Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Salam Dalam Islam, Penebar Kebaikan

Selasa, 03 Maret 2020 | 20:09 WIB Last Updated 2020-03-03T12:09:02Z
Sumiatun
Lorong Kata - Isu berkembang, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hendak mengganti salam muslim assalamu'alaikum dengan salam Pancasila. Padahal, BPIP tidak pernah punya keinginan mengganti assalamu'alaikum dengan salam Pancasila.

Hal ini dijelaskan oleh Direktorat Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP dalam siaran persnya, Sabtu (22/2/2020). BPIP memahami isu ini berangkat dari petikan wawancara program Blak-blakan detik.com dengan Kepala BPIP Yudian Wahyudi, videonya ditayangkan tanggal 12 Februari 2020 menit ke 29.08 hingga 32.56.

Awalnya, Yudian menjawab pertanyaan presenter Blak-blakan detik.com Sudrajat perihal salam Assalaamu'alaikum di hadapan publik. Yudian mengatakan, Assalamu'alaikum diucapkan secara total sejak era reformasi tanpa pandang agama. Kini, salam justru dilengkapi supaya genap dengan nuansa lima atau enam agama. Menurut Yudian, ini justru menjadi masalah baru . Yudian kemudian sepakat dengan ide salam Pancasila (m.detik.com/news, 22/02/2020).

Ketika menjawab pertanyaan presenter terkait menghidupkan kebali nilai-nilai yang dibawa mantan Menteri Pendidikan Orde Baru Daud Jusuf yang tidak pernah mengucapkan Assalamu'alaikum ketika berada di hadapan publik , Kepala BPIP mengatakan ," Dulu kita nyaman dengan selamat pagi (sebagai salam Nasional). Tapi sejak reformasi diganti dengan Assalamu'alaikum. Maksudnya di mana-mana tidak peduli ada orang kristen, Hindu, pokoknya hajar saja. Tapi karena mencapai titik ekstremnya, maka sekarang muncul kembali. Kita kalau salam sekarang ini harus lima atau enam (sesuai dengan agama-agama). Nah ini jadi masalah baru lagi. Sehingga sudah ditemukan oleh siapa gak tau Yudi Latief atau siapa yang lain ( yang namanya) Salam Pancasila,"ujar Yudian. (m.wartaekonomi.co.id, 23/02/2020).

Kalau tak ada api, masakan ada asap. Peribahasa itulah kiranya yang sesuai untuk menanggapi klarifikasi BPIP terkait pernyataan yang telah disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Salam dalam Islam sungguh berbeda dengan salam lainnya yang dibuat oleh manusia biasa. Salam ini diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Mensyiarkan salam dalam Islam adalah wujud ketaatan seorang muslim terhadap ajaran Islam. Mempertentangkan salam Assalamu'alaikum dengan salam Pancasila ataupun lainnya, apalagi dia mengaku seorang muslim menjadi tanda tanya tentang keIslaman individu tersebut. Apalagi jika ada pembelaan oleh lembaga yang dibuat oleh negara bagi individu tersebut, maka ini menjadi tanda bahwa rezim ini mempertentangkan ketaatan muslim dengan loyalitas bernegara.

'Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh' adalah salam yang diajarkan dan diperintahkan di dalam Islam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam al-Tirmidzi, Nabi SAW. bersabda,''Jika seorang bertemu saudaranya yang muslim, maka ucapkanlah Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."( HR al-Tirmidzi ).

Salam dalam Islam adalah tebaran kebaikan. Pada kitab Shahih Muslim Bab ' Di antara Kewajiban Seorang Muslim Adalah Menjawab Salam' terdapat hadits dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW. bersabda," Hak muslim pada muslim yang lain ada enam." Lalu ada yang menanyakan," Apa saja keenam hal itu?" Lantas beliau SAW. bersabda," (1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan 'alhamdulillah'), doakanlah dia (dengan mengucapkan 'yarhamukallah'), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman) . (HR.Muslim).

Mengucapkan salam dalam Islam merupakan sebab terwujudnya rasa cinta diantara sesama muslim. Rasulullah SAW. bersabda," Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian." (HR. Muslim).

Salam adalah syiar Islam, do'a kebaikan, wujud cinta, dan mendatangkan pahala bagi muslim yang mensyiarkannya.Wallahu 'a'lam bishawab.

Penulis: Sumiatun, Mantan Kaur Kesra di Jombang
×
Berita Terbaru Update