Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Seks Bebas Mengancam Generasi

Sabtu, 29 Februari 2020 | 08:38 WIB Last Updated 2020-02-29T00:38:16Z
Asma.S ( Mahasiswa UM Buton )
Lorong Kata - Pemuda adalah pewaris generasi selanjutnya. Mereka adalah harapan bangsa yang menjadi penentu baik dan buruknya sebuah peradaban bangsa dimasa yang akan datang. Maka fokus mengembangkan bakat dan skill selagi muda adalah sesuatu yang harus dilakukan.

Sayangnya, saat ini generasi yang diharapkan begitu sulit ditemukan. Generasi hari ini malah kental dengan kemaksiatan seperti tawuran, seks bebas, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Salah satunya kasus yang belum lama ini terjadi di kota Baubau Sulawesi Tenggara. Seorang Pelajar SMA terpergok sedang melakukan mesum di toilet kantor Wali Kota Baubau. Saat tertangkap basah oleh Satpol-PP yang berjaga di kantor wali kota, keduanya tak bisa berkutik. Pelajar siswi yang masih berada diatas pelajar siswa hanya bisa menunduk malu bercampur takut. (https://telisik.id/news/pelajar-sma-di-kota-baubau-kerpergok-mesum-di-toilet)

Kejadian ini menggambarkan bahwa peran keluarga sebagai tempat pendidikan dan pembinaan bagi setiap anggota keluarganya tidak berjalan optimal. Orangtua hari ini kebanyakan hanya sibuk bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya tanpa menyadari bahwa anak-anak juga membutuhkan pembinaan sesuai dengan Islam. Pengawasan mereka hanya sekadar apakah anak terpenuhi semua kebutuhannya dan pintar di sekolah. Tapi dalam hal pergaulan tidak di batasi sama sekali. Inilah yang menyebabkan anak-anak mudah terpengaruh sebab tidak ada pengawasan dari orang terdekat.

Kasus asusila ini juga adalah bukti gagalnya sistem pendidikan membina akhlak dan moralitas generasi. Apalagi pendidikan hari ini lebih mengutamakan generasi cerdas secara akademik namun miskin spritual. Sekolah bukan dijadikan tempat untuk membentuk kepribadian Islam melainkan untuk memperoleh pekerjaan. Padahal prestasi yang tinggi di sekolah belum menjamin seseorang bisa langsung mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, sex bebas yang marak terjadi pada generasi tidak terlepas dari peran media yang selalu mengkampanyekan pergaulan bebas. Kita bisa lihat bagaimana film remaja seperti Dilan dan Milea yang penuh dengan romansa cinta penuh maksiat atau dalam film-film FTV yang kental dengan adegan-adegan haram. Tayangan-tayangan seperti ini turut berperan memotivasi remaja untuk melakukannya juga dalam kehidupan nyata. Inilah yang membuat generasi muda sekarang hancur, sebab informasi yang diterima langsung di serap tanpa di saring apakah ini baik atau tidak. Akhirnya melahirkan pemuda yang bangga dengan kemaksiatannya. Para remaja pun dengan bebas bergaul dengan lawan jenis tanpa ada sedikitpun batasan. Maka tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa mengetahui bagaimana Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Namun pangkal dari semua penyebab merebaknya seks bebas sesungguhnya adalah buah dari penerapan sistem sekuler demokrasi. Inilah faktor sistemik dari segala macam permasalahan yang melanda negeri ini. Negara mencampakkan aturan Islam yang datang dari sang Khalik dan menerapkan sistem yang memisahkan aturan agama dari kehidupan. Inilah pula yang membuat negara abai terhadap pembinaan moral umatnya. Setiap individu membebaskan rakyatnya untuk berbuat sesukanya tanpa peduli halal atau haram. Dalam berperilaku mereka tidak lagi melihat tata nilai terutama nilai-nilai syariat Islam.

Islam Melindungi Generasi

Islam adalah agama yang memiliki seperangkat aturan dalam mengatur kehidupan. Islam juga bukan agama yang didasarkan pada hubungan liar yang tidak mengenal batas, tetapi Islam mempunyai garis hidup yang konkret dalam batasan-batasan hidup bermasyarakat.

Allah memerintahkan kaum laki-laki dan kaum perempuan untuk menahan pandangan, sebagaimana Firman Allah :

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada perempuan yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (TQS. An-Nuur: 30-31)

Dalam Islam, keluarga terutama ibu adalah madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak. Pengenalan halal dan haram menjadi sesuatu yang ditanamkan sejak dini. Dalam Pembinaan dan pengembangan keperibadian serta penguasaan ilmu/tsaqafah Islam. Agar memiliki pemikiran yang benar(ideologis) sebagai pondasinya.

Sistem pendidikan dalam Islam menjadikan akidah Islamiyah sebagai dasarnya. Karena itu keimanan dan ketakwaan juga akhlak mulia akan menjadi fokus yang ditanamkan pada anak didik. Halal haram menjadi standar dalam berbuat. Dengan begitu anak didik dan masyarakat nantinya akan selalu mengaitkan peristiwa dalam kehidupan mereka dengan keimanan dan ketakwaannya. Dengan demikian, lahirlah pribadi muslim yang taat kepada Allah; mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Ajaran Islam akan menjadi bukan sekadar hafalan tetapi dipelajari untuk diterapkan, dijadikan standar dan solusi dalam mengatasi seluruh persoalan kehidupan.

Negara juga akan mengerahkan segenap sumberdaya, teknologi dan dana untuk memberantas tuntas tayangan-tayangan yang haram maupun media-media porno dan merusak lainnya.  Tidak ada perempuan dieksploitasi sebagai model atau pengiklan produk. Media Islam memberikan santapan menyehatkan bagi pembentukan kepribadian generasi Islam, mendorong pembentukan fisik mereka karena Allah menyukai generasi yang kuat dibanding yang lemah fisiknya. Media Islam juga menghadirkan gambaran keteladanan generasi-generasi sukses dalam peradaban Islam sebagai role model.

Kita bisa melihat bagiamana pemuda terdahulu yang berada dalam naungan Islam, seperti Muhammad Al Fatih yang mampu memimpin pasukan dan menaklukkan Konstatinopel di usianya yang masih 23 tahun. Begitu juga Usamah bin Zaid yang menjadi Pemimpin pasukan di usia 14 tahun. Aisyah binti Abu bakar (Ummul Mukminin) pun menjadi perawi hadist di usia belia, bahkan para sahabat banyak merawikan hadist dari beliau. Dan masih banyak sederet nama remaja Islam lainnya yang menoreh prestasi gemilang ketika sistem Islam diterapkan.

Sayangnya semua itu hanya akan terwujud jika Islam diterapkan secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan. Sebab Islam sebagai rahmatan lil alamin yang dapat menyelesaikan semua permasalahan umat termasuk permasalahan remaja yang banyak muncul saat ini. Wallahu’alam Bissawab.

Penulis: Asma.S (Mahasiswa UM Buton)
×
Berita Terbaru Update