Dari Perempuan Untuk Lelaki

Mengapa masih saja ada yang menghujat wanita yang berdandan? Mengapa wanita yang berdandan disebut dengan kaum kapitalis?

Mengapa? Apa salah mereka? Pada dasarnya, wanita adalah makhluk Tuhan yang paling cantik, mengapa jika dipoles-poles sedikit dengan bedak? Dengan gincu yang merah? Dengan pensil alis yang meratakan?

Wanita mempunyai hak mempercantik dirinya. Jika para kaum lelaki tak menyukai wanita yang berdandan dengan alasan yang tak logis, maka lelaki itu belum memahami konsep dari kebahagian wanita.

Lelaki itu aneh, tak menyukai wanita yang berdandan akan tetapi, jika melihat wanita yang sexy, make up tebal, rambutnya diurai kebelakang. Eh, matanya masih melirik. Aneh bukan?

Katanya menyukai yang alami, namun jika di tawarkan dengan keindahan, ia malah menikmatinya.

Wanita tak mempunyai masalah jika berdandan sedikit untuk menyenangkan diri, yang salah dari wanita ialah ketika menganggap anarkis adalah sebuah kejahatan. Perempuan yang cerdas akan menanggapi setiap masalah dengan logika dan tindakan.

Terkadang aku risih dengan perilaku lelaki yang selalu saja menganggap remeh perempuan. Menganggap perempuan adalah kaum yang lemah, tak mampu melakukan apa apa. Seenaknya saja menyakiti hati seorang wanita karna ia tau perempuan adalah makhluk lemah yang taunya hanya menangis, meraung.

Terkadang juga saya risih dengan lelaki yang membully wanita yang berdandan. Dikatakan, mereka seperti badut, sudah tidak alami, tidak percaya diri, tetapi jika tak berdandan pun masih dibully dengan alasan tak bisa memperbaiki diri. Haha dasar.

Tolong! terima kami apa adanya, maklumi kami jika kami berdandan karena pada hakikatnya wanita adalah makhluk yang cantik dan lucu

Oleh: Sutra tenri awaru