Tangisan Nona "Karena SSU Sayang"

TANGISAN NONA
"KARENA SSU SAYANG"

Beranjak dari tatapan, seakan termanipulasi oleh ketampanan.

Disertai senyuman hasrat yang terus mengikat,menjadi awal cerita dari kehancuran para nona.

Komunikasi kian berjalan lancar dengan bermodalkan kata yang mengatasnamakan suka, hubungan pun berjalan begitu singkat tanpa adanya negosiasi asmara. Itukah yang namanya cinta ?hhh

Seketika ketidaksadaran mulai terbelenggu oleh bisikan setan yang mengatasnamakan cinta, seketika itu pula nafsu durjana hadir dalam kiat-kiat ketelanjangan dan akhirnya termakan rayuan, yang mengatasnamakan kenikmatan.

Jeritan-jeritan kenikmatan-pun tercipta layaknya melody yang terdengar asyik disertai alunan ketergesa-gesahan bermandikan keringat membasahi tubuh seakan melululantahkan kehormatan yang bertanda akhir dari kehancuran nona.

Yang dulunya suci terpatri, kini tinggal hujatan dusta yang menjalar bagaikan akar.

Setelah dahaga kenikmatan berlalu dan meninggalkan luka,barulah penyesalan itu datang dengan mengatakan "khilaf" sebagai ungkapan pembelaan.

Kini cinta klasik itu hanya membuai tetesan demi tetesan air mata yang mengalir tak terhenti, membasahi wajah seraya imaji menjadi liar tak karuan dan hati terus bertanya-tanya.akankah waktu menyembuhkan luka yang terlanjur menjelma dalam batin ini!!!

Penulis: Ahmad Emank