sedekah tenaga sepanjang hari, berharap pengorbanan tak berbuah mimpi.

Tapi sungguh malang hati, yang dinanti tak lagi berarti, rupanya mimpi sudah basi, yang ditunggu tak kunjung menghampiri.

Ijinkan kami bertanya lagi, kapan penguasa memperhatikan kami ?, sungguh nelangsa hati, berpuluh-puluh tahun kami mengabdi lalu mengapa engkau tak mengakui.

Jangankan mengangkat kami, melirik pun kau tak peduli, apakah kau pikir kami bukan warga negeri ini, atau memang tidak ada guna bagi pengabdian kami.

Jangan paksa kami berteriak GANTI, jangan paksa kami memberontak lagi, berikan ruang untuk kami, hargai pengorbanan kami, beri pengakuan akan pengabdian kami.

Hey.... apakah mungkin matamu buta dan telingamu tuli, kami marah pun kau tak peduli, lagi-lagi hanya janji agar dipilih lagi, kelak suara bukan untukmu lagi sebab kau tak pernah memihak kami.