Islam Mencegah Dan Mengatasi Gangguan Kejiwaan

Lorong Kata - Penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, mencapai 55 jiwa sepanjang bulan Oktober 2019. Kepala Puskesmas Leuwimunding, Kartisem mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat berdasarkan hasil melakukan pembentukan Kader ODGJ pada awal bulan Oktober lalu. “Untuk total Kader ODGJ di wilayah Leuwimunding, Majalengka sendiri, saat ini mencapai 190 Kader,” katanya, Selasa (Dikutip Dejabar.id, 29/10/2019)

Gangguan kejiwaan menjadi fenomena dalam kondisi masyarakat seperti di Indonesia. Indonesia adalah negara yang menganut sistem Kapitalisme-Liberal yang menjadikan kebijakan pemerintah tidak pro rakyat, seperti memangkas subsidi beberapa kebutuhan penting rakyat yang berakibat pada naiknya harga listrik, BBM, PDAM, iuran BPJS, dan lain-lain. Kebijakan tidak pro rakyat lainnya terkait tenaga kerja yang lebih pro asing, menjadikan pengangguran semakin meningkat, pekerjaan susah didapat, daya beli masyarakat rendah, harga melambung tinggi, dan angka kemiskinan bertambah.

Inilah kondisi yang bisa mengakibatkan tekanan jiwa pada rakyat. Konsep hidup sekuler yang diterapkan negara juga berakibat pada problem internal rumah tangga, semisal kenakalan remaja, perselingkuhan suami/isteri, pertengkaran rumah tangga, perceraian, dan segudang permasalahan keluarga lainnya. Hidup sekuler menjadikan perhatian keluarga pada nilai-nilai Islam sangat lemah, apakah itu dalam pendidikan anak maupun dalam membina keharmonisan rumah tangga. Kehidupan permisif, hedonis, dan liberal yang dibiarkan oleh negara telah membentuk generasi yang hanya mengejar kesenangan duniawi semata. Bahkan di antara mereka ada yang sampai terjerumus narkoba, miras, gank motor, hingga tindak kriminal pencurian, tawuran, perampokan, dan sebagainya.

Tentu tidak heran, dengan berbagai himpitan problem hidup ditambah dengan minimnya keimanan bisa mengantarkan pada tingginya tingkat stres dan depresi. Dan jika tidak mendapatkan penanganan segera, akan sampai pada gangguan kejiwaan atau peakit jiwa.

Islam adalah agama dengan pengaturan paripurna bagi kehidupan manusia, memberikan solusi komprehensif dalam mengatasi gangguan kejiwaan. Bahkan sejak awal Islam mampu mencegah hal itu terjadi sehinga tidak mewabah dalam masyarakat sebagaimana yang terjadi saat ini.

Bagaimana Islam mencegah dan mengatasi maraknya gangguan kejiwaan di tengah masyarakat, berikut penjelasan singkatnya :

  1. Islam mengharuskan setiap individu masyarakat beriman kepada Allah dan rasul-Nya dengan keimanan yang benar. Meyakini bahwa ketakwaan menjadi sebab dibukakannya jalan keluar dari problem kehidupan. Bersyukur atas setiap pemberian-Nya, bersabar atas musibah yang menimpanya, karena boleh jadi semua itu sebagai penggugur dosa. Negara Islam akan menjaga kondisi keimanan ini senantiasa berada dalam kondisi yang kokoh. Negara akan menghindarkan masyarakat dari pemikiran-pemikiran liberal dan materialistik yang bertentangan dengan akidah Islam.
  2. Islam mewajibkan penerapan hukum-hukumnya secara total dalam kehidupan bermasyarakat, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, peradilan, dan keamanan. Dengan penerapan hukum Islam, akan terjamin pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan, serta kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Negara berkewajiban melakukan pengurusan dan pelayanan terhadap setiap kebutuhan rakyat. Tidak boleh ada kapitalisasi sumber daya alam, komersialisasi pendidikan dan kesehatan. Masyarakat tenteram tidak penuh tekanan.
  3. Islam mewajibkan adanya kontrol masyarakat terhadap kondisi yang terjadi. Masyarakat wajib melakukan amar ma'ruf nahi munkar terhadap kebijakan pemerintah yang menyimpang dari Islam. Tidak ada kriminalisasi, persekusi, penangkapan atau pemenjaraan, terhadap setiap protes dan koreksi yang ditujukan pada pemerintah. Hal ini akan disikapi dengan keterbukaan dalam rangka pelaksanaan kewajiban. Dengan adanya kontrol ketat dari masyarakat, maka pemerintah tidak akan mudah melakukan kezaliman dalam setiap kebijakannya. Walhasil, rakyat akan lebih dipentingkan kebutuhannya.
  4. Jika terjadi juga gangguan kejiwaan pada masyarakat, dan itu mungkin hanya kasuistik, maka solusinya adalah mengembalikan penderita pada aturan agama, yaitu Islam. Mengembalikan keimanannya dan pemahamannya kepada Islam. Dilakukan langkah-langkah pengobatan sesuai dengan tata cara pengobatan Islami.


Demikianlah, sepanjang negeri ini masih menerapkan sistem sekuler-kapitalis-liberal seperti sekarang, maka penderitaan masyarakat tidak akan pernah menemukan solusinya. Tekanan kejiwaan akan terus meningkat.

"Islamlah solusi satu-satunya untuk atasi masalah kejiwaan masyarakat." Wallaahua'lam bishshawwab.

Penulis: Tawati (Penggerak Opini Islam) Majalengka, Jawa Barat