Yuk kenalan dengan Irfan, mahasiswa Multilingual dari UIN Alauddin Makassar!

Lorong Kata - Bahasa merupakan komponen yang sangat penting dalam menunjang kesuksesan berkomunikasi, memiliki bahasa dan tutur kata yang baik dapat menimbulkan penilaian postif dari lawan bicara terlebih lagi jika dapat menggunakan bahasa asing maka orang-orang cenderung beranggapan hal tersebut keren.

Belakangan ini tidak sedikit orang-orang tertarik dan mulai mempelajari bahasa dari berbagai negara, ada yang melakukannya karena berkaitan dengan hobi mereka dan ada pula yang memang belajar karena adanya korelasi antara bahasa asing tersebut dengan tujuan mereka kedepannya
Sebut saja Muhammad Irfan, Mahasiswa jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINAM, yang sekarang masih aktif sebagai seorang mahasiswa dan juga sebagai Tutor sekaligus Vice President di komunitas bahasa asing UINAM yaitu, Mabbicara.

Irfan sendiri sekarang masih mempelajari berbagai bahasa asing diantaranya Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Rusia, Portugis, Arab, Jepang, Korea, dan Mandarin. Bebarapa bahasa di antaranya dapat ia aplikasikan secara verbal serta sebagian lainnya masih di tahap Grammar dan Vocab

Ketika di tanya apa kendala yang di alami saat belajar bahasa, Irfan mengatakan bahwa kendala terbesar selain harus pintar membagi waktu antara kuliah dan belajar bahasa ialah biaya dikarenakan orang tua dari Irfan sendiri adalah petani, dan juga akses untuk ke tempat belajar seperti sepeda motor.

Tapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat Irfan untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan bahasa asingnya, karena ia dapat terus belajar bahkan berbagi pengetahuannya di Mabbicara.

Tidak jarang pula, ia bertemu dengan orang-orang yang masih menganggap menggunakan bahasa asing hanya untuk pamer bahkan berkomentar yang dapat membuat semangat belajar merosot. Tapi menurut Irfan, kita tidak perlu memikirkan tanggapan orang lain karena hanya kita yang tahu apa yang kita inginkan dan butuhkan.

"Belajar bahasa sebenarnya tidak perlu tutor atau guru profesional tapi butuh partner untuk sama-sama belajar dan praktek, memberi saran dan berbagi semangat. Kuncinya adalah konsisten, belajar bahasa tdk perlu ambisus dan tergesa-gesa, tapi pelan-pelan dan terus menerus." Ungkapnya saat di temui selepas sharing bahasa korea di pelataran Masjid Kampus UIN Alauddin Makassar.

"Kalau di kasih umur panjang dan kesempatan, insyaAllah saya mau belajar bahasa latin, italia, belanda dan india." Tambahnya.

Citizen Reporter: Jessy Magfirah Miryanas