Korban Perasaan - Sutra Tenri Awaru

Lorong Kata --- Andai jatuh cinta boleh dipilih, maka aku tak akan pernah mencintaimu, dan andai waktu bisa diputar, aku tak ingin bertemu denganmu, karena pada akhirnya perpisahan menghampiri kita.

Ketahuilah bahwa kita adalah dua manusia yang menjadi korban atas perasaan yang seharusnya tidak seperti ini.

Ketahuilah, kita tak pernah berfikir untuk pertemuan yang singkat, ketahuilah aku sama sekali tidak ingin mengenalmu. Namun takdir mengatakan kita harus berkenalan dan berakhir dengan kesengsaraan.

Tapi, jangan menyalahkan takdir yang telah mempertemukan kita, salahkan manusia Yang mencintai terlalu terburu-buru, salahkan aku yang begitu jatuh ke senyumanmu.

Ketahuilah, bahkan detik ini setelah kepergianmu aku masih terlalu mencintaimu, bahkan aku mendo'akan agar kebaikan selalu menghampirimu disetiap saat.

Hal utama yang perlu kau ketahui ialah, aku tak selamanya begini, akan ada masa aku perlahan membuka jalan, memungut kembali puing-puing kesakitanku, dan aku membuka tangan untuk mereka yang ingin menggenggamku dan tak menyianyiakanku.

Ketahuilah, menunggu itu bukan kegiatan yang menyenangkan. Pesanku padamu, hargai mereka yang selalu ingin membuatmu tersenyum, karena karma akan tetap menimpahmu kapanpun dan dimana pun.

Asal kau tau, aku masih mengingat warna bajumu, bau parfummu, jam tangan yang kau gunakan, aku masih ingat senyummu yang menggemparkan pelupuk sukmaku, aku masih ingat masih sangat ingat!

Aku mengakui pada awalnya aku tak memiliki sama sekali rasa terhadapmu, jantungku biasa-biasa saja saat mendapat pesan singkat darimu, bahkan pernah terlintas di kepalaku, bahwa kau bukan tipe dan kesukaanku.

Tapi dipersimpangan jalan, aku mulai memperhatikanmu, diam-diam mengintip tiap slide fotomu di akun instagram pribadimu, merasa aneh jika tak mendapat kabarmu.

Ketahuilah, rasaku hadir sesaat, aku mencoba menggambar matamu di imajinasi puisiku, karena matamu yang membuatku jatuh, matamu yang membuatku tak bisa melupakanmu, entah mengapa rasanya mata itu menghadirkan euforia baru untukku.

Namun, sayangnya kau tak lebih dari pecundang, yang menghadirkan rasa lalu pergi tanpa permisi, kukira kau lelaki baik-baik namun nyatanya kau tak lebih dari perampas kebahagian seorang wanita.

Ketahuilah, jika ada objek yang mampu membuatku melupakanmu, maka aku akan melakukannya, karena apa? Aku kasihan terhadap diriku sendiri, yang mencintai sosok lelaki yang tak memiliki prinsip hidup.

Iya, kau tak memiliki prinsip, karena apa? Kau biarkan komitmen yang kau buat sendiri hancur dengan sendirinya, aku sama sekali tidak pernah meminta untuk berkomitmen denganmu, tapi yang memulai lebih dulu itu kamu, dasar.

Hal yang paling bernilai dari diri seorang lelaki ialah, apabila berjanji mampu membuktikan, apabila membuat komitmen dia mampu bertanggungjawab.

Ketahuilah, alam akan mengutuk perbuatanmu, karma akan menghampirimu, karena agama begitu memuliakan wanita, bahkan malaikat akan mengutuk tiap langkahmu jika kau membuat wanita menangis dan membuatnya tersakiti.

Kau menyebutku kejam? Lebih kejam mana denganmu? Yang memberiku harapan yang begitu tinggi, berjanji untuk selalu ada, tapi kenyataannya sekarang kau hilang tanpa kabar.

Kau termasuk golongan munafik atau golongan apa? ketika berjanji dia mengingkari dan ketika diberi amanah dia ingkar. Sungguh tak bisa dipercaya!

Aku tidak pernah mengutukmu, bahkan membencimu tidak, itu bukan aku, bahkan aku sudah memaafkanmu, tapi rencana tuhan siapa yang tahu? Ada baiknya kau pandai-pandai dalam menyakiti perempuan, asa terus kemampuanmu dalam menyakiti perempuan.

Kalau perlu kau buat komunitas yang bertemakan "korban perasaan", dan setelah itu bersenang-senanglah dengan karmamu.

Penulis: Sutra Tenri Awaru