Notification

×

Iklan

Iklan

Artikel Terhangat

Tag Terpopuler

Solusi Tuntas Atasi Pandemi

Jumat, 03 April 2020 | 09:56 WIB Last Updated 2020-04-03T01:56:33Z
Lorong Kata - Virus covid-19 yang semakin merebak membuat kekhawatiran pun kian memuncak. Dalam keadaan seperti ini, tentu harapan terbesar masyarakat adalah hadirnya peran negara. Memberikan keamanan dan solusi terbaik, serta harus bertindak lebih sigap. Sebab hal tersebut adalah tugas dari penguasa disetiap negara.

Perlahan tapi pasti, virus yang nama lainnya adalah Corona ini mulai merambah ke negeri ini, Indonesia. Penguasa bersama berbagai pihakpun sampai kini terus bekerja keras menanggulangi pandemi virus corona (covid-19). Mereka juga menegaskan keselamatan rakyat menjadi prioritas utama dalam penanganan covid-19. Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dalam pernyataan pers di Jakarta, Minggu (22/3). MediaIndonesia.com (22/03/ 2020)

Sayangnya, usaha tersebut belum begitu membuahkan hasil. Penanganan yang dilakukan seolah masih terkategori biasa dalam menghadapi wabah ini. Buktinya angka pasien yang positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Tanah Air semakin bertambah. Hingga Jumat, (27/3/2020) pemerintah menyatakan ada 1.046 pasien positif Covid-19 di Indonesia.

Jadi wajarlah apabila lembaga think thank Australia, Lowy Institute, menyoroti cara penguasa negeri ini dalam menangani virus corona. Lembaga tersebut menganggap Indonesia tidak siap dan kurang transparan dalam mengendalikan Covid-19 yang mulai merebak sejak awal Maret. CNN Indonesia (18/03/2020).

Apalagi melihat Indonesia sampai hari ini belum melakukan lockdown dikarenakan mempertimbangkan berbagai akses ekonomi. Alhasil dari sikap lambat inilah yang menyebabkan pasien yang positif terus bertambah. Padahal jika saja dari awal kebijakan lock down itu diambil, mungkin tidak akan sebanyak ini masyarakat yang terinfeksi. Tapi sayangnya, Indonesia hanya memilih model social distancing dan kebijakan diam diri di rumah.

Ini menunjukkan bahwa penguasa lebih memikirkan untung rugi bisnis dibandingkan total perlindungan terhadap rakyat, sehingga apapun yang terjadi dianggap tidak urgen untuk segera diatasi, selama bisnis untuk meraup banyak keuntungan bisa berjalan dengan baik.

Hal ini menjadi sesuatu yang wajar terjadi dalam sistem sekuler kapitalis. Materi atau keuntungan ekonomi yang selalu menjadi tujuan utamanya. Sehingga terkadang nyawa rakyat menjadi taruhannya. Hal ini juga menunjukan jika sistem sekuler-kapitalis telah membentuk individu-individu egois yang hanya memikirkan kepentingan diri dan golongannya saja.

Maka seharusnya, penguasa di negeri ini melirik bagaimana Islam mengatasi wabah penyakit menular seperti covid -19. Karena Islam memiliki seperangkat solusi dalam mengatasi segala permasalahan yang menimpa manusia. Islam selalu menunjukan keunggulannya sebagai agama sekaligus ideologi yang lengkap. Dalam Islam, kesehatan dan keamanan disejajarkan dengan kebutuhan pangan. Ini menunjukan bahwa kesehatan dan keamanan statusnya sama sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Untuk mengatasi kasus wabah penyakit menular, maka Rasulullah Saw bersabda:

"Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut. Sebaliknya jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” ( HR. Al-Bukhari )

Maka lockdown adalah solusi untuk menghentikan wabah penyakit menular di negeri ini. Tentunya disertai dengan pemenuhan kebutuhan rakyat selama masa lock down di terapkan. Adapun dananya maka diambil dari hasil pengelolaan sumber daya alam yang ada di negeri ini. Sayang, semua itu hanya akan terwujud jika Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu ‘alam Bisshawab

Penulis: Asma Sulistiawati
×
Berita Terbaru Update