Baktimu Kepada Kedua Orangtua, Menentukan Masa Depanmu

Lorong Kata --- Dalam menempuh hidup di dunia ini, tentunya setiap orang ingin menjadi orang yang berhasil di dunia dan akhirat. Dan salah satu caranya adalah dengan berbakti kepada kedua orang tua. Sebagaimana islam menjadikan berbakti kepada orang tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat besar. Rasulullah SAW pernah bersabda ketika ditanya tentang amal shaleh yang paling tinggi dan mulia, yaitu;
"Shalat tepat waktu, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah", (HR. Bukhari dan Muslim).

Bisa dilihat, betapa kedudukan orang tua sangat mulia dalam islam. Serta ketahuilah, sungguh bahwasanya berbakti kepada orang tua hukumnya adalah wajib (fardhu 'ain). Tidak peduli siapa orang tua kita, ataupun pekerjaannya, mereka tetap orang tua kita.

Dan pernahkah terbayang dalam benak kita, waktu kita masih berada dalam perut ibu kita, melahirkan kita, betapa susah dan sakitnya yang ia rasakan. Saat kita lahir, di rawatnya kita dengan penuh kasih sayang, walaupun itu dalam kesusahan. Namun sekalipun ia tidak pernah mengeluh, sampai-sampai ia rela berbohong demi melihat anak mungilnya yang manja makan dengan lahapnya, padahal ia pun sendiri ingin.

Pernahkah terbayang dalam benak kita, ayah kita yang setiap hari bekerja tak kenal lelah! banting tulang mencari nafkah hanya untuk membiayai hidup kita. Agar kita bisa makan dan sekolah dengan nyaman. Bayangkan! betapa beratnya beban dan tanggung jawab yang kedua orang tua kita pikul, demi melihat anaknya hidup bahagia. Lantas! sudah berbakti kah kita kepada kedua orang tua kita?

Berbakti kepada orang tua antara lain adalah bagaimana kita berusaha untuk menyenangkan hati orang tua kita, menjauhi segala perbuatan yang tidak mereka sukai, dan selalu mendoakannya agar rahmat dan kasih sayang Allah SWT senantiasa tercurah kepada mereka.

Karena baktimu kepada kedua orang tuamu, menentukan dunia dan akhiratmu. Seandainya ada di antara kita orang yang durhaka pada orang tuanya, sudah jelas akan mengundang murka Allah SWT, di dunia akan hidup sengsara, di alam barzah akan menderita, dan di akhirat nanti akan merasakan siksaan api neraka, naudzubillahi min dzalik.

Dan sebaliknya, apabila kita berbakti kepada kedua orang tua kita, hidup di dunia kita akan bahagia, begitupun di akhirat nanti.

Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Kita ingat kembali betapa seringnya kita membuat marah dan menangis orang tua kita, betapa sering kita tidak melaksanakan apa yang ia perintah?

Mungkin sebagian orang tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesannya selama ini adalah buah dari doa orang tua kepada Allah SWT tanpa ia ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa di minta pun akan selalu mendoakan anaknya. Tetapi bagaimanapun ridhonya doa orang tua, apabila kita durhaka kepada mereka terutama pada ibu, Allah SWT tidak akan terima doanya.

Sebagai seorang anak, kesadaran untuk membahagiakan orang tua dalam bentuk kesuksesan menjadi satu hal prioritas, itu merupakan salah satu bentuk berbakti terhadap orang tua. Namun banyak yang salah kaprah dari sebagian anak, terutama anak yang beranjak dewasa. Ia selalu menunggu momentum waktu sukses untuk menjadi jembatan atau tolak ukur membahagiakan orang tua. Tidak ada yang salah denga waktu menunggu sukses, kerana untuk memapankan kedua orang tua haruslah kita mapan dahulu.

Tapi apakah kita pernah berpikir kalau setiap detik waktu yang kita lewatķan sama halnya dengan setiap detik runtutan waktu yang perlahan meninggalkan, dan pernahkah kita bertanya kepada diri kita dalam skala waktu berapa lama untuk meraih kesuksesan dan berapa banyak kesempatan membahagiakan orang tua yang sudah kita lewatkan?
Atau sederhananya, definisi kesuksesan seperti apa yang dapat kita lakukan untuk membahagiakan kedua orang tua kita?
Apakah dengam kita sukses, bergelara sarjana, kerja di perusaan ternama, kebahagiaan orang tua kita dapat tercipta?

Dan yang pasti jawabannya Ya. Tapi tidak selamanya sukses dapat membahagiakan orang tua, terkadang bangak orang beranggapan bahwa jika ia sukse, barulah merasa membahagiakan orang tua.

Tetapi kebahagiaan bukan hanya dapat kita samapaikan dengan kesuksesan akumulatif yang besar dan hanya bersifat materil. Terkadang memberikan hal-hal kecil menjadi suatu kebahagiaan tersendiri.

Jadi, jangan tunggu sukses untuk berbakti kepada kedua orang tua, berbaktilah dari sekarang, walaupun menurutmu itu adalah hal yang kecil dan biasa saja, tapi bisa jadi itu merupakan hal yang luar biasa. Karena kesuksesan tidak menjamin kita sudah berbakti kepada orang tua. Bisa jadi kesuksesan membuat kita sombong, angkuh, atau bahkan melukai perasaan orang tua kita.

Renungkanlah. berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu menjadi sebab kebahagiaan seseorang di dunia dan akhirat kelak. Karena ridho Allah SWT itu terletak pada ridho orang tua. Maka sudah selayaknya kita berusaha untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua kita.

Penulis: Nurhakiki (Mahasiswi Fakultas Peternakan UMMA)