Nyinyir, Kamu Yang Dipacarin Gue Yang Dinikahin

Lorong Kata --- Kisah jomblo jaman now "loe yang dipacarin, gue yang dinikahin" ini adalah senjata paling ampuh untuk kaum jomblowers yang punya niat nikung.

"Ngapain sih pacaran lama-lama? Loe itu cuma jagain jodoh orang"

"Pacaran kok kayak nyicil rumah, lama amat. Emang loe DP berapa?"

"Dari pada pacaran, mending fokus kerja cari duit banyak, kalau duit sudah banyak cewek loe gue lamar"

Gimana??? Familiar nggak dengan kata-kata di atas. Ya, begitulah kira-kira ungkapan kegalauan dari para jomblowers.

"kenapa sih harus bahas-bahas masalah pacaran. Kenapa sih, Darsono? Gue lagi jomblo nih. Jangan memancing emosi dong"

Memang, hubungan seseorang belum tentu akan bertahan lama dengan pasangan yang saat ini dianggap sebagai pacar. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan landasan bahwa percuma pacaran, toh nantinya nikah juga dengan yang lain.

Bagi orang-orang yang berpacaran, mungkin saja mereka telah membangun komitmen untuk menjalin hubungan jangka panjang sebelum mereka melangkah ke pelaminan. Toh terbukti masih banyak juga yang berpacaran lama dan berakhir di pelaminan.

Setiap orang memiliki alasan mengapa ia memilih menikah tanpa pacaran dan begitu juga dengan mereka yang berpacaran. Mereka memiliki alasan untuk saling mengenal lebih jauh sebelum melangkah ke pelaminan.

Ingat yah, pernikahan itu sesuatu yang sakral dan sebaiknya sekali seumur hidup. Jangan menikah hanya karena desakan orang lain, tapi, menikah lantaran ada dorongan dalam hati yang sudah siap secara lahir maupun batin.

Sebab, bukan tidak mungkin, banyak pernikahan yang kandas lantaran mereka tidak mampu menyatukan paham akibat pernikahan tanpa perkenalan. Kalau sudah begini, akhirnya banyak hati yang patah oleh mereka yang saat ini berstatus mantan.

Iya kan, iya kan.... jadi, please deh. Nikah itu nggak mesti harus buru-buru, butuh perkenalan sebelum ke pelaminan. Buat yang masih jomblo, hati-hati loh, ntar kamu ketuaan.

Perlu digaris bawahi yah, bawa penulis bukan bermaksud mengkampanyekan pacaran negatif tapi pengenalan lebih jauh sebelum melangkah ke jenjang pernikahan agar kelak tidak lagi ada status mantan diantara kita. Kamu kira putus itu menyenangkan? Menyedihkan!!!

Jadi, tidak perlu lagi skeptis dengan pasangan kamu yang sudah lama menjalin hubungan sebab di luar sana banyak juga yang hubungannya berakhir di kursi pelaminan meski telah menjalin hubungan yang sudah cukup lama. Kecuali kamu, iya kamu... kamu yang masih jomblo.

Toh, kan, pada dasarnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari proses pengenalan sebelum ke jenjang pernikahan. Belajar menyelesaikan masalah agar lebih memahami pasangan, belajar mengalah agar hubungan kelak lebih dewasa.

"Nikah aja dulu, kenalannya ntar setelah kamu nikah" logikanya, kenalan setelah nikah, jadi kalau dalam perjalanan perkenalan kalian ternyata tidak mampu menyatukan pendapat. Apa kalian mau dijadikan status 'mantan'.

Kisah setiap orang beragam, Ferguso!!! Setiap orang berhak menjalin kisah sebelum melangkah ke pelaminan. Meskipun jika akhirnya harus bubar karena tidak sepaham. Sebab, lebih baik bubar sekarang daripada bubar setelah nikahan.

Yang terpenting, kenalilah buah sebelum kamu membelinya agar sesampai di rumah kamu tidak lagi menangis dan menyesal sebab rasanya tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan sebelumnya. Dan, Tidak perlu ada yang berperan sebagai antagonis, karena mereka memiliki hak untuk saling mengenal.

Tetapi, teruntuk kalian yang masih berstatus pacaran. Sebaiknya segerakan ke pelaminan karena my lope bisa basi kalau kamu pacarin lama-lama. Dan, kamu yang masih jomblo dan suka nyinyir, berhenti aja deh nyinyir-nya karena mereka yang berpacaran setelah putus belum tentu maunya sama kamu. Putus itu menyakitkan, makanya rasain. (*)